
Meminta bukanlah suatu tindakan yang rendahan, seolah kita tidak mampu atau terlalu berharap kepada pihak lain.
Meminta justru adalah apa yang Tuhan Yesus kerap ajarkan dan perintahkan kepada pengikutNya. Dia bersabda, “mintalah maka hal itu akan diberikan kepadaMu.”
Permintaan dari orang-orang rohani tentu adalah permintaan yang rohani juga, bukan hal-hal yang berpusat pada diri sendiri (self-centered) melainkan untuk kemuliaan Allah dan KerajaanNya (God-centered).
Kejelasan Visi dan Kejelasan Permintaan
Jadi bila kamu sekarang ditanya oleh orang Raja yang sangat berkuasa, yang pasti dapat mengabulkan semua permintaan kamj, apakah yang kamu akan minta? Kejelasan jawaban kamu untuk pertanyaan ini tergantung pada kejelasan visi kamu.
Ketika raja Artahsasta menanyakan Nehemia apa yang ia inginkan, ia meminta agar raja mengutusnya untuk membangun kembali kota kudus. Lihatlah betapa rohaninya permintaan itu, sama sekali bukan untuk kepentingan sendiri tetapi tentang meminta agar dirinya diutus dan dipakai bagi Allah.
Jawabku kepada raja: “Hiduplah raja untuk selamanya! Bagaimana mukaku tidak akan muram, kalau kota, tempat pekuburan nenek moyangku, telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya habis dimakan api?” Lalu kata raja kepadaku: “Jadi, apa yang kauinginkan?” Maka aku berdoa kepada Allah semesta langit, kemudian jawabku kepada raja: “Jika raja menganggap baik dan berkenan kepada hambamu ini, utuslah aku ke Yehuda, ke kota pekuburan nenek moyangku, supaya aku membangunnya kembali.” Nehemia 2:3-5
Jangan hanya kagum dengan puncak, pelajari dari tangga pertama
Nah, banyak orang kagum melihat Nehemia membangun tembok Yerusalem dalam masa 52 hari. Sayangnya, mereka sering mengabaikan bagian awalnya, bagaimana semua hal itu bermula, padahal itu yang teramat penting. Kita harus tahu mulai dari anak tangga pertamanya, jangan hanya terpana dengan puncaknya.
Mari mulai dari hati Nehemia yang sangat terbeban, bagaimana ia berkabung dan berdoa. Ia berpuasa memohon campur tangan sorga. Kemudian ia sudah merancang pekerjaannya di Yerusalem, apa saja yang ia butuhkan. Itulah nanti yang menjadi permintaanya kepada raja Artahsasta.
Tujuan jelas butuh rute jelas juga
Hanya mengetahui tujuan tidak berarti kamh sudah menguasai rute-nya. Meski rute tidak mungkin dibuat jika tidak ada tujuan, tetapi masalahnya banyak orang terhenti hanya pada tujuan saja.
Sekarang pintu utama bagi impian Nehemia terbuka lebar. Nehemia tidak hanya mengejar perkenan Allah, tetapi perkenanan sang raja juga. Untuk berhasil, kamu membutuhkan pertolongan Allah dan manusia yang digerakkan oleh Allah.
Berkenan kepada Allah dan manusia
Allah tidak pernah mengajar umatNya untuk mengabaikan manusia ketika mereka sudah merasa punya hubungan dengan Sorga. Hubungan baik kamu dengan manusia adalah tempat di mana Allah mengerjakan keajaiban, pertobatan dan penyelamatan. Nehemia mengajarkan kamu banyak prinsip sukses.
-
Bertekunlah
Bertekun meminta pengharapan kamu kepada Allah. Bersediakah kamu berduka dan berdoa terus menerus selama 4 bulan untuk impian kamu?
-
Selalu ingat Allah
Hati-hati selagi kamu di atas angin agar jangan sampai melupakan Allah kamu. Ketika pintu terbuka atau berkat tercurah di hadapan kamu, apakah sudah menjadi kebiasaan kamu untuk meminta petunjuk Allah terlebih dahulu, seperti Nehemia?
-
Proyek pertama Allah adalah kamu
Bagian yang pertama selalu Allah mau lakukan bukan memberikan cita-cita kamu, tetapi membentuk kamu. Apa dan bagaimana kamu perlu berubah untuk menjadi pribadi yang pantas menerima impian tersebut?
ORANG YANG MEMILIKI HUBUNGAN YANG OTENTIK DENGAN ALLAH JUGA MEMILIKI HUBUNGAN YANG BAIK DENGAN MANUSIA
Photo: Canva.com
togarsianturi
30 Jan 2026
Banyak orang percaya bergumul dengan pertanyaan yang sangat menyakitkan: “Mengapa Tuhan tidak menjawab doa saya?” Kita sudah berdoa dengan sungguh-sungguh, berpuasa, bahkan mungkin menangis di hadapan-Nya, namun jawaban yang dinanti tak kunjung tiba. Rasa kecewa, ragu, bahkan marah bisa menyelinap masuk dan mengikis iman kita. Apakah Tuhan tidak mendengar? Apakah Ia tidak peduli? Atau adakah …
togarsianturi
29 Jan 2026
Ada momen dalam hidup di mana kata-kata “aku tidak sanggup lagi” bukan sekadar keluhan, melainkan jeritan jujur dari jiwa yang sudah melampaui batas kekuatannya. Kelelahan batin sering kali mendistorsi cara kita melihat diri sendiri, masa depan, dan bahkan cara kita memandang kasih Tuhan. Kita merasa kosong, hampa, dan kehilangan identitas, persis seperti yang dialami oleh …
togarsianturi
28 Jan 2026
Banyak orang Kristen menyimpan rahasia kecil di dalam hati mereka: mereka sering membuka Alkitab dengan harapan besar, namun menutupnya kembali dengan rasa bingung dan kecewa. Masalahnya bukan karena Anda kurang pintar atau kurang rohani, melainkan karena kebanyakan dari kita tidak pernah diajarkan “cetak biru” cara mempelajarinya dengan benar. Alkitab bukanlah buku yang sekadar untuk dibaca …
togarsianturi
27 Jan 2026
Banyak orang Kristen berdoa meminta perubahan hidup tetapi tetap melakukan rutinitas yang sama setiap harinya tanpa ada kemajuan. Kita sering kali menunggu “tongkat ajaib” Tuhan bekerja sementara kita sendiri terjebak dalam keluhan dan keputusasaan yang melelahkan. Padahal, Tuhan sering kali bekerja melalui ketaatan kita untuk mengambil langkah-langkah kecil yang konsisten di dalam iman. Mari kita …
togarsianturi
26 Jan 2026
Banyak pria Kristen mengawali minggu dengan semangat membara untuk lebih dekat dengan Tuhan, namun sering kali layu di tengah jalan karena kesibukan. Rasa bersalah muncul saat kita melewatkan satu hari, dan akhirnya kita menyerah sama sekali karena merasa tidak akan pernah bisa konsisten. Masalah utamanya bukanlah kurangnya kasih kita kepada Tuhan, melainkan kurangnya sistem yang …
togarsianturi
25 Jan 2026
Kita semua memulai perjalanan iman sebagai bayi rohani yang hanya fokus pada kebutuhan dan kenyamanan diri sendiri. Namun, tujuan Tuhan bagi setiap kita adalah untuk bertumbuh, matang, dan menjadi pribadi yang semakin serupa dengan Kristus. Kedewasaan rohani bukanlah tentang berapa lama Anda sudah menjadi Kristen, melainkan tentang transformasi hati yang menghasilkan buah-buah Roh yang …
31 Oct 2018 1.723 views
Kita memiliki empat Injil dalam Perjanjian Baru, Allah dengan sengaja memasukkannya ke dalam Kitab kanonik kita, yakni: 1. Matius 2. Markus 3. Lukas 4. Yohanes Injil Sinoptik Tiga dari empat Injil itu disebut sinoptik: Matius, Markus, Lukas. Sinoptik berasal dari dua kata, sin = sama, optic = cara pandang. Artinya ketiga Injil ini melihat …
29 Mar 2019 1.562 views
Inilah damai sejahtera yang sejati itu, yakni bahwa sang Raja Damai datang mendamaikan manusia berdosa, yang dulu adalah seteru Allah sehingga kini menjadi sekutu. Jadi damai sejahtera terutama kaitannya bukan dengan suasana atau perasaan, melainkan dengan penebusan dan pemulihan hubungan (rekonsiliasi). Dengan dosa, kita memberontak dan memusuhi Allah, kita hidup jauh dariNya. Maka satu-satunya …
19 Oct 2018 1.465 views
Tidak akan ada damai di antara negara, jika tidak ada damai di negara, tidak ada damai dalam negara jika tidak ada damai dalam orang-orangnya, tidak ada damai dalam orang-orang jika orang-orang tidak menyerahkan hidupnya ke tangan si Raja Damai. Benar sekali apa yang Heyden Robinson, penulis buku Salt And Light, ungkapkan dalam kutipan di atas. …
24 Jul 2019 1.362 views
Seorang teman yang berdagang di pasar pernah berkata begini kepada saya, “Saya mana bisa untung kalau jujur-jujur!” Benar-benar kalimat yang membuat saya tercenung. Sebegitu kelam-kah sistem perdagangan sehingga cara untuk sukses adalah dengan berbuat dosa? Tidakkah kita bisa saling menguntungkan dengan cara yang jujur? Begitu juga pembeli berbuat munafik ketika menawar barang, ia menekan …
17 Jul 2019 1.303 views
Menurut tradisi rabinik Yahudi (Babylonian Talmud) Amos, ayah Yesaya, adalah anak dari raja Yoas dan saudara dari raja Amazia. Sedangkan dalam Alkitab jelas raja Uzia adalah anak Amazia dan cucu dari raja Yoas. Jika benar demikian maka Yesaya adalah sepupu raja Uzia, hal ini menjelaskan mengapa Yesaya bebas berada di istana raja dan sangat fasih …
27 Jun 2019 1.254 views
Amsal banyak membantu orang percaya mengerti sifat alami dari godaan dan tipu muslihat dosa. Termasuk bagaimana sang Penulis mempersonifikasikan godaan dunia ini sebagai seorang perempuan jalang. Karena bibir perempuan jalang menitikkan tetesan madu dan langit-langit mulutnya lebih licin dari pada minyak, 4 tetapi kemudian ia pahit seperti empedu, dan tajam seperti pedang bermata dua. …
28 Nov 2020 1.173 views
Usai pembicaraan poin sebelumnya dengan oppung, saya memastikan lagi apakah oppung dapat memahami pembicaraan kami atau ada yang hendak ditanyakan. Oppung menceritakan perasaan sukacitanya dengan pemahaman itu dan tidak ada pertanyaan. Lalu saya bertanya siapakah Yesus itu dalam iman oppung sekarang. Oppung yakin bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat baginya. Karena itu saya tuntun …
Comments are not available at the moment.