Home » Bible » Devotionals » Manusia Bebas Memilih?

Manusia Bebas Memilih?

togarsianturi 21 Feb 2019 310

Efesus 1 adalah satu bagian argumentasi terbesar orang-orang yang mengatakan bahwa Allah telah menentukan siapa saja yang diselamatkan sedari awalnya dan manusia tidak bisa berbuat apa-apa mengenai hal itu.

“Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, Efesus 1:4-5.”

Allah menetapkan rancangan bagi manusia adalah alkitabiah, Allah sangat berdaulat atas segala ciptaanNya juga adalah benar, tetapi yang tidak benar menurut Alkitab adalah bahwa manusia tidak bisa memilih sama sekali.

Suatu kali Allah menyuruh nabi Yeremia ke rumah seorang tukang periuk untuk melihat bagaimana orang itu mengerjakan tanah liat dan membuat bejana (Yeremia 18). Apabila bejana yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya (Yeremia 18:4). Selanjutnya Allah memberitahu pelajarannya kepada Yeremia tentang rancangan indah yang Allah punya, namun pilihan yang dibuat manusia menentukan apa yang ia akan terima, akan menjadi seperti ia akhirnya. Itu satu contoh saja dari Alkitab bagaimana Allah menentukan manusia untuk keselamatan tetapi manusia memilih iman mereka untuk keselamatan atau kebinasaan.

Sedari awalnya Allah menciptakan manusia untuk menjadi mahluk hidup yang memiliki kebebasan untuk memilih, itu dibutuhkan untuk bisa mengasihi dan membangun hubungan denganNya. Allah tidak pernah mencabut keistimewaan manusia itu, dan seolah menjadikan mereka robot. Tidak! Jadi Allah tidak menetapkan si A ke Neraka lalu si B ke Sorga. Alkitab jelas mengatakan Allah menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan semua orang berbalik dan bertobat (2 Petrus 3:9). Sebenarnya orang percaya tidak harus memilih antara menjadi penganut Kalvinis atau pengikut Armenianis sebab kita haruslah menjadi pengikut Alkitab, bukan ajaran yang membuat penekanan berlebihan pada satu bagian dan memandang ringan bagian lainnya.

Saya percaya bahwa Allah menetapkan saya untuk menjadi seperti sekarang ini, menuntun orang-orang untuk membawa saya kepada rancanganNya, tetapi jika saja saya menolak atau selama perjalanan 20 tahun ini saya menyerah, maka saya akan gagal mencapai apa yang Allah telah tetapkan untuk menjadi bagian saya. Hari ini, seperti Paulus, saya menjadi pemuja kasih karunia Allah yang telah memungkinkan saya berjalan dalam jalanNya, tetapi juga menjadi pribadi yang sangat bertanggungjawab atas kasih karunia itu serta menjadikannya berdampak maksimal bagi saya dan sesama saya. Amen.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Related post
Kapan Tuhan Tidak Menjawab Doa? Inilah 3 Alasan Paling Umum Yang Perlu Anda Tahu!

togarsianturi

30 Jan 2026

Banyak orang percaya bergumul dengan pertanyaan yang sangat menyakitkan: “Mengapa Tuhan tidak menjawab doa saya?” Kita sudah berdoa dengan sungguh-sungguh, berpuasa, bahkan mungkin menangis di hadapan-Nya, namun jawaban yang dinanti tak kunjung tiba. Rasa kecewa, ragu, bahkan marah bisa menyelinap masuk dan mengikis iman kita. Apakah Tuhan tidak mendengar? Apakah Ia tidak peduli? Atau adakah …

Lelah & Ingin Menyerah? Simak Pesan Tuhan untuk Pulihkan Anda

togarsianturi

29 Jan 2026

Ada momen dalam hidup di mana kata-kata “aku tidak sanggup lagi” bukan sekadar keluhan, melainkan jeritan jujur dari jiwa yang sudah melampaui batas kekuatannya. Kelelahan batin sering kali mendistorsi cara kita melihat diri sendiri, masa depan, dan bahkan cara kita memandang kasih Tuhan. Kita merasa kosong, hampa, dan kehilangan identitas, persis seperti yang dialami oleh …

Baca Alkitab Tapi Gak Ngerti? Ini Rahasia Cara Belajarnya

togarsianturi

28 Jan 2026

Banyak orang Kristen menyimpan rahasia kecil di dalam hati mereka: mereka sering membuka Alkitab dengan harapan besar, namun menutupnya kembali dengan rasa bingung dan kecewa. Masalahnya bukan karena Anda kurang pintar atau kurang rohani, melainkan karena kebanyakan dari kita tidak pernah diajarkan “cetak biru” cara mempelajarinya dengan benar. Alkitab bukanlah buku yang sekadar untuk dibaca …

Stop Mengeluh! Ini Cara Alkitabiah Ubah Nasib 90 Hari

togarsianturi

27 Jan 2026

Banyak orang Kristen berdoa meminta perubahan hidup tetapi tetap melakukan rutinitas yang sama setiap harinya tanpa ada kemajuan. Kita sering kali menunggu “tongkat ajaib” Tuhan bekerja sementara kita sendiri terjebak dalam keluhan dan keputusasaan yang melelahkan. Padahal, Tuhan sering kali bekerja melalui ketaatan kita untuk mengambil langkah-langkah kecil yang konsisten di dalam iman. Mari kita …

3 Rahasia Tetap Konsisten Saat Teduh di Tengah Kesibukan

togarsianturi

26 Jan 2026

Banyak pria Kristen mengawali minggu dengan semangat membara untuk lebih dekat dengan Tuhan, namun sering kali layu di tengah jalan karena kesibukan. Rasa bersalah muncul saat kita melewatkan satu hari, dan akhirnya kita menyerah sama sekali karena merasa tidak akan pernah bisa konsisten. Masalah utamanya bukanlah kurangnya kasih kita kepada Tuhan, melainkan kurangnya sistem yang …

Cek Imanmu! 4 Tanda Anda Sudah Dewasa Secara Rohani

togarsianturi

25 Jan 2026

  Kita semua memulai perjalanan iman sebagai bayi rohani yang hanya fokus pada kebutuhan dan kenyamanan diri sendiri. Namun, tujuan Tuhan bagi setiap kita adalah untuk bertumbuh, matang, dan menjadi pribadi yang semakin serupa dengan Kristus. Kedewasaan rohani bukanlah tentang berapa lama Anda sudah menjadi Kristen, melainkan tentang transformasi hati yang menghasilkan buah-buah Roh yang …