Amsal, Togar Sianturi
Home » Bible » Devotionals » Hati yang Gembira adalah Obat

Hati yang Gembira adalah Obat

togarsianturi 12 Jul 2019 792

Rata-rata obat kimia memiliki efek samping yang tak terelakkan. Obat yang diperlukan untuk mengontrol kerja jantung, contohnya, ada yang ber-efek pada gangguan lambung. Begitu pula dengan semua obat lainnya. Tetapi penulis Amsal mengungkapkan satu obat yang sangat manjur dan tidak ada efek samping.

Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang. (Amsal 17:22)

Hmmm… bagaimana ceritanya hati yang gembira itu menjadi obat manjur? Sebenarnya penjelasannya sangat sederhana. Manusia, sebagai mahluk trikotomi, memiliki tubuh, jiwa dan roh yang terkait sangat erat dan saling mempengaruhi. Jika perasaan senang maka tubuh dan roh manusia juga turut senang.

Perasaan yang ada dalam hati, baik suka maupun duka, mempengaruhi irama detak jantung. Lalu irama jantung itu mempengaruhi irama kerja organ tubuh yang lain. Dari sanalah kesembuhan atau penyakit datang.

1. Hati yang gembira itu adalah pilihan

Hati yang gembira itu ada di tangan masing-masing pemiliknya. Itu mengapa Paulus menuliskan kepada jemaat Filipi agar mereka senantiasa bersukacita, karena sukacita itu adalah pilihan, bukan keadaan. Sayangnya banyak orang melepaskan sukacita mereka sehingga mereka hanya bisa bergembira sesuai keadaan dan peristiwa yang terjadi.

Ambillah tanggungjawab dan kendali atas semangat atau patah semangatnya hati kita. Kalau kita melepasnya maka yang lain yang ‘in charge’ atas keadaan hati. Itu pula yang akan menentukan sakit atau sehatnya kita. Jadilah penanggungjawab atas apa yang masuk dan apa yang terjadi dalam hati kita!

2. Wajah adalah pancaran hati

Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat. (Amsal 15:13)

Saya selalu terpana melihat bagaimana firman Tuhan mengubahkan raut dan sinar wajah orang yang mempelajari dan menghayati firman itu. Orang-orang yang kami konseling atau bantu belajar firman biasanya datang dengan wajah yang datar, kalau tidak suram, tetapi kemudian berubah cerah seiring orang itu makin dekat dengan Allah.

Jadi wajah senantiasa mencerminkan apa yang ada dalam hati. Sehebat apapun seseorang bersandiwara, wajah aslinya pasti akan menampakkan isi hatinya juga. Tidak perlu capek-capek berusaha menata raut wajah, tapi gembirakanlah hati maka wajah otomatis berseri. Itulah yang otentik.

3. Kepedihan hati yang mematahkan semangat, bukan sebaliknya

Karena itulah maka penting sekali untuk hanya meng-input semua yang benar,, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji  ke dalam hati (Filipi 4:8). Apa yang masuk adalah apa yang keluar.

Orang yang patah semangat sedang mengundang penyakit datang. Tetapi orang itu menjadi patah semangat karena hatinya terinfeksi oleh segala hal yang negatif dan tidak membangun. Jika kita sebegitu hati-hati memilih makanan yang boleh masuk melalui mulut kita, mengapa bahkan tidak lebih hati-hati menyeleksi apa yang boleh masuk ke dalam hati kita? Jadilah bijak, jadilah selektif!

Bapa, bantu kami memenuhi hati kami dengan sukacitaMu. Amen.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Related post
Kapan Tuhan Tidak Menjawab Doa? Inilah 3 Alasan Paling Umum Yang Perlu Anda Tahu!

togarsianturi

30 Jan 2026

Banyak orang percaya bergumul dengan pertanyaan yang sangat menyakitkan: “Mengapa Tuhan tidak menjawab doa saya?” Kita sudah berdoa dengan sungguh-sungguh, berpuasa, bahkan mungkin menangis di hadapan-Nya, namun jawaban yang dinanti tak kunjung tiba. Rasa kecewa, ragu, bahkan marah bisa menyelinap masuk dan mengikis iman kita. Apakah Tuhan tidak mendengar? Apakah Ia tidak peduli? Atau adakah …

Lelah & Ingin Menyerah? Simak Pesan Tuhan untuk Pulihkan Anda

togarsianturi

29 Jan 2026

Ada momen dalam hidup di mana kata-kata “aku tidak sanggup lagi” bukan sekadar keluhan, melainkan jeritan jujur dari jiwa yang sudah melampaui batas kekuatannya. Kelelahan batin sering kali mendistorsi cara kita melihat diri sendiri, masa depan, dan bahkan cara kita memandang kasih Tuhan. Kita merasa kosong, hampa, dan kehilangan identitas, persis seperti yang dialami oleh …

Baca Alkitab Tapi Gak Ngerti? Ini Rahasia Cara Belajarnya

togarsianturi

28 Jan 2026

Banyak orang Kristen menyimpan rahasia kecil di dalam hati mereka: mereka sering membuka Alkitab dengan harapan besar, namun menutupnya kembali dengan rasa bingung dan kecewa. Masalahnya bukan karena Anda kurang pintar atau kurang rohani, melainkan karena kebanyakan dari kita tidak pernah diajarkan “cetak biru” cara mempelajarinya dengan benar. Alkitab bukanlah buku yang sekadar untuk dibaca …

Stop Mengeluh! Ini Cara Alkitabiah Ubah Nasib 90 Hari

togarsianturi

27 Jan 2026

Banyak orang Kristen berdoa meminta perubahan hidup tetapi tetap melakukan rutinitas yang sama setiap harinya tanpa ada kemajuan. Kita sering kali menunggu “tongkat ajaib” Tuhan bekerja sementara kita sendiri terjebak dalam keluhan dan keputusasaan yang melelahkan. Padahal, Tuhan sering kali bekerja melalui ketaatan kita untuk mengambil langkah-langkah kecil yang konsisten di dalam iman. Mari kita …

3 Rahasia Tetap Konsisten Saat Teduh di Tengah Kesibukan

togarsianturi

26 Jan 2026

Banyak pria Kristen mengawali minggu dengan semangat membara untuk lebih dekat dengan Tuhan, namun sering kali layu di tengah jalan karena kesibukan. Rasa bersalah muncul saat kita melewatkan satu hari, dan akhirnya kita menyerah sama sekali karena merasa tidak akan pernah bisa konsisten. Masalah utamanya bukanlah kurangnya kasih kita kepada Tuhan, melainkan kurangnya sistem yang …

Cek Imanmu! 4 Tanda Anda Sudah Dewasa Secara Rohani

togarsianturi

25 Jan 2026

  Kita semua memulai perjalanan iman sebagai bayi rohani yang hanya fokus pada kebutuhan dan kenyamanan diri sendiri. Namun, tujuan Tuhan bagi setiap kita adalah untuk bertumbuh, matang, dan menjadi pribadi yang semakin serupa dengan Kristus. Kedewasaan rohani bukanlah tentang berapa lama Anda sudah menjadi Kristen, melainkan tentang transformasi hati yang menghasilkan buah-buah Roh yang …