Amsal, Togar Sianturi
Home » Bible » Devotionals » Jangan Sampai Ditipu Hati Sendiri

Jangan Sampai Ditipu Hati Sendiri

togarsianturi 26 Jun 2019 368

Banyak jenis berita yang kerap mengguncangkan peradaban dan moral manusia. Salah satunya adalah berita-berita tentang seseorang membunuh orang-orang terkasihnya. Saya juga tidak jarang mengutuk pelaku kejahatan seperti itu. Tetapi sebagian hati saya kerap mengingatkan saya bahwa saya pun bisa dan berpeluang untuk berbuat demikian.

Adalah hati manusia yang dapat memampukan mereka melakukan apa yang mereka lakukan. Jika hati dipenuhi dengan kebaikan, maka baiklah perkataan dan perbuatan yang meluap dari diri seseorang. Itulah alasan mengapa nasehat dari raja Salomo, 3000 tahun lalu, berikut ini masih sangat relevan bagi generasi kita hari ini.
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. (Amsal 4:23)
Kata ‘hati’ ini memang agak problematis dalam bahasa Indonesia karena kata ini memiliki dua arti. Pertama kata ini adalah organ tubuh yang disebut liver. Kemudian kata ini yang dipakai untuk menggambarkan nilai inti dari seorang manusia, rasa atau emosi mereka.
Tetapi dalam bahasa asli atau pun bahasa Inggeris maka kata “hati” itu adalah heart, yakni organ jantung. Dan memang dari jantunglah darah dipompa dan terpancar ke seluruh tubuh sehingga kita dapat hidup. Jadi kita butuh sedikit penyesuaian ketika membicarakan hati, seperti dalam ayat di atas, maka organ yang harus kita asosiasikan adalah jantung, bukan liver.
Hidup dan mati manusia sangat tergantung pada hati (jantung) mereka. Jika hati berfungsi dengan baik dan memompa kebaikan ke seluruh keberadaan diri sendiri, maka baiklah hidup itu. Tetapi apabila yang terpancar dari hati adalah kejahatan, maka dapat diduga bahwa kejahatanlah yang menjadi perkataan dan perbuatan di permukaan.
Manusia yang tidak memelihara hatinya dengan baik akan melihat hatinya menjadi jahat. Lebih jauh lagi nabi Yeremia sudah mengingatkan bahwa hati manusia itu bisa menjadi sangat licik. Itu mengapa orang-orang yang manipulatif (suka menipu) akan ditipu oleh hatinya sendiri suatu saat. Orang itu akan tiba di satu titik di mana ia tak mengerti hatinya lagi.

1. Pada dasarnya hati hanya bertugas memproses apa yang di-isikan ke dalamnya.

Semula hati manusia itu netral, meski sudah memiliki temperamen. Hati, seperti pikiran, hanya bertugas untuk mengolah dan memancarkan apa yang telah di-ke dalamnya.
Jadi keadaan hait manusia itu murni adalah tanggungjawab pribadi. Keadaan sekitar bisa mempengaruhi, tetapi hanya bila diijinkan oleh sang pemilik hati itu. Pemilik hati itulah yang membuka pintu hati dan mengijinkan apapun yang ia ijinkan untuk masuk.

2. Hati bisa membangun kebiasaan. Apa yang hati sudah biasa lakukan akan menjadi otomatis dan makin berlipat ganda.

Di sinilah problemnya sehingga manusia bisa pergi begitu jauh dari apa yang ia pikirkan. Inilah penjelasan dari orang yang bisa melakukan apa yang kemudian sangat ia sesalkan, yang membuatnya bingung mengapa ia bisa melakukan perbuatan itu. Hati membentuk pola, pola yang didapat dari sesuatu yang berulang-ulang.
Makanya firman itu memerintahkan agar hati terus dijaga dengan segala kegigihan dan kewaspadaan. Apa yang kita coba-coba dengan hati kita akan menjadi kebiasaan dan apa yang menjadi kebiasaan itu menjadi karakter kita. Ketika karakter jelek itu makin bertumbuh dalam hati, di situlah manusia bisa menjadi bingung dengan apa yang ia sendiri lakukan.
Mengijinkan pikiran jahat masuk ke dalam hati akan berpeluang menjadi kebiasaan, dan bila sudah menjadi karakter maka kejahatan mengerikan pun dapat keluar dari hati itu secara otomatis.

3. Lakukan hal-hal berikut ini untuk menjaga hati kita.

Penawar racun dan semua hal jahat yang Iblis berusaha tanam dalam hati seseoranga dalah dengan tetap rendah hati. Hati yang sehat itu humble (rendah hati). Hati yang sombong sudah pasti terkontaminasi dengan karakter Iblis. Dan kesombongan itu akan makin berkembang.
Hanya kerendahan hati yang memungkin seseorang tetap membuka isi hatinya terhadap sesama. Manusia adalah mahluk sosial, itu mengapa dengan hanya berbagi isi hati dengan orang yang tepat adalah salah satu cara untuk menjaga hati. Apa yang tidak kita keluarkan dari hati akan terus bersirkulasi di dalam, makanya doa dan persekutuan itu sangat penting menjaga hati.
Selain itu, mintalah orang lain membuka sisi buta (blind spot) kita, ada hal yang orang lain bisa lihat tentang diri kita yang kita sendiri tidak bisa lihat. Inipun merupakan tindakan eksklusif yang hanya orang rendah hati bisa lakukan.
Bapa, bantulah kami untuk menjaga hati kami. Tolong kami agar hati kami semakin mendukung pertumbuhan kami dalam KerajaanMu. Amen.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Related post
Kapan Tuhan Tidak Menjawab Doa? Inilah 3 Alasan Paling Umum Yang Perlu Anda Tahu!

togarsianturi

30 Jan 2026

Banyak orang percaya bergumul dengan pertanyaan yang sangat menyakitkan: “Mengapa Tuhan tidak menjawab doa saya?” Kita sudah berdoa dengan sungguh-sungguh, berpuasa, bahkan mungkin menangis di hadapan-Nya, namun jawaban yang dinanti tak kunjung tiba. Rasa kecewa, ragu, bahkan marah bisa menyelinap masuk dan mengikis iman kita. Apakah Tuhan tidak mendengar? Apakah Ia tidak peduli? Atau adakah …

Lelah & Ingin Menyerah? Simak Pesan Tuhan untuk Pulihkan Anda

togarsianturi

29 Jan 2026

Ada momen dalam hidup di mana kata-kata “aku tidak sanggup lagi” bukan sekadar keluhan, melainkan jeritan jujur dari jiwa yang sudah melampaui batas kekuatannya. Kelelahan batin sering kali mendistorsi cara kita melihat diri sendiri, masa depan, dan bahkan cara kita memandang kasih Tuhan. Kita merasa kosong, hampa, dan kehilangan identitas, persis seperti yang dialami oleh …

Baca Alkitab Tapi Gak Ngerti? Ini Rahasia Cara Belajarnya

togarsianturi

28 Jan 2026

Banyak orang Kristen menyimpan rahasia kecil di dalam hati mereka: mereka sering membuka Alkitab dengan harapan besar, namun menutupnya kembali dengan rasa bingung dan kecewa. Masalahnya bukan karena Anda kurang pintar atau kurang rohani, melainkan karena kebanyakan dari kita tidak pernah diajarkan “cetak biru” cara mempelajarinya dengan benar. Alkitab bukanlah buku yang sekadar untuk dibaca …

Stop Mengeluh! Ini Cara Alkitabiah Ubah Nasib 90 Hari

togarsianturi

27 Jan 2026

Banyak orang Kristen berdoa meminta perubahan hidup tetapi tetap melakukan rutinitas yang sama setiap harinya tanpa ada kemajuan. Kita sering kali menunggu “tongkat ajaib” Tuhan bekerja sementara kita sendiri terjebak dalam keluhan dan keputusasaan yang melelahkan. Padahal, Tuhan sering kali bekerja melalui ketaatan kita untuk mengambil langkah-langkah kecil yang konsisten di dalam iman. Mari kita …

3 Rahasia Tetap Konsisten Saat Teduh di Tengah Kesibukan

togarsianturi

26 Jan 2026

Banyak pria Kristen mengawali minggu dengan semangat membara untuk lebih dekat dengan Tuhan, namun sering kali layu di tengah jalan karena kesibukan. Rasa bersalah muncul saat kita melewatkan satu hari, dan akhirnya kita menyerah sama sekali karena merasa tidak akan pernah bisa konsisten. Masalah utamanya bukanlah kurangnya kasih kita kepada Tuhan, melainkan kurangnya sistem yang …

Cek Imanmu! 4 Tanda Anda Sudah Dewasa Secara Rohani

togarsianturi

25 Jan 2026

  Kita semua memulai perjalanan iman sebagai bayi rohani yang hanya fokus pada kebutuhan dan kenyamanan diri sendiri. Namun, tujuan Tuhan bagi setiap kita adalah untuk bertumbuh, matang, dan menjadi pribadi yang semakin serupa dengan Kristus. Kedewasaan rohani bukanlah tentang berapa lama Anda sudah menjadi Kristen, melainkan tentang transformasi hati yang menghasilkan buah-buah Roh yang …