
Cara Mengukur Kondisi Rohani Anda
“Kami selalu mengucap syukur kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, setiap kali kami berdoa untuk kamu, karena kami telah mendengar tentang imanmu dalam Kristus Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, oleh karena pengharapan, yang disediakan bagi kamu di sorga. Kolose 1:3-5.”
Demikianlah kita mestinya juga menilai diri kita sendiri, seperti seorang pemimpin, Paulus, memberi nilai akan iman, kasih dan pengharapan jemaat Kolose. Jadi kita perlu tahu seperti apa keadaan iman kita, bagaimana dengan kasih kita serta pengharapan kita sekuat apa. Jika kita bagus dalam ketiganya maka pasti kita dalam keadaan dan pertumbuhan yang bagus.
Apabila kita ingin mengetahui keadaan seseorang secara rohani, sebenarnya cukup dengan hanya memeriksa tiga hal berikut dalam diri mereka: iman, kasih dan pengharapan. Itu adalah tiga hal yang Paulus dan para penulis Perjanjian Baru tekankan kepada setiap jemaat yang mereka sapa, itulah yang mereka banggakan atau tegur atas jemaat-jemaat. Iman berbicara tentang kepercayaan seseorang kepada Tuhan, pengharapan berbicara tentang seberapa fokus kita kepada masa depan (Sorga), serta kasih adalah bagaimana kita memperlakukan sesama kita dan bagaimana kita menjalani hidup kita.
Saya kerap bingung untuk menggambarkan keadaan saya dan juga membuat penilaian yang menyeluruh namun sederhana atas sesama saya. Tetapi melalui firman Tuhan hari ini, saya rasa sangat jelas apa yang harus saya cari dalam diri saya dan dalam diri orang yang berinteraksi dengan saya. Bagaimana Allah dalam pemahaman dan pemandangan saya, apakah Allah benar-benar hidup dan turut bekerja dalam segala sesuatu dan sungguhkah saya percaya serta memercayakan seluruh hidup saya padaNya? Lalu bagaimana saya memandang masa depan saya, apa yang berani saya impikan, apa yang paling saya dambakan bagi hidup saya? Serta, bagaimanakah saya memandang sesama saya, sebagai mangsa untuk saya pakai atau majikan untuk saya layani?
1. Apakah saya percaya akan hal-hal ajaib atau percaya pada level kemampuan saya saja?
Allah tidak membutuhkan hitung-hitungan dalam mengerjakan segala sesuatu, sebagai manusia yang penuh keterbatasan saya membutuhkan hitungan. Dari sudut ilahi, modal saya hanyalah iman saya, seberapa percaya saya. Tetapi Allah sendiri juga selalu menyediakan human level; bagian kita dalam mengerjakan segala sesuatu. Tetapi ketika bicara tentang iman, saya tidak melihat pada kompetensi saya, tetapi kompetensi Allah, tidak pada pengetahuan dan pengalaman saya, tidak juga pada track record pribadi saya, tetapi pada track record Allah sendiri.
2. Saya mau penuhi hidup saya dengan pengharapan setiap hari
Masalah selalu pasti ada sepanjang umur saya, tetapi saya mesti memenuhi hidup saya dengan pengharapan dan pengharapan. Pengharapan nomor satu adalah Sorga, lalu saya juga tahu bahwa Sorga mau saya mengharapkan segala yang terbaik bagi hidup di bumi ini agar menjadi terang dan inspirasi bagi banyak orang. Saya perlu mengecek setiap hari, apa impian saya untuk kerohanian, pernikahan, parenting, keuangan, pelayanan dan semua aspek hidup saya. Masalah adalah tempat terbaik di mana impian dikandung dan iman saya akan menuntun saya kepada masa di mana impianku menetas.
3. Satu-satunya yang akan menggema sampai kekekalan adalah bagaimana saya mengasihi
Dari pengalaman saya sangat jelas, ketika bertemu dengan sahabat lama maka yang selalu menjadi cerita kita adalah bagaimana kasih bekerja dalam setiap kebersamaan kita. Seingat saya kita nyaris tidak pernah membicarakan pencapaian dan prestasi kita di masa lalu. Tetapi kita selalu mengingat dinamika kasih itu, apa yang kita lakukan bersama-sama, ke mana saja kita pergi, apa yang kita makan dan apa yang kita alami. Dan kasih adalah satu-satunya yang masih akan terus hadir hingga kekekalan, iman dan pengharapan sudah pensiun pada masa itu. Maka kasih adalah yang terpenting karena akan bertahan sampai selama-lamanya.
Bapa, Engkau sendiri mengenalkan diriMu sebagai kasih, tidak sebagai iman atau pengharapan, sebab memang kasihlah yang terutama. Tetapi selama di bumi ini maka tiga serangkai itu (iman kasih, dan pengharapan) adalah modal utama saya. Limpahiku dengan ketiganya ya, Bapa. Amen.
togarsianturi
30 Jan 2026
Banyak orang percaya bergumul dengan pertanyaan yang sangat menyakitkan: “Mengapa Tuhan tidak menjawab doa saya?” Kita sudah berdoa dengan sungguh-sungguh, berpuasa, bahkan mungkin menangis di hadapan-Nya, namun jawaban yang dinanti tak kunjung tiba. Rasa kecewa, ragu, bahkan marah bisa menyelinap masuk dan mengikis iman kita. Apakah Tuhan tidak mendengar? Apakah Ia tidak peduli? Atau adakah …
togarsianturi
29 Jan 2026
Ada momen dalam hidup di mana kata-kata “aku tidak sanggup lagi” bukan sekadar keluhan, melainkan jeritan jujur dari jiwa yang sudah melampaui batas kekuatannya. Kelelahan batin sering kali mendistorsi cara kita melihat diri sendiri, masa depan, dan bahkan cara kita memandang kasih Tuhan. Kita merasa kosong, hampa, dan kehilangan identitas, persis seperti yang dialami oleh …
togarsianturi
28 Jan 2026
Banyak orang Kristen menyimpan rahasia kecil di dalam hati mereka: mereka sering membuka Alkitab dengan harapan besar, namun menutupnya kembali dengan rasa bingung dan kecewa. Masalahnya bukan karena Anda kurang pintar atau kurang rohani, melainkan karena kebanyakan dari kita tidak pernah diajarkan “cetak biru” cara mempelajarinya dengan benar. Alkitab bukanlah buku yang sekadar untuk dibaca …
togarsianturi
27 Jan 2026
Banyak orang Kristen berdoa meminta perubahan hidup tetapi tetap melakukan rutinitas yang sama setiap harinya tanpa ada kemajuan. Kita sering kali menunggu “tongkat ajaib” Tuhan bekerja sementara kita sendiri terjebak dalam keluhan dan keputusasaan yang melelahkan. Padahal, Tuhan sering kali bekerja melalui ketaatan kita untuk mengambil langkah-langkah kecil yang konsisten di dalam iman. Mari kita …
togarsianturi
26 Jan 2026
Banyak pria Kristen mengawali minggu dengan semangat membara untuk lebih dekat dengan Tuhan, namun sering kali layu di tengah jalan karena kesibukan. Rasa bersalah muncul saat kita melewatkan satu hari, dan akhirnya kita menyerah sama sekali karena merasa tidak akan pernah bisa konsisten. Masalah utamanya bukanlah kurangnya kasih kita kepada Tuhan, melainkan kurangnya sistem yang …
togarsianturi
25 Jan 2026
Kita semua memulai perjalanan iman sebagai bayi rohani yang hanya fokus pada kebutuhan dan kenyamanan diri sendiri. Namun, tujuan Tuhan bagi setiap kita adalah untuk bertumbuh, matang, dan menjadi pribadi yang semakin serupa dengan Kristus. Kedewasaan rohani bukanlah tentang berapa lama Anda sudah menjadi Kristen, melainkan tentang transformasi hati yang menghasilkan buah-buah Roh yang …
31 Oct 2018 1.723 views
Kita memiliki empat Injil dalam Perjanjian Baru, Allah dengan sengaja memasukkannya ke dalam Kitab kanonik kita, yakni: 1. Matius 2. Markus 3. Lukas 4. Yohanes Injil Sinoptik Tiga dari empat Injil itu disebut sinoptik: Matius, Markus, Lukas. Sinoptik berasal dari dua kata, sin = sama, optic = cara pandang. Artinya ketiga Injil ini melihat …
29 Mar 2019 1.562 views
Inilah damai sejahtera yang sejati itu, yakni bahwa sang Raja Damai datang mendamaikan manusia berdosa, yang dulu adalah seteru Allah sehingga kini menjadi sekutu. Jadi damai sejahtera terutama kaitannya bukan dengan suasana atau perasaan, melainkan dengan penebusan dan pemulihan hubungan (rekonsiliasi). Dengan dosa, kita memberontak dan memusuhi Allah, kita hidup jauh dariNya. Maka satu-satunya …
19 Oct 2018 1.465 views
Tidak akan ada damai di antara negara, jika tidak ada damai di negara, tidak ada damai dalam negara jika tidak ada damai dalam orang-orangnya, tidak ada damai dalam orang-orang jika orang-orang tidak menyerahkan hidupnya ke tangan si Raja Damai. Benar sekali apa yang Heyden Robinson, penulis buku Salt And Light, ungkapkan dalam kutipan di atas. …
24 Jul 2019 1.362 views
Seorang teman yang berdagang di pasar pernah berkata begini kepada saya, “Saya mana bisa untung kalau jujur-jujur!” Benar-benar kalimat yang membuat saya tercenung. Sebegitu kelam-kah sistem perdagangan sehingga cara untuk sukses adalah dengan berbuat dosa? Tidakkah kita bisa saling menguntungkan dengan cara yang jujur? Begitu juga pembeli berbuat munafik ketika menawar barang, ia menekan …
17 Jul 2019 1.303 views
Menurut tradisi rabinik Yahudi (Babylonian Talmud) Amos, ayah Yesaya, adalah anak dari raja Yoas dan saudara dari raja Amazia. Sedangkan dalam Alkitab jelas raja Uzia adalah anak Amazia dan cucu dari raja Yoas. Jika benar demikian maka Yesaya adalah sepupu raja Uzia, hal ini menjelaskan mengapa Yesaya bebas berada di istana raja dan sangat fasih …
27 Jun 2019 1.254 views
Amsal banyak membantu orang percaya mengerti sifat alami dari godaan dan tipu muslihat dosa. Termasuk bagaimana sang Penulis mempersonifikasikan godaan dunia ini sebagai seorang perempuan jalang. Karena bibir perempuan jalang menitikkan tetesan madu dan langit-langit mulutnya lebih licin dari pada minyak, 4 tetapi kemudian ia pahit seperti empedu, dan tajam seperti pedang bermata dua. …
28 Nov 2020 1.173 views
Usai pembicaraan poin sebelumnya dengan oppung, saya memastikan lagi apakah oppung dapat memahami pembicaraan kami atau ada yang hendak ditanyakan. Oppung menceritakan perasaan sukacitanya dengan pemahaman itu dan tidak ada pertanyaan. Lalu saya bertanya siapakah Yesus itu dalam iman oppung sekarang. Oppung yakin bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat baginya. Karena itu saya tuntun …
Comments are not available at the moment.