3 Faktor Pemelihara Damai Sejahtera Anda

Inilah damai sejahtera yang sejati itu, yakni bahwa sang Raja Damai datang mendamaikan manusia berdosa, yang dulu adalah seteru Allah sehingga kini menjadi sekutu.
Jadi damai sejahtera terutama kaitannya bukan dengan suasana atau perasaan, melainkan dengan penebusan dan pemulihan hubungan (rekonsiliasi).
Dengan dosa, kita memberontak dan memusuhi Allah, kita hidup jauh dariNya. Maka satu-satunya solusi untuk peperangan ini adalah kehadiran Juru Damai yang harus membuat pengorbanan agar keadilan dan kemurahan Allah ditegakkan pada saat yang bersamaan, dan segala perbudakan Iblis dipatahkan.
Kita yang tadinya tidak punya pengharapan sekarang mendapat tempat terhormat dalam rumah Allah.
“Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.”
Kolose 1:21-22
Tidak ada pendamaian tanpa pencurahan darah dan adalah darah suci Kristus yang menyucikan dan menguduskan kita.
Ah, betapa bersyukurnya saya memiliki damai sejahtera ini. Ini nyaris tidak ada hubungannya dengan masalah kekayaan dan kepemilikan harta benda, tetapi dengan perihal saya memiliki hubungan yang dipulihkan dengan Allah. Hubungan ini dulunya sangat kacau dan dalam peperangan selama berabad-abad.
Betapa berharganya pendamaian yang Kristus kerjakan ini. Tetapi saya tidak akan mendapat damai sejahtera apa-apa jika saya tidak membangun hubungan saya secara intim dan mendalam dengan Allah.
Iblis terus berusaha memalsukan damai sejahtera yang sangat mahal itu dengan berbagai bentuk yang menyedihkan dan sangat fana.
Rasa syukur membuat damai sejahtera yang seharga darah Putra Allah itu terpelihara
Dosa adalah masalah satu-satunya umat manusia. Dosa adalah biang penyebab hilangnya damai sejahtera, putusnya hubungan dengan Allah serta ditabuhnya genderang perang terhadap Sorga. Damai sejahtera hanya mungkin timbul lagi bila dosa saya diampuni, dibereskan. Dan itulah yang Kristus lakukan bagi saya dan semua umat manusia.
Apakah yang dapat saya lakukan untuk membalas besar pengorbanan Tuhan Yesus? Yang dapat terpikirkan oleh saya hanyalah rasa syukur, pujian, sembah dan penyerahan hidup menghamba sehabis-habisnya. Rasa syukur memelihara damai sejahtera kita.
Memelihara damai sejahtera saya berarti memelihara hubungan saya dengan Allah Bapa
Jika kedatangan dan kematian Yesus ke muka bumi adalah untuk memulihkan hubungan itu, tetapi ternyata saya bahkan tidak melakukan usaha apa-apa untuk memelihara keintiman hubungan itu, betapa sia-sianya Yesus berkorban bagiku. Hubungan dengan Allah adalah damai sejahtera itu, saya tak bisa memiliki damai itu jika saya ternyata tidak memiliki hubungan itu.
Saya akan terus belajar menghargai, mengutamakan dan mendalami hubungan dengan Bapa. MencintaiNya, memikirkanNya, mendengarkanNya, menaatiNya dan menyembahNya adalah tujuan hidup saya.
Faktor berikutnya untuk damai sejahtera saya adalah kekudusan hidup saya
Karena dosa adalah yang bertanggungjawab atas semua permasalahan hilangnya damai sejahtera itu maka saya mesti membuang jauh-jauh semua sel-sel dosa dalam diri saya. Iblis mencoba segala cara, dari dakwaan bahkan godaan, dari ancaman hingga persahabatan, dari logika sampai ke emosi untuk membawa saya terjun dari pelukan kasih Allah.
Saya melihat jelas masa-masa di mana saya terpojok atau dipojokkan oleh orang-orang yang sangat saya respek dan cintai, difitnah secara menyeramkan, lalu saya kerap menjadi sangat rentan di masa-masa itu bahkan sampai jatuh ke dalam dosa. Betapa bodohnya saya diprovokosi oleh si Jahat itu. Saya mengerti sekarang mengapa Tuhan Yesus berkata jalan itu sempit, tentu saja karena kanan kiri saya bisa kena.
Bapa, meski begitu banyak perangkap yang Iblis pasang, meski saya harus berjalan melalui lembah kekelaman, meski segudang godaan dan tekanan untuk menjatuhkan saya, Engkaulah andalan saya, Engkaulah kuat, penghibur, penolong saya. Lingkupilah saya selalu. Amen.
togarsianturi
30 Jan 2026
Banyak orang percaya bergumul dengan pertanyaan yang sangat menyakitkan: “Mengapa Tuhan tidak menjawab doa saya?” Kita sudah berdoa dengan sungguh-sungguh, berpuasa, bahkan mungkin menangis di hadapan-Nya, namun jawaban yang dinanti tak kunjung tiba. Rasa kecewa, ragu, bahkan marah bisa menyelinap masuk dan mengikis iman kita. Apakah Tuhan tidak mendengar? Apakah Ia tidak peduli? Atau adakah …
togarsianturi
29 Jan 2026
Ada momen dalam hidup di mana kata-kata “aku tidak sanggup lagi” bukan sekadar keluhan, melainkan jeritan jujur dari jiwa yang sudah melampaui batas kekuatannya. Kelelahan batin sering kali mendistorsi cara kita melihat diri sendiri, masa depan, dan bahkan cara kita memandang kasih Tuhan. Kita merasa kosong, hampa, dan kehilangan identitas, persis seperti yang dialami oleh …
togarsianturi
28 Jan 2026
Banyak orang Kristen menyimpan rahasia kecil di dalam hati mereka: mereka sering membuka Alkitab dengan harapan besar, namun menutupnya kembali dengan rasa bingung dan kecewa. Masalahnya bukan karena Anda kurang pintar atau kurang rohani, melainkan karena kebanyakan dari kita tidak pernah diajarkan “cetak biru” cara mempelajarinya dengan benar. Alkitab bukanlah buku yang sekadar untuk dibaca …
togarsianturi
27 Jan 2026
Banyak orang Kristen berdoa meminta perubahan hidup tetapi tetap melakukan rutinitas yang sama setiap harinya tanpa ada kemajuan. Kita sering kali menunggu “tongkat ajaib” Tuhan bekerja sementara kita sendiri terjebak dalam keluhan dan keputusasaan yang melelahkan. Padahal, Tuhan sering kali bekerja melalui ketaatan kita untuk mengambil langkah-langkah kecil yang konsisten di dalam iman. Mari kita …
togarsianturi
26 Jan 2026
Banyak pria Kristen mengawali minggu dengan semangat membara untuk lebih dekat dengan Tuhan, namun sering kali layu di tengah jalan karena kesibukan. Rasa bersalah muncul saat kita melewatkan satu hari, dan akhirnya kita menyerah sama sekali karena merasa tidak akan pernah bisa konsisten. Masalah utamanya bukanlah kurangnya kasih kita kepada Tuhan, melainkan kurangnya sistem yang …
togarsianturi
25 Jan 2026
Kita semua memulai perjalanan iman sebagai bayi rohani yang hanya fokus pada kebutuhan dan kenyamanan diri sendiri. Namun, tujuan Tuhan bagi setiap kita adalah untuk bertumbuh, matang, dan menjadi pribadi yang semakin serupa dengan Kristus. Kedewasaan rohani bukanlah tentang berapa lama Anda sudah menjadi Kristen, melainkan tentang transformasi hati yang menghasilkan buah-buah Roh yang …
31 Oct 2018 1.671 views
Kita memiliki empat Injil dalam Perjanjian Baru, Allah dengan sengaja memasukkannya ke dalam Kitab kanonik kita, yakni: 1. Matius 2. Markus 3. Lukas 4. Yohanes Injil Sinoptik Tiga dari empat Injil itu disebut sinoptik: Matius, Markus, Lukas. Sinoptik berasal dari dua kata, sin = sama, optic = cara pandang. Artinya ketiga Injil ini melihat …
29 Mar 2019 1.504 views
Inilah damai sejahtera yang sejati itu, yakni bahwa sang Raja Damai datang mendamaikan manusia berdosa, yang dulu adalah seteru Allah sehingga kini menjadi sekutu. Jadi damai sejahtera terutama kaitannya bukan dengan suasana atau perasaan, melainkan dengan penebusan dan pemulihan hubungan (rekonsiliasi). Dengan dosa, kita memberontak dan memusuhi Allah, kita hidup jauh dariNya. Maka satu-satunya …
19 Oct 2018 1.412 views
Tidak akan ada damai di antara negara, jika tidak ada damai di negara, tidak ada damai dalam negara jika tidak ada damai dalam orang-orangnya, tidak ada damai dalam orang-orang jika orang-orang tidak menyerahkan hidupnya ke tangan si Raja Damai. Benar sekali apa yang Heyden Robinson, penulis buku Salt And Light, ungkapkan dalam kutipan di atas. …
24 Jul 2019 1.289 views
Seorang teman yang berdagang di pasar pernah berkata begini kepada saya, “Saya mana bisa untung kalau jujur-jujur!” Benar-benar kalimat yang membuat saya tercenung. Sebegitu kelam-kah sistem perdagangan sehingga cara untuk sukses adalah dengan berbuat dosa? Tidakkah kita bisa saling menguntungkan dengan cara yang jujur? Begitu juga pembeli berbuat munafik ketika menawar barang, ia menekan …
17 Jul 2019 1.249 views
Menurut tradisi rabinik Yahudi (Babylonian Talmud) Amos, ayah Yesaya, adalah anak dari raja Yoas dan saudara dari raja Amazia. Sedangkan dalam Alkitab jelas raja Uzia adalah anak Amazia dan cucu dari raja Yoas. Jika benar demikian maka Yesaya adalah sepupu raja Uzia, hal ini menjelaskan mengapa Yesaya bebas berada di istana raja dan sangat fasih …
27 Jun 2019 1.209 views
Amsal banyak membantu orang percaya mengerti sifat alami dari godaan dan tipu muslihat dosa. Termasuk bagaimana sang Penulis mempersonifikasikan godaan dunia ini sebagai seorang perempuan jalang. Karena bibir perempuan jalang menitikkan tetesan madu dan langit-langit mulutnya lebih licin dari pada minyak, 4 tetapi kemudian ia pahit seperti empedu, dan tajam seperti pedang bermata dua. …
28 Nov 2020 1.123 views
Usai pembicaraan poin sebelumnya dengan oppung, saya memastikan lagi apakah oppung dapat memahami pembicaraan kami atau ada yang hendak ditanyakan. Oppung menceritakan perasaan sukacitanya dengan pemahaman itu dan tidak ada pertanyaan. Lalu saya bertanya siapakah Yesus itu dalam iman oppung sekarang. Oppung yakin bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat baginya. Karena itu saya tuntun …
Comments are not available at the moment.