Kristen-Kristen Amatir

Maafkan kami jika selama ini Anda menemukan orang yang mengaku sebagai Kristen, artinya bagi Anda mereka itu adalah pengikut Yesus Kristus, tetapi mempertontonkan sikap tak terpuji. Itu bukan salah Juru Selamat kami, itu adalah salah kami.

Mungkin ia adalah seorang rekan kerja Anda yang mulutnya sama kotornya dengan selokan di belakang kantor. Atau ia adalah tetangga Anda yang katanya selalu berdoa dan beribadah, tetapi gosipnya justru lebih rajin dan tak bisa memberi maaf atas kesalahan orang lain. Sebagian lagi mungkin Anda temukan di media sosial, mereka berdebat dengan kata-kata makian dan merendahkan pihak lain, sembari membela kekristenan, Alkitab atau Yesus Kristus.

Kenalkan Yesus Kristus, yang datang menjadi manusia dua ribu tahun lalu. Dia berteman dengan orang-orang yang sama sekali tidak seperti Dia. Dia makan bersama dengan pemungut cukai, yang dianggap sebagai penghianat oleh teman sebangsanya. Dengan penuh kasih Dia menerima perempuan yang reputasinya adalah sundal. Dia menyelamatkan nyawa perempuan yang sudah di ujung tanduk karena kedapatan berbuat zinah. Dia memerdekakan seorang perempuan yang sudah memiliki 5 suami dan sedang hidup dengan laki-laki yang bukan suaminya. Dari atas salib, Dia mendoakan orang-orang munafik yang telah mem-fitnahNya.

Dia tidak membalas kejahatan dengan kejahatan sebab Dia tahu kalau itu yang terjadi maka siapapun yang menang, tetap saja kejahatan yang menang. Dia merendahkan diri serendah mungking dengan mengambil air dan handuk lalu membasuh kaki murid-muridNya. Dia tidak melegalkan balas dendam, malah Dia mengajarkan agar pengikutnya berdoa untuk orang-orang yang memusuhi mereka. Dia hidup dengan segala kesederhanaan sebab tidak ada kekayaan dan kemegahan dunia ini yang menyilaukanNya.

Dia tidak memaki, Dia yang dicaci maki. Dia tidak melakukan kejahatan, orang lain yang mejahatiNya. Dia memberkati, tidak mengutuk. Dia memerdekakan, tidak memperhamba. Dia memberi, tidak mengambil. Dia tidak berkata dusta, justru Dia dihukum melalui saksi dusta. Dia tahu persis apa yang BapaNya di Sorga ketahui, Dia tak mencari penerimaan manusia. Dia tidak berusaha untuk tampil benar di hadapan manusia yang memang hobinya adalah mencari kesalahan orang lain.

Jadi Anda dengan mudah dapat menilai sekarang, dan semoga juga dapat memaafkan orang-orang amatiran yang merasa diri paling benar, yang tidak punya integritas dan moral. Mereka mungkin memang berpikir diri mereka sebagai pengikut Yesus, tetapi mereka masih jauh. Mengikut Yesus baru sebatas wacana bagi mereka. Mereka itu hanya bayi-bayi rohani yang fanatik buta, mereka baru belajar berbicara. Maafkanlah mereka.

Jurus yang mereka mainkan bukanlah jurus Alkitab, bukan pula perintah dari Tuhan Yesus. Kami juga berharap dapat mendidik mereka itu agar menjadi lebih dewasa, sebagaian sedang dalam proses, tetapi ada juga yang apa daya, mereka malah berpikir kami yang harus belajar dari mereka. Tapi kami tidak rela, kami hanya akan terus belajar dari Kristus Yesus, agar semakin hari kami kiranya menjadi semakin mirip dengan Tuhan Yesus Kristus.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *