Home » Bible » Devotionals » Bahaya Berbicara Tanpa Berpikir

Bahaya Berbicara Tanpa Berpikir

togarsianturi 14 Aug 2019 738

 

Alkitab banyak sekali membahas perihal kata-kata, tentang bagiamana kita berbicara. Alkitab juga menjelaskan bahwa perkataan kita adalah salah satu yang akan dihakimi pada akhir zaman, selain perbuatan dan motivasi hati. Perkataan itu sangat berkuasa, dapat menumbuhkan, tetapi juga dapat meruntuhkan. Perkataan dapat menjadi jerat, seperti perkataan penulis Amsal berikut ini.

Suatu jerat bagi manusia ialah kalau ia tanpa berpikir mengatakan “Kudus”, dan baru mengimbang-nimbang sesudah bernazar. (Amsal 20:25)

Berpikir sebelum berkata-kata adalah sesuatu yang wajib kita lakukan. Orang yang berbicara sebelum berpikir membuat dirinya dan orang lain di sekitarnya dalam bahaya. Kerongkongan kita mesti berfungsi sebagai filter untuk setiap perkataan yang kita keluarkan. Kata-kata itu ibarat anak panah yang sudah melesat ke arah sasaran, tak bisa ditarik kembali. Meski jalur permintaan maaf mungkin tersedia, tetapi anak panah itu tetap sudah melukai sasarannya.

Karena itu penting untuk memikirkan terlebih dahulu apakah yang kita akan katakan itu benar-benar demikian adanya? Jangan mendramatisir, jangan membuat kasus sebagai prinsip, tetapi nyatakanlah apa yang sebenarnya. Begitu juga mesti kita saring apakah yang kita akan perkatakan itu adalah sesuatu yang bagus, menginspirasi, dan membantu orang lain? Apakah yang kita hendak katakan tentang seseorang di belakangnya adalah persis yang kita juga akan katakan apabila yang bersangkutan juga hadir di situ? Apakah kita merasa okay jika orang lain akan menceritakan tentang kita kepada orang lain secara demikian? Jika tidak, maka kita bisa menyimpulkan hal itu tidak perlu kita perkatakan.

1. Penuh dengan penyesalan

Kalau orang baru berpikir setelah kata-katanya menghasilkan dampak yang negatif, maka yang tersisanya baginya adalah penyesalan. Ia menjadi orang yang tidak dapat dipercayai, label negatif melekat pada dirinya. Hidup bisa hancur karena kata-kata, tidak harus karena tindakan kasar secara fisik. Kata-kata itu sangat berkuasa.

Lebih jauh lagi orang-orang yang salah berbicara, hati kecilnya menyesal, tetapi kemudian kesombongannya membuat penyangkalan sehingga ia justru menyalahkan orang lain. Ini lebih pedih lagi. Kita bisa meminimalkan penyesalan di masa mendatang dengan memikirkan perkataan kita sebelum mengucapkannya.

2. Manusia-manusia bocor mulut

Siapa mengumpat, membuka rahasia, sebab itu janganlah engkau bergaul dengan orang yang bocor mulut. (Amsal 20:19)

Orang-orang bocor mulut seperti ini ada di mana-mana, yang penting adalah kita jangan sampai menjadi salah satunya. Semua data yang ada di kepala kita mesti disisir baik-baik sehingga kita memperkatakan apa yang memenuhi kriteria kebenaran dan kebaikan. Penguasaan diri adalah karakter yang tidak dimiliki oleh orang-orang yang bocor mulut ini. Apa yang ada di kepala mereka tumpah ke mana-mana. Orang-orang seperti ini tidak berpikir sebelum berbicara.

Berhati-hatilah dengan orang seperti itu. Jangan pernah ‘curhat’ dengan mereka. Apa yang kita rencanakan untuk kebaikan akan menjadi bencana ketika membicarakannya kepada orang yang salah. Meski tujuan kita adalah memberi pengertian kepada orang-0rang seperti ini, kerap berubah menjadi persoalan. Jadi jangan pernah berharap orang seperti ini untuk mengerti yang kita maksudkan. Sebaliknya latih diri kita untuk menguasai diri, memikirkan apa yang kita hendak bicarakan.

3. Menjauhkan bibir yang pengalaman

Sekalipun ada emas dan permata banyak, tetapi yang paling berharga ialah bibir yang berpengalaman. (Amsal 20:15)

Sayangnya lebih banyak orang yang mengejar emas dan permata daripada bibir yang berpengertian. Padahal emas dan perak itu tidak berkontribusi banyak pada kebahagiaan hidup, apalagi untuk kekekalan hidup. Hubungan-hubungan sejati tidak dibangun oleh emas dan permata. Bibir yang berpengertian dan berpengalaman menentukan kebahagiaan hubungan dan kesejatian hidup.

Latih diri kita dalam mempergunakan kata-kata, sehingga bibir kita semakin berpengalaman.  Pengalaman tidak datang begitu saja, pengalaman adalah hasil dari pembelajaran. Orang yang tidak belajar dari hal yang ia lalui tidak pernah menjadi berpengalaman. Ambil waktu untuk belajar dari setiap perkataan kita dan akibatnya sehingga kita tahu bagaimana perkataan yang bagus dan yang tidak. Orang yang berkata-kata tanpa berpikir tidak mungkin menjadi berpengalaman.

Bapa, kami mau berpikir sebelum berkata-kata, bantulah kami agar semakin berpengalaman. Amen.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Related post
Kapan Tuhan Tidak Menjawab Doa? Inilah 3 Alasan Paling Umum Yang Perlu Anda Tahu!

togarsianturi

30 Jan 2026

Banyak orang percaya bergumul dengan pertanyaan yang sangat menyakitkan: “Mengapa Tuhan tidak menjawab doa saya?” Kita sudah berdoa dengan sungguh-sungguh, berpuasa, bahkan mungkin menangis di hadapan-Nya, namun jawaban yang dinanti tak kunjung tiba. Rasa kecewa, ragu, bahkan marah bisa menyelinap masuk dan mengikis iman kita. Apakah Tuhan tidak mendengar? Apakah Ia tidak peduli? Atau adakah …

Lelah & Ingin Menyerah? Simak Pesan Tuhan untuk Pulihkan Anda

togarsianturi

29 Jan 2026

Ada momen dalam hidup di mana kata-kata “aku tidak sanggup lagi” bukan sekadar keluhan, melainkan jeritan jujur dari jiwa yang sudah melampaui batas kekuatannya. Kelelahan batin sering kali mendistorsi cara kita melihat diri sendiri, masa depan, dan bahkan cara kita memandang kasih Tuhan. Kita merasa kosong, hampa, dan kehilangan identitas, persis seperti yang dialami oleh …

Baca Alkitab Tapi Gak Ngerti? Ini Rahasia Cara Belajarnya

togarsianturi

28 Jan 2026

Banyak orang Kristen menyimpan rahasia kecil di dalam hati mereka: mereka sering membuka Alkitab dengan harapan besar, namun menutupnya kembali dengan rasa bingung dan kecewa. Masalahnya bukan karena Anda kurang pintar atau kurang rohani, melainkan karena kebanyakan dari kita tidak pernah diajarkan “cetak biru” cara mempelajarinya dengan benar. Alkitab bukanlah buku yang sekadar untuk dibaca …

Stop Mengeluh! Ini Cara Alkitabiah Ubah Nasib 90 Hari

togarsianturi

27 Jan 2026

Banyak orang Kristen berdoa meminta perubahan hidup tetapi tetap melakukan rutinitas yang sama setiap harinya tanpa ada kemajuan. Kita sering kali menunggu “tongkat ajaib” Tuhan bekerja sementara kita sendiri terjebak dalam keluhan dan keputusasaan yang melelahkan. Padahal, Tuhan sering kali bekerja melalui ketaatan kita untuk mengambil langkah-langkah kecil yang konsisten di dalam iman. Mari kita …

3 Rahasia Tetap Konsisten Saat Teduh di Tengah Kesibukan

togarsianturi

26 Jan 2026

Banyak pria Kristen mengawali minggu dengan semangat membara untuk lebih dekat dengan Tuhan, namun sering kali layu di tengah jalan karena kesibukan. Rasa bersalah muncul saat kita melewatkan satu hari, dan akhirnya kita menyerah sama sekali karena merasa tidak akan pernah bisa konsisten. Masalah utamanya bukanlah kurangnya kasih kita kepada Tuhan, melainkan kurangnya sistem yang …

Cek Imanmu! 4 Tanda Anda Sudah Dewasa Secara Rohani

togarsianturi

25 Jan 2026

  Kita semua memulai perjalanan iman sebagai bayi rohani yang hanya fokus pada kebutuhan dan kenyamanan diri sendiri. Namun, tujuan Tuhan bagi setiap kita adalah untuk bertumbuh, matang, dan menjadi pribadi yang semakin serupa dengan Kristus. Kedewasaan rohani bukanlah tentang berapa lama Anda sudah menjadi Kristen, melainkan tentang transformasi hati yang menghasilkan buah-buah Roh yang …