Home » Bible » Devotionals » Iman, Pengharapan, Kasih

Iman, Pengharapan, Kasih

togarsianturi 16 Feb 2019 472

Bagi gereja abad pertama sangat jelas posisi iman, pengharapan dan kasih dalam kehidupan rohani. Apabila ketiga hal tersebut didapati berlimpah dalam diri seseorang maka ia pasti berhasil dalam kehidupan rohaninya, ia seorang yang dewasa dan kuat sebagai seorang Kristen.

Tak heran bahwa Paulus maupun rasul yang lain kerap mengemukakan ketiga hal tersebut dalam surat mereka sebagai poin-poin yang menggembirakan hati mereka apabila mereka mendengar ketiganya berlimpah dalam hidup jemaat.

Ketiganya masih menjadi tolok ukur yang relevan untuk masa kita, bahkan kepada masa yang akan datang. Jika ingin menemukan gereja yang sehat dan alkitabiah maka gereja itu harus terdiri dari murid-murid yang bertumbuh dengan baik dalam iman, pengharapan dan kasihnya.

“Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang. Efesus 1:15-21.”

Menurut saya dalam teks di atas itu kita mendapati Paulus menerangkan apa yang ia maksudkan atas ketiga hal itu di dalam diri seorang Pengikut Yesus. Iman adalah tentang hubungan dengan Allah, kemudian kasih adalah tentang hubungan dengan sesama manusia lalu pengharapan adalah hubungan kita dengan masa yang akan datang.

Iman kita kepada Tuhan Yesus pasti akan tampak dari perbuatan kita atau perkataan kita, iman menguatkan kita dalam menghadapi rintangan dan perlawanan si Jahat.

Kasih kepada sesama adalah kasih yang kita tunjukkan kepada sesama kita, dan hanya orang yang telah meraskan serta memiliki kasih dari Allah sajalah yang dapat mengasihi dengan baik.

Lalu pengharapan kita adalah mengenai apa yang Allah sediakan bagi kita di masa yang akan datang. Pengharapan itu membuat kita terus terpaku kepada Dia dan kerajaanNya, itulah impian kita, ke sanalah ambisi kita, itulah yang kita kejar dan kerjakan selama kita berada di bumi ini.

Saya sangat bersyukur mengenal satu-satunya Allah yang benar, saya juga sadar bahwa saya belum memiliki pengenalan yang menyeluruh, namun Roh Kudus terus menuntun saya untuk dapat mengenalNya sedikit demi sedikit lebih baik setiap hari.

Apa yang Allah sediakan terlalu ajaib dan besar sehingga seumur hidup tidak cukup untuk saya mengenalNya. Saya kiranya dapat mengakses lebih banyak dari keajaiban kasihNya serta dapat bertumbuh dalam mengasihi, dalam iman dan dalam pengharapan.

Maka saya terus sanggup mematahkan segala muslihat si jahat dan hidup dengan terus berkemenangan di dalam Tuhanku Yesus. Amen.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Related post
Kapan Tuhan Tidak Menjawab Doa? Inilah 3 Alasan Paling Umum Yang Perlu Anda Tahu!

togarsianturi

30 Jan 2026

Banyak orang percaya bergumul dengan pertanyaan yang sangat menyakitkan: “Mengapa Tuhan tidak menjawab doa saya?” Kita sudah berdoa dengan sungguh-sungguh, berpuasa, bahkan mungkin menangis di hadapan-Nya, namun jawaban yang dinanti tak kunjung tiba. Rasa kecewa, ragu, bahkan marah bisa menyelinap masuk dan mengikis iman kita. Apakah Tuhan tidak mendengar? Apakah Ia tidak peduli? Atau adakah …

Lelah & Ingin Menyerah? Simak Pesan Tuhan untuk Pulihkan Anda

togarsianturi

29 Jan 2026

Ada momen dalam hidup di mana kata-kata “aku tidak sanggup lagi” bukan sekadar keluhan, melainkan jeritan jujur dari jiwa yang sudah melampaui batas kekuatannya. Kelelahan batin sering kali mendistorsi cara kita melihat diri sendiri, masa depan, dan bahkan cara kita memandang kasih Tuhan. Kita merasa kosong, hampa, dan kehilangan identitas, persis seperti yang dialami oleh …

Baca Alkitab Tapi Gak Ngerti? Ini Rahasia Cara Belajarnya

togarsianturi

28 Jan 2026

Banyak orang Kristen menyimpan rahasia kecil di dalam hati mereka: mereka sering membuka Alkitab dengan harapan besar, namun menutupnya kembali dengan rasa bingung dan kecewa. Masalahnya bukan karena Anda kurang pintar atau kurang rohani, melainkan karena kebanyakan dari kita tidak pernah diajarkan “cetak biru” cara mempelajarinya dengan benar. Alkitab bukanlah buku yang sekadar untuk dibaca …

Stop Mengeluh! Ini Cara Alkitabiah Ubah Nasib 90 Hari

togarsianturi

27 Jan 2026

Banyak orang Kristen berdoa meminta perubahan hidup tetapi tetap melakukan rutinitas yang sama setiap harinya tanpa ada kemajuan. Kita sering kali menunggu “tongkat ajaib” Tuhan bekerja sementara kita sendiri terjebak dalam keluhan dan keputusasaan yang melelahkan. Padahal, Tuhan sering kali bekerja melalui ketaatan kita untuk mengambil langkah-langkah kecil yang konsisten di dalam iman. Mari kita …

3 Rahasia Tetap Konsisten Saat Teduh di Tengah Kesibukan

togarsianturi

26 Jan 2026

Banyak pria Kristen mengawali minggu dengan semangat membara untuk lebih dekat dengan Tuhan, namun sering kali layu di tengah jalan karena kesibukan. Rasa bersalah muncul saat kita melewatkan satu hari, dan akhirnya kita menyerah sama sekali karena merasa tidak akan pernah bisa konsisten. Masalah utamanya bukanlah kurangnya kasih kita kepada Tuhan, melainkan kurangnya sistem yang …

Cek Imanmu! 4 Tanda Anda Sudah Dewasa Secara Rohani

togarsianturi

25 Jan 2026

  Kita semua memulai perjalanan iman sebagai bayi rohani yang hanya fokus pada kebutuhan dan kenyamanan diri sendiri. Namun, tujuan Tuhan bagi setiap kita adalah untuk bertumbuh, matang, dan menjadi pribadi yang semakin serupa dengan Kristus. Kedewasaan rohani bukanlah tentang berapa lama Anda sudah menjadi Kristen, melainkan tentang transformasi hati yang menghasilkan buah-buah Roh yang …