Amsal, Togar Sianturi
Home » Bible » Devotionals » Sedikit Tapi Impresif

Sedikit Tapi Impresif

togarsianturi 09 Jul 2019 406

Sedikit secara kuantitas tidak harus berdampak minim. Tuhan Yesus hanya memilih 12 orang rasul, jumlah yang sedikit dan juga terdiri dari orang-orang biasa, namun mereka mengubahkan dunia dua ribu tahun terakhir.

Kalau yang sedikit dikelola dengan benar bisa lebih impresif dampaknya dibandingkan apa yang banyak. Memiliki banyak tentu tidak salah, malah itu adalah target seharusnya namun terus mesti diurus dengan baik.

Lebih baik sedikit barang dengan disertai takut akan TUHAN dari pada banyak harta dengan disertai kecemasan. 17 Lebih baik sepiring sayur dengan kasih dari pada lembu tambun dengan kebencian. (Amsal 15:16-17)

Lalu bagaimana caranya membuat yang sedikit itu menjadi impresif?

1. Taruh di tangan Allah

Nats di atas pertama menegaskan bahwa yang membuat perbedaan adalah takut akan Allah. Itulah yang membuat sedikit barang lebih baik daripada banyak harta.  Sebab banyak harta kalau tidak disertai Allah, pasti akan disertai kecemasan.

Jangan mengukurkan kemampuan kita atau seberapa banyak yang kita punya dalam genggaman tangan kita. Mungkin yang kita punya hanya sedikit tapi di tangan Allah yang sedikit itu akan menjadi luar biasa. Lima roti dan dua ikan adalah makan siang milik seorang anak kecil, tetapi di tangan Tuhan Yesus menjadi makanan untuk sekitar lima belas ribu orang plus dua belas bakul sisa.

2. Balut dengan kasih dan kebenaran

Nats di atas juga mendaftarkan unsur kasih sebagai prediktor yang membuat apa yang sedikit bisa menjadi dahsyat. Kasih sungguh adalah segalanya, segalanya akan berbeda ketika dibalut dengan kasih.

Lebih baik penghasilan sedikit disertai kebenaran, dari pada penghasilan banyak tanpa keadilan. (Amsal 16:8)

Prediktor selanjutnya adalah kebenaran. Kasih bukan kasih yang Allah maksudkan jika tidak disertai kebenaran. Mengasihi mesti sesuai dengan kaidah kebenaran, mesti jalankan dengan cara yang benar. Keduanya membuat apa yang sedikit menjadi impresif.

3. Sertai dengan rasa cukup

Satu kebohongan dunia kepada manusia hari ini adalah bahwa apa yang ia punya belum cukup. Never enough! Mereka menghabiskan umur mereka mengejar apa yang tidak ada pada apa yang mereka kejar itu: rasa cukup. Rasa cukup tersembunyi dalam diri manusia, semua memilikinya tapi tidak semua melihatnya.

Lebih baik sekerat roti yang kering disertai dengan ketenteraman, dari pada makanan daging serumah disertai dengan perbantahan. (Amsal 17:1)

Rasa cukup melahirkan damai dan ketenteraman dengan apapun yang kita punya. Jadi orang yang memiliki rasa cukup lebih berbahagia daripada orang yang memiliki daging serumah penuh. Rasa cukup adalah senjata terbaik untuk mengejar lebih banyak lagi berkat yang Allah sediakan.

Bapa, bantulah kami membuat apa yang ada pada kami sekarang menjadi luar biasa di dalam Engkau. Amen.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Related post
Kapan Tuhan Tidak Menjawab Doa? Inilah 3 Alasan Paling Umum Yang Perlu Anda Tahu!

togarsianturi

30 Jan 2026

Banyak orang percaya bergumul dengan pertanyaan yang sangat menyakitkan: “Mengapa Tuhan tidak menjawab doa saya?” Kita sudah berdoa dengan sungguh-sungguh, berpuasa, bahkan mungkin menangis di hadapan-Nya, namun jawaban yang dinanti tak kunjung tiba. Rasa kecewa, ragu, bahkan marah bisa menyelinap masuk dan mengikis iman kita. Apakah Tuhan tidak mendengar? Apakah Ia tidak peduli? Atau adakah …

Lelah & Ingin Menyerah? Simak Pesan Tuhan untuk Pulihkan Anda

togarsianturi

29 Jan 2026

Ada momen dalam hidup di mana kata-kata “aku tidak sanggup lagi” bukan sekadar keluhan, melainkan jeritan jujur dari jiwa yang sudah melampaui batas kekuatannya. Kelelahan batin sering kali mendistorsi cara kita melihat diri sendiri, masa depan, dan bahkan cara kita memandang kasih Tuhan. Kita merasa kosong, hampa, dan kehilangan identitas, persis seperti yang dialami oleh …

Baca Alkitab Tapi Gak Ngerti? Ini Rahasia Cara Belajarnya

togarsianturi

28 Jan 2026

Banyak orang Kristen menyimpan rahasia kecil di dalam hati mereka: mereka sering membuka Alkitab dengan harapan besar, namun menutupnya kembali dengan rasa bingung dan kecewa. Masalahnya bukan karena Anda kurang pintar atau kurang rohani, melainkan karena kebanyakan dari kita tidak pernah diajarkan “cetak biru” cara mempelajarinya dengan benar. Alkitab bukanlah buku yang sekadar untuk dibaca …

Stop Mengeluh! Ini Cara Alkitabiah Ubah Nasib 90 Hari

togarsianturi

27 Jan 2026

Banyak orang Kristen berdoa meminta perubahan hidup tetapi tetap melakukan rutinitas yang sama setiap harinya tanpa ada kemajuan. Kita sering kali menunggu “tongkat ajaib” Tuhan bekerja sementara kita sendiri terjebak dalam keluhan dan keputusasaan yang melelahkan. Padahal, Tuhan sering kali bekerja melalui ketaatan kita untuk mengambil langkah-langkah kecil yang konsisten di dalam iman. Mari kita …

3 Rahasia Tetap Konsisten Saat Teduh di Tengah Kesibukan

togarsianturi

26 Jan 2026

Banyak pria Kristen mengawali minggu dengan semangat membara untuk lebih dekat dengan Tuhan, namun sering kali layu di tengah jalan karena kesibukan. Rasa bersalah muncul saat kita melewatkan satu hari, dan akhirnya kita menyerah sama sekali karena merasa tidak akan pernah bisa konsisten. Masalah utamanya bukanlah kurangnya kasih kita kepada Tuhan, melainkan kurangnya sistem yang …

Cek Imanmu! 4 Tanda Anda Sudah Dewasa Secara Rohani

togarsianturi

25 Jan 2026

  Kita semua memulai perjalanan iman sebagai bayi rohani yang hanya fokus pada kebutuhan dan kenyamanan diri sendiri. Namun, tujuan Tuhan bagi setiap kita adalah untuk bertumbuh, matang, dan menjadi pribadi yang semakin serupa dengan Kristus. Kedewasaan rohani bukanlah tentang berapa lama Anda sudah menjadi Kristen, melainkan tentang transformasi hati yang menghasilkan buah-buah Roh yang …