
Berkenalan Dengan Yesaya
Menurut tradisi rabinik Yahudi (Babylonian Talmud) Amos, ayah Yesaya, adalah anak dari raja Yoas dan saudara dari raja Amazia. Sedangkan dalam Alkitab jelas raja Uzia adalah anak Amazia dan cucu dari raja Yoas. Jika benar demikian maka Yesaya adalah sepupu raja Uzia, hal ini menjelaskan mengapa Yesaya bebas berada di istana raja dan sangat fasih tentang seluk beluk dunia politik masa itu.
Penglihatan yang telah dilihat Yesaya bin Amos tentang Yehuda dan Yerusalem dalam zaman Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, raja-raja Yehuda. Yesaya 1:1
Yesaya mulai bernubuat sekitar tahun 740 SM. Tidak kurang dari 40 tahun lamanya ia bernubuat dalam masa pemerintahan 4 raja Yehuda. Dia bernubuat terutama untuk kerajaan Yehuda, tetapi juga tentang kerajaan Israel dan bangsa-bangsa lain. Israel tidak bertobat, sehingga akhirnya Asyur membawanya ke dalam pembuangan pada tahun 722 SM. Yehuda masih diberi kesempatan untuk bertobat karena Allah mengingat hati Daud. Dia mengutus sejumlah nabi untuk menuntun mereka kepada pertobatan. Tetapi pertobatan adalah sebuah keputusan dan Yehuda tidak pernah memutuskan untuk bertobat sehingga mereka dibuang ke Babel.
Kitab Yesaya ini sangat menarik dari berbagai hal. Dalam penemuan gulungan kitab di gua Qumran oleh gembala Badawi pada tahun 1946, seluruh kitab Yesaya adalah salah satu yang utuh. Itu adalah naskah tertua yang kini kita miliki, berasal dari tahun 100 SM. Banyak sekali ayat-ayat dari kitab Yesaya yang diketahui orang Kristen, tetapi tidak banyak yang benar-benar tahu tentang seluruh kitab dan nabi Yesaya ini.
Kitab ini dibagi dalam 2 bagian besar. Meski kita meyakini bahwa nomor ayat dan nomor pasal dalam Alkitab bukanlah bagian firman Allah. Sedari awalnya nomor dan pembagian tersebut tidak ada dan bahwa ada pembagian-pembagian pasal yang tidak pas sehingga dapat memberi arti yang berbeda. Namun demikian, ada sesuatu yang luar biasa tentang pembagian pasal dalam kitab Yesaya ini. Dua bagian besar Yesaya itu terdiri dari 39 pasal dan 27 pasal, itu adalah jumlah yang sama dengan jumlah kitab dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Lagi pula bagian pertama yang terdiri dari 39 pasal itu menyimpulkan pesan-pesan yang ada dalam Perjanjian Lama sedangkan 27 pasal dalam bagian kedua itu menyuarakan pesan Perjanjian Baru. Kita tidak tahu apakah orang yang membagi pasal itu sedemikian menyadari apa yang sedang ia lakukan, tetapi Yesaya ini bisa kita sebut sebagai miniatur Alkitab.
Bagian kedua kitab itu dimulai dengan pekerjaan Yohanes Pembaptis: Ada suara yang berseru-seru: “Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! (Yesaya 40:3). Terus berbicara tentang hamba Allah yang diurapi Roh Kudus, yang mati untuk dosa umatNya dan tentang kebangkitanNya dan Dia ditinggikan setelah kematianNya (Yesaya 52:13-53:12). Selanjutnya menyatakan tentang menjadi saksi untuk seluruh bangsa (Yesaya 55:4). Kemudian diakhiri dengan deklarasi langit dan bumi yang baru (Yesaya 66:22), serta satu tempat yang lain di mana ulat tidak akan mati dan api tidak akan padam (Yesaya 66:24).
Yesaya menurut tradisi mati dibunuh oleh raja Manasye. Manasye adalah anak dari raja Hizkia. Manasye sangat jahat, ia mendirikan kembali bukit-bukit pengorbanan yang telah dirobohkan ayahnya. Ia sujud menyembah kepada segenap tentara langit, bahkan ia membakar anak-anaknya dalam api sebagai kurban di Lebak Ben-Hinom. Ia juga melakukan segudang penyembahan berhala lainnya. Tentu saja nabi seperti Yesaya menjadi penghalang baginya sehingga ia memesan satu batang pohon dengan membuat lubang di tengahnya, kemudian mengikat nabi Yesaya dan memasukkannya ke dalam lubang tersebut. Lalu Manasye memerintahkan orang untuk menggergaji pohon itu dengan sang nabi di dalamnya. Kisah inilah yang disebutkan dalam Ibrani 11.
Berkenalan dengan nabi Yesaya berarti bersentuhan dengan sebuah hati yang sangat lembut di hadapan Allah, kokoh dalam pemberitaan serta setia hingga akhirnya. Berkenalan dengan Yesaya membuat hati kita bergetar dan tertusuk akan hidup kita sendiri. Orang yang mengenal Yesaya dengan baik akan sungguh-sungguh bertobat dan memberi diri dipakai Allah sehabis-habisnya hingga tidak ada yang tersisa bagi dunia ini.
1. Menjadi nabi di tempat yang tidak mudah
Nama Yesaya berarti “Allah menyelamatkan”, sama dengan nama Yosua dan Yesus. Sesuai namanya, ia membawa berita penyelamatan dari Allah kepada umat manusia. Berita penyelamatan selalu berbicara tentang penghakiman dan pengharapan. Tetapi ia berada di masa yang sangat tidak mudah. Bahkan Allah sudah memberitahu di awal bahwa khotbahnya tidak akan didengar dan orang-orang tidak akan mengerti, sebaliknya justru hati bangsa itu akan menjadi keras.
Sebagai keturunan raja, Yesaya memiliki posisi, harta kekayaan, dan pengaruh. Itu tentu tidak membuatnya lebih mudah dalam hal menjadi seorang nabi Allah. Ia harus merelakan terlalu banyak hal. Ia menghadapi lebih banyak pertentangan. Tetapi Yesaya terlalu percaya kepada Allah sehingga ia sama sekali tidak goyah.
Masa ini juga bukan masa yang mudah untuk menerima pemberitaan Injil Kristus. Manusia menjadi semakin maju, semakin pintar, semakin aneh, semakin susah memiliki iman. Tetapi meski berita yang kita bagikan tidak diterima, yang terpenting bagi kita adalah memberitakan berita dari Allah itu. Sukses kita, pada dasarnya, tidak diukur dari berapa banyak orang yang menjadi percaya, tetapi dari seberapa setia kita memberitakan berita Allah itu sesuai dengan cara yang Allah kehendaki. Itulah yang menjadi sukacita kita. Ketika jiwa diselamatkan, itu adalah kemuliaan Allah, kita hanyalah alat yang ia pakai.
2. Hidup sebagai martir bagi Allah
Bukan kematian yang membuat seseorang menjadi martir, sebab semua orang juga akan mati. Tetapi orang yang hidup untuk memberitakan Injil Kristus (marturia) adalah orang, yang apabila mati karena pemberitaannya, yang disebut mati martir, yakni kematian seorang pemberita. Meski tidak semua orang akan mati dengan cara dibunuh seperti Yesaya, tetapi semua orang percaya mesti hidup sebagai seorang martir.
Kerap kita dengar orang membuat klaim bahwa ia telah ‘mewakafkan’ dirinya untuk sesuatu yang ia yakini. Dengan menjadi seorang murid Yesus, maka kita juga sudah mewakafkan diri kita untuk memberitakan firman Tuhan. Menghidupkan kembali semangat Yesaya dalam gereja Tuhan masa sekarang ini akan membuat gereja bersinar luar biasa. Kiranya kita masing-masing memulai dari diri kita, bangkit dan beritakanlah Injil Kristus apapun yang menjadi harganya.
3. Selesaikan pertandingan hingga garis finish
Memulai pertandingan iman adalah satu hal, tetapi menyelesaikannya adalah hal lain. Tidak terhitung jumlah orang yang telah memulai perjalanan iman mereka yang kemudian berhenti di tengah jalan. Hati mereka berubah, prinsip hidup mereka disusupi oleh dunia lagi, mereka kembali ke jalan yang telah mereka tinggalkan sebelumnya. Yesaya setia menjadi penyambung lidah Allah dari pemerintahan satu raja kepada raja yang lain. Ia tidak hanya memulai dengan semangat, tetapi ia mengakhiri dengan gemilang.
Secara pribadi, banyak sekali orang yang saya kenal yang dulu telah mendaftarkan diri ke dalam pasukan Kristus, namun sekarang mereka tidak ada lagi, mereka meninggalkan Kristus. Sebagian mereka masih tetap beragama Kristen dan pergi ke gereja, tetapi mereka telah mendiskon perintah Kristus yang mereka tahu. Betapa menyedihkan mengingat mereka satu per satu, mereka tertipu dan jatuh kepada kenyamanan.
Mari selesaikan dengan baik pertandingan iman kita, jangan diskon, jangan terus bercerita apa yang dulu pernah terjadi, tetapi apa yang sekarang sedang kita kerjakan untuk menjadikan semua bangsa murid Yesus.
Bapa, terimakasih untuk contohan nabi Yesaya yang sangat luar biasa memberitakan pesan yang Engkau berikan padanya. Kuatkan kami untuk mengikuti teladannya. Amen.
togarsianturi
17 Jan 2026
Anda Bukan Gagal—Anda Baru Mulai Ketika Timeline Orang Lain Terlihat Lebih Cerah Akhir tahun sering terasa kejam bagi banyak orang. Media sosial mendadak dipenuhi parade pencapaian dan perayaan. Ada yang naik jabatan, membeli rumah, atau liburan ke luar negeri. Semua tampak bergerak maju dengan cepat. Sementara Anda mungkin masih di titik yang sama. Tabungan tidak …
togarsianturi
16 Jan 2026
Simpan Dendam Itu Seperti Minum Racun Racun yang Kita Teguk Setiap Hari Ada sebuah kutipan terkenal yang sering dikaitkan dengan Nelson Mandela. “Resentment is like drinking poison and then hoping it will kill your enemies.” Ungkapan ini terdengar konyol, tetapi sangat realistis. Setiap hari, jutaan orang meneguk racun yang sama. Mereka marah pada mantan pasangan, …
togarsianturi
15 Jan 2026
Gak Enakan Sama Teman Kantor? Ini Cara Bilang “Tidak” Pendahuluan: Ketika Kebaikan Berubah Menjadi Beban Di hampir setiap kantor, selalu ada satu sosok yang dikenal sebagai “Yes Man”. Orang ini paling sulit mengucapkan kata tidak kepada siapa pun. Diminta lembur menggantikan rekan, ia mengangguk. Diminta mengerjakan tugas di luar tanggung jawabnya, ia …
togarsianturi
14 Jan 2026
Lelah Mental? Coba Detoks Digital 24 Jam Ketika Pagi Hari Tidak Lagi Dimulai dengan Kesadaran Jujur saja, apa hal pertama yang Anda sentuh saat membuka mata setiap pagi. Apakah tangan pasangan, atau justru layar smartphone yang selalu setia menunggu. Banyak orang memulai hari bukan dengan doa atau kesadaran, melainkan notifikasi. Tanpa disadari, hari sudah …
togarsianturi
13 Jan 2026
Jangan Masuk Tahun Baru dengan Hidup yang Sama Akhir Tahun Adalah Cermin, Bukan Sekadar Perayaan Rasanya baru kemarin kita menyambut tahun baru dengan penuh harapan dan target besar. Kini Desember kembali hadir tanpa aba-aba, membawa kesadaran bahwa waktu bergerak sangat cepat. Kesibukan kerja dan tuntutan hidup sering membuat kita lupa berhenti sejenak. Padahal, hidup yang …
togarsianturi
11 Jan 2026
Ingin merdeka secara finansial? Simak prinsip Alkitabiah dalam mengelola uang sebagai alat dan ujian iman. Uang sering kali menjadi subjek yang sangat sensitif bagi banyak pria karena ia sangat berkaitan erat dengan rasa aman dan harga diri kita. Namun, Alkitab secara konsisten mengajarkan bahwa uang bukanlah tujuan akhir, melainkan alat untuk melayani …
31 Oct 2018 1.330 views
Kita memiliki empat Injil dalam Perjanjian Baru, Allah dengan sengaja memasukkannya ke dalam Kitab kanonik kita, yakni: 1. Matius 2. Markus 3. Lukas 4. Yohanes Injil Sinoptik Tiga dari empat Injil itu disebut sinoptik: Matius, Markus, Lukas. Sinoptik berasal dari dua kata, sin = sama, optic = cara pandang. Artinya ketiga Injil ini melihat …
29 Mar 2019 1.101 views
Inilah damai sejahtera yang sejati itu, yakni bahwa sang Raja Damai datang mendamaikan manusia berdosa, yang dulu adalah seteru Allah sehingga kini menjadi sekutu. Jadi damai sejahtera terutama kaitannya bukan dengan suasana atau perasaan, melainkan dengan penebusan dan pemulihan hubungan (rekonsiliasi). Dengan dosa, kita memberontak dan memusuhi Allah, kita hidup jauh dariNya. Maka satu-satunya …
19 Oct 2018 1.004 views
Tidak akan ada damai di antara negara, jika tidak ada damai di negara, tidak ada damai dalam negara jika tidak ada damai dalam orang-orangnya, tidak ada damai dalam orang-orang jika orang-orang tidak menyerahkan hidupnya ke tangan si Raja Damai. Benar sekali apa yang Heyden Robinson, penulis buku Salt And Light, ungkapkan dalam kutipan di atas. …
27 Jun 2019 973 views
Amsal banyak membantu orang percaya mengerti sifat alami dari godaan dan tipu muslihat dosa. Termasuk bagaimana sang Penulis mempersonifikasikan godaan dunia ini sebagai seorang perempuan jalang. Karena bibir perempuan jalang menitikkan tetesan madu dan langit-langit mulutnya lebih licin dari pada minyak, 4 tetapi kemudian ia pahit seperti empedu, dan tajam seperti pedang bermata dua. …
24 Jul 2019 927 views
Seorang teman yang berdagang di pasar pernah berkata begini kepada saya, “Saya mana bisa untung kalau jujur-jujur!” Benar-benar kalimat yang membuat saya tercenung. Sebegitu kelam-kah sistem perdagangan sehingga cara untuk sukses adalah dengan berbuat dosa? Tidakkah kita bisa saling menguntungkan dengan cara yang jujur? Begitu juga pembeli berbuat munafik ketika menawar barang, ia menekan …
17 Jul 2019 846 views
Menurut tradisi rabinik Yahudi (Babylonian Talmud) Amos, ayah Yesaya, adalah anak dari raja Yoas dan saudara dari raja Amazia. Sedangkan dalam Alkitab jelas raja Uzia adalah anak Amazia dan cucu dari raja Yoas. Jika benar demikian maka Yesaya adalah sepupu raja Uzia, hal ini menjelaskan mengapa Yesaya bebas berada di istana raja dan sangat fasih …
28 Nov 2020 824 views
Usai pembicaraan poin sebelumnya dengan oppung, saya memastikan lagi apakah oppung dapat memahami pembicaraan kami atau ada yang hendak ditanyakan. Oppung menceritakan perasaan sukacitanya dengan pemahaman itu dan tidak ada pertanyaan. Lalu saya bertanya siapakah Yesus itu dalam iman oppung sekarang. Oppung yakin bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat baginya. Karena itu saya tuntun …
Comments are not available at the moment.