Amsal, Togar Sianturi
Home » Bible » Devotionals » Integritas Barang Langka

Integritas Barang Langka

togarsianturi 04 Jul 2019 396
Ini adalah zaman di mana barang bukti dan pembuktian memainkan peranan sangat penting dalam hidup manusia. Kalau bisa buktikan barulah sesuatu dapat dinyatakan salah. Selama belum terbukti berarti belum salah. Lebih parah lagi, orang masih terus menyangkal bersalah bahkan ketika vonis sudah dijatuhkan pengadilan.
Integritas sungguh adalah barang langka di zaman ini. Kepada generasi ini sudah dipertontonkan dagelan orang-orang bersalah yang bebas karena pengacara yang lihai. Integritas makin sulit mendapat tempat di hati manusia zaman ini. Padahal integritas itu adalah barang yang sangat berharga di hadapan Allah.
Kejujuran akan membimbing orang yang tulus, tetapi orang yang suka melanggar akan hancur oleh kecurangannya. (Amsal 11:3 IMB)
Integritas (kejujuran dalam nats di atas) sangat penting di hadapan Allah. Orang yang memiliki integritas itu adalah orang yang menjadi ‘integer’ (dari mana kata integritas didapat). Integer artinya 1 (satu), jadi orang dengan integritas adalah mereka yang tetap menjadi pribadi yang sama (satu) di mana pun mereka berada, dalam keadaan seperti apapun.
Integritas menuntun orang-orang yang tulus, orang-orang yang memelihara integritas. Namun orang-orang yang curang akan hancur dengan sendirinya. Orang dunia menyangka, “Orang jujur akan mati terbujur.” tetapi firman menjamin bahwa keselamatan orang jujur (Amsal 11:6).
Integritas tidak mudah dipraktekkan di mana integritas langka. Lebih mudah untuk memelihara integritas di tengah orang-orang yang penuh integritas. Tetapi berikut adalah beberapa alasan mengapa integritas terus mesti dipelihara.

1. Integritas berarti respek pada Allah

Orang yang tidak memiliki respek kepada kepada Allah mustahil untuk memiliki integritas. Tetapi orang yang respek pada Allah yang melihat apa yang tidak terlihat, mengetahui apa yang tidak bisa dibuktikan, niscaya memelihara integritas.
Pelajaran paling untuk ini adalah dari Yusuf dalam Kejadian 39. Ia menolak godaan nafsu syahwat nyonya Potifar karena ia tidak mau “….melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?” Ketika hanya ada Yusuf dan wanita tersebut, justru Yusuf begitu terpusat kepada Allah, itu yang membuatnya mempertahankan integritas.

2. Integritas berarti respek pada diri sendiri

Barangsiapa memiliki sikap respek terhadap dirinya sendiri, ia akan menjaga dirinya dengan baik di mana pun, kapan pun. Ia tidak perlu menjadi pribadi yang berbeda di belakang dan di depan orang lain.
Ini juga adalah apa yang dimiliki oleh Yusuf. Ia berujar, “Bagaimanakah mungkin aku….?” Ia sangat menghargai dirinya sendiri. Ia tidak rela melakukan sesuatu yang buruk dan tidak patut pada dirinya sendiri. Orang yang tidak punya respek serupa ini terhadap dirinya sendiri, tidak bisa memiliki integritas.

3. Integritas berarti respek pada sesama

Sesama kita adalah sama seperti diri kita sendiri. Mereka itu juga adalah pribadi, ciptaan dari Allah yang sama. Seperti kita ingin direspek, kita juga wajib respek pada orang lain. Orang yang menghargai hak-hak orang lain, menjaganya seperti menjaga milik sendiri, adalah orang-orang dengan integritas.
Sekali lagi Yusuf mengungkapkan itu dengan jelas di Kejadian 39 itu. “”Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku, bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau isterinya.” Yusuf menghargai Potifar, ia juga menghargai nyonya Potifar.
Ia respek pada nyonya Potifar dengan menolak permintaannya untuk melakukan sesuatu yang tidak menghargai. Respek kita kepada orang lain bukan dengan selalu menuruti apa yang mereka katakan, tetapi dengan memastikan melakukan apa yang adil dan benar kepada mereka, menolak melakukan apa yang serong bersama mereka. Itulah integritas!
Bapa, terimakasih untuk firmanMu hari ini. Kiranya kami terus kuat memelihara integritas. Amen.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Related post
Kapan Tuhan Tidak Menjawab Doa? Inilah 3 Alasan Paling Umum Yang Perlu Anda Tahu!

togarsianturi

30 Jan 2026

Banyak orang percaya bergumul dengan pertanyaan yang sangat menyakitkan: “Mengapa Tuhan tidak menjawab doa saya?” Kita sudah berdoa dengan sungguh-sungguh, berpuasa, bahkan mungkin menangis di hadapan-Nya, namun jawaban yang dinanti tak kunjung tiba. Rasa kecewa, ragu, bahkan marah bisa menyelinap masuk dan mengikis iman kita. Apakah Tuhan tidak mendengar? Apakah Ia tidak peduli? Atau adakah …

Lelah & Ingin Menyerah? Simak Pesan Tuhan untuk Pulihkan Anda

togarsianturi

29 Jan 2026

Ada momen dalam hidup di mana kata-kata “aku tidak sanggup lagi” bukan sekadar keluhan, melainkan jeritan jujur dari jiwa yang sudah melampaui batas kekuatannya. Kelelahan batin sering kali mendistorsi cara kita melihat diri sendiri, masa depan, dan bahkan cara kita memandang kasih Tuhan. Kita merasa kosong, hampa, dan kehilangan identitas, persis seperti yang dialami oleh …

Baca Alkitab Tapi Gak Ngerti? Ini Rahasia Cara Belajarnya

togarsianturi

28 Jan 2026

Banyak orang Kristen menyimpan rahasia kecil di dalam hati mereka: mereka sering membuka Alkitab dengan harapan besar, namun menutupnya kembali dengan rasa bingung dan kecewa. Masalahnya bukan karena Anda kurang pintar atau kurang rohani, melainkan karena kebanyakan dari kita tidak pernah diajarkan “cetak biru” cara mempelajarinya dengan benar. Alkitab bukanlah buku yang sekadar untuk dibaca …

Stop Mengeluh! Ini Cara Alkitabiah Ubah Nasib 90 Hari

togarsianturi

27 Jan 2026

Banyak orang Kristen berdoa meminta perubahan hidup tetapi tetap melakukan rutinitas yang sama setiap harinya tanpa ada kemajuan. Kita sering kali menunggu “tongkat ajaib” Tuhan bekerja sementara kita sendiri terjebak dalam keluhan dan keputusasaan yang melelahkan. Padahal, Tuhan sering kali bekerja melalui ketaatan kita untuk mengambil langkah-langkah kecil yang konsisten di dalam iman. Mari kita …

3 Rahasia Tetap Konsisten Saat Teduh di Tengah Kesibukan

togarsianturi

26 Jan 2026

Banyak pria Kristen mengawali minggu dengan semangat membara untuk lebih dekat dengan Tuhan, namun sering kali layu di tengah jalan karena kesibukan. Rasa bersalah muncul saat kita melewatkan satu hari, dan akhirnya kita menyerah sama sekali karena merasa tidak akan pernah bisa konsisten. Masalah utamanya bukanlah kurangnya kasih kita kepada Tuhan, melainkan kurangnya sistem yang …

Cek Imanmu! 4 Tanda Anda Sudah Dewasa Secara Rohani

togarsianturi

25 Jan 2026

  Kita semua memulai perjalanan iman sebagai bayi rohani yang hanya fokus pada kebutuhan dan kenyamanan diri sendiri. Namun, tujuan Tuhan bagi setiap kita adalah untuk bertumbuh, matang, dan menjadi pribadi yang semakin serupa dengan Kristus. Kedewasaan rohani bukanlah tentang berapa lama Anda sudah menjadi Kristen, melainkan tentang transformasi hati yang menghasilkan buah-buah Roh yang …