Home » Bible » Devotionals » Cara Enteng Menghadapi Tuduhan

Cara Enteng Menghadapi Tuduhan

togarsianturi 29 Oct 2018 391

 

Cara berpikir bebas versi manusia sekarang membuat ramai dunia ini dengan perdebatan. Sekiranya kebebasan itu disertai dengan hati nurani yang murni, mestinya tidak menjadi persoalan. Tetapi ketika kebebasan itu dimiliki oleh orang yang sudah licik, picik lagi, maka persoalannya bisa merambat ke mana-mana.

Orang-orang yang tidak punya etika itu bisa memutarbalikkan segala sesuatu. Ketika mereka yang menyerang, mereka mengalaskannya pada kebebasan. Tetapi ketika mereka diserang, mereka menaruh diri di posisi korban dan pihak lain melakukan perampasan kemerdekaan.

Dasar orang yang hidupnya tidak benar, maka pikirannya juga menjadi tidak waras, perkataannya tidak teratur tapi mengandung emosi yang sangat tebal. Orang benar perlu belajar menyikapi perilaku-perilaku yang bisa memicu reaksi yang salah. Reaksi yang memang hendak dipancing para penjahat itu supaya semakin banyak yang mereka dapat persalahkan.

Tapi tenang saja, orang dengan sikap begitu itu sudah ada sejak zaman dulu. Dan mereka akan terus ada seperti ilalang di antara gandum. Bagian akhir mereka sudah jelas. Mari lihat pengalaman Nehemia dan sekaligus belajar dari Nehemia mengatasi orang-orang seperti mereka itu.

Ketika Sanbalat, orang Horon, dan Tobia, orang Amon, pelayan itu, dan Gesyem, orang Arab, mendengar itu, mereka mengolok-olokkan dan menghina kami. Kata mereka: “Apa yang kamu lakukan itu? Apa kamu mau berontak terhadap raja?” Nehemia 2:19

Sanbalat dan Tobia ini tahu kalau Nehemia datang atas titah raja yang dokumentasinya sangat jelas dan lengkap. Nehemia dikawal pasukan kerajaan. Tetapi perhatikan tuduh terhadap dia, “mau memberontak terhadap raja?” Sanbalat dan Tobia itu juga tidak perduli dengan kepentingan raja, mereka hanya memelihara kepentingan perut mereka sendiri.

Mereka mengolok-olok Nehemia, tapi tidak berhasil. Mereka lanjutkan menghina, tetap Nehemia tidak ambil pusing. Selanjutnya mereka menuduh Nehemia atas tuduhan serius, pemberontakan. Hukuman berat tersedia bagi pemberontak di masa itu.

Akan tetapi Nehemia sama sekali tidak terpancing untuk mengeluarkan respon salah. Ia tidak unjuk kekuatan militer atau kesahihan surat raja yang ia pegang. Ia yakin Allah akan membuatnya berhasil. Ia tidak mencemplungkan diri ke dalam perdebatan yang tidak perlu sebab yang perlu baginya adalah membangun kembali tembok Yerusalem.

Brothers & Sisters, setiap tantangan memiliki peluang. Seperti siang pasti memiliki malam, demikian juga setiap peluang pasti punya tantangan. Nehemia mendapat dukungan raja, dikawal oleh pemimpin militer, tapi tetap saja Sanbalat dan Tobia meremehkannya dan menuduhnya yang bukan-bukan.

Jangan sampai kamu terpaku pada tantangannya, tetapi optimis mencari dan menggunakan peluangnya. Jangan biarkan energi kamu terkuras oleh Sanbalat dan Tobia dari hidup ini. Mereka itu tidak ada apa-apanya kecuali mulut selebar ember yang tidak ada gunanya.

Fokus kamu adalah yang hendak dirampas. Ketika fokus kamu pecah, kamu pasti gagal dalam mengiring Tuhan. Tetapi tantangan itu sekaligus juga pembentuk fokus, membuat fokus kamu makin tajam. Tatapan kamu kepada Tuhan makin lekat dan tajam, begitu juga kekatan kamu bekerja menjadi semakin kokoh.

  • Siang mesti ada malamnya

Tidak logis untuk mengharapkan dua puluh empat jam menjadi siang terus, bukan? Demikian juga tidak mungkin mengharap peluang tanpa tantangan. Kamu sudah terbiasa menyesuaikan dengan gelapnya malam, tetapi sudahkah kamu menghadapi tantangan dengan tetap positif?

Jangan ijinkan tantangan itu merebut impianmu, meluruhkan imanmu, atau menjauhkanmu dari Tuhan. Ingatlah baik-baik, tantangan itu selalu akan ada di setiap tahapan hidupmu. Kamu tidak perlu kaget ketika tantangan itu datang.

  • Habis gelap terbitlah terang

Seperti pengawal yang berjaga-jaga sepanjang malam menantikan fajar menyingsing, demikianlah kamu memandang setiap kali tantangan yang kelam menghadang. Seperti pelangi sehabis hujan, sepasti mentari pagi setelah malam, demikianlah kamu tahu bahwa keberhasilan kamu akan tiba.

Jadi apakah yang menghalangi kita melihat keberhasilan yang akan datang di balik tantangan yang sekarang ini? Ini kerap kali menjadi permainan emosi. Karenanya jaga emosi dengan baik selagi malam pekat. Terus berpegang kepada Dia yang pandanganNya tidak pernah terhambat malam.

  • Jawablah dengan singkat dan tegas

Kalau kamu memang perlu memberi jawab pada Tobia dan Sanbalat itu, jangan sampai tunduk pada godaan menjelaskan banyak dan bertele-tele. Pikirkan kalimat paling singkat yang tegas dan jelas untuk mematahkan tuduhan mereka.

Kebanyakan kata makin terbuka untuk dipersalahkan lagi. Sebab mereka itu bukan sedang mengharapkan jawaban darimu. Otak mereka buntu untuk kebenaran. Otak mereka hanya tahu mencari-cari kesalahan orang padahal kesalahan mereka setinggi gunung Everest.

Berjalanlah di atas tantangan, jangan sampai tergulung dan hanyut olehnya. Masih mudahkah kamu terprovokasi? Tenanglah dan kuatlah dalam pelukan kasih Tuhan, itulah yang menghiburmu dan itulah jawaban untuk masa depanmu.

HABIS GELAP TERBITLAH TERANG, HABIS TANTANGAN GAPAILAH KEBERHASILAN

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Related post
Kapan Tuhan Tidak Menjawab Doa? Inilah 3 Alasan Paling Umum Yang Perlu Anda Tahu!

togarsianturi

30 Jan 2026

Banyak orang percaya bergumul dengan pertanyaan yang sangat menyakitkan: “Mengapa Tuhan tidak menjawab doa saya?” Kita sudah berdoa dengan sungguh-sungguh, berpuasa, bahkan mungkin menangis di hadapan-Nya, namun jawaban yang dinanti tak kunjung tiba. Rasa kecewa, ragu, bahkan marah bisa menyelinap masuk dan mengikis iman kita. Apakah Tuhan tidak mendengar? Apakah Ia tidak peduli? Atau adakah …

Lelah & Ingin Menyerah? Simak Pesan Tuhan untuk Pulihkan Anda

togarsianturi

29 Jan 2026

Ada momen dalam hidup di mana kata-kata “aku tidak sanggup lagi” bukan sekadar keluhan, melainkan jeritan jujur dari jiwa yang sudah melampaui batas kekuatannya. Kelelahan batin sering kali mendistorsi cara kita melihat diri sendiri, masa depan, dan bahkan cara kita memandang kasih Tuhan. Kita merasa kosong, hampa, dan kehilangan identitas, persis seperti yang dialami oleh …

Baca Alkitab Tapi Gak Ngerti? Ini Rahasia Cara Belajarnya

togarsianturi

28 Jan 2026

Banyak orang Kristen menyimpan rahasia kecil di dalam hati mereka: mereka sering membuka Alkitab dengan harapan besar, namun menutupnya kembali dengan rasa bingung dan kecewa. Masalahnya bukan karena Anda kurang pintar atau kurang rohani, melainkan karena kebanyakan dari kita tidak pernah diajarkan “cetak biru” cara mempelajarinya dengan benar. Alkitab bukanlah buku yang sekadar untuk dibaca …

Stop Mengeluh! Ini Cara Alkitabiah Ubah Nasib 90 Hari

togarsianturi

27 Jan 2026

Banyak orang Kristen berdoa meminta perubahan hidup tetapi tetap melakukan rutinitas yang sama setiap harinya tanpa ada kemajuan. Kita sering kali menunggu “tongkat ajaib” Tuhan bekerja sementara kita sendiri terjebak dalam keluhan dan keputusasaan yang melelahkan. Padahal, Tuhan sering kali bekerja melalui ketaatan kita untuk mengambil langkah-langkah kecil yang konsisten di dalam iman. Mari kita …

3 Rahasia Tetap Konsisten Saat Teduh di Tengah Kesibukan

togarsianturi

26 Jan 2026

Banyak pria Kristen mengawali minggu dengan semangat membara untuk lebih dekat dengan Tuhan, namun sering kali layu di tengah jalan karena kesibukan. Rasa bersalah muncul saat kita melewatkan satu hari, dan akhirnya kita menyerah sama sekali karena merasa tidak akan pernah bisa konsisten. Masalah utamanya bukanlah kurangnya kasih kita kepada Tuhan, melainkan kurangnya sistem yang …

Cek Imanmu! 4 Tanda Anda Sudah Dewasa Secara Rohani

togarsianturi

25 Jan 2026

  Kita semua memulai perjalanan iman sebagai bayi rohani yang hanya fokus pada kebutuhan dan kenyamanan diri sendiri. Namun, tujuan Tuhan bagi setiap kita adalah untuk bertumbuh, matang, dan menjadi pribadi yang semakin serupa dengan Kristus. Kedewasaan rohani bukanlah tentang berapa lama Anda sudah menjadi Kristen, melainkan tentang transformasi hati yang menghasilkan buah-buah Roh yang …