
3 Catatan Kepemimpinan
Pemimpin, sesuai definisi, adalah orang yang menentukan arah, menuntun pengikut dan menumbuhkan mereka hingga tiba di tujuan yang disepakati. Makanya seorang pemimpin berjalan di jalan yang sempit, tidak bisa sesuka hatinya.
Mereka mesti bisa mensyukuri segala sesuatu tetapi tidak boleh menjadi puas sebelum tiba di tujuan akhir. Mereka juga harus membuat suasana yang menyenangkan namun tetap tegas dan serius. Terus terang, bagi saya itu sama sekali bukan hal natural, sebab saya rasanya cenderung menjadi salah satu ekstremnya saja.
Ini yang paling saya belajar dari surat Paulus ini, ia sebelumnya sudah mengungkapkan betapa bersyukur dan bangganya ia akan iman, pengharapan dan kasih yang bertumbuh dalam jemaat Kolose, tetapi ia masih melanjutkan.
“Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna, 10 sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah, 11 dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar, 12 dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang. Kolose 1:9-12.”
Saya melihat Paulus beryukur kepada Tuhan tetapi ia tak berhenti berharap. Saya merasa tertantang sebab jika saya tidak lagi punya sesuatu untuk dibimbing dan diarahkan maka tentu bukan seorang pemimpin lagi.
Saya mesti memiliki hidup yang melampaui mereka yang saya pimpin. Saya mesti jelas melihat apa saja yang akan saya arahkan lagi pada mereka yang saya pimpin. Paulus mendoakan jemaat Kolose, ia mengharap mereka mengetahui kehendak Tuhan yang sempurna, sehingga mereka layak dan mereka kuat hingga mereka mendapat bagian mereka dalam Kerajaan Allah.
Pemimpin memimpin dengan hidupnya
Tidak ada kepemimpinan dalam Kristus yang bisa dilakukan di luar keteladanan. Teladan adalah bahan dasar kepemimpinan kita, tidak ada yang bisa menggantikan itu. Semua kecerdasan, pengalaman dan kompetensi lainnya hanya akan berbunyi dengan baik bagi orang lain ketika mereka melihat teladan. Teladan adalah corong kepemimpinan, orang akan mendengar ketika mereka melihat.
Saya menginginkan jemaat ramah, saya mesti ramah terlebih dahulu. Saya menginginkan jemaat berbuah dan memenangkan jiwa maka saya mesti terlebih dahulu melakukannya. Itu mengapa saya menjadi pemimpin, untuk menunjukkan bagaimana caranya dan di mana jalannya kepada orang lain.
Pemimpin memimpin kepada kehendak Allah
Pemimpin rohani dibedakan dari kepemimpinan yang lain oleh agenda Allah di dalamnya. Tujuan dan aturan main dari kepemimpinan rohani adalah kehendak Allah. Kita tidak membawakan agenda pribadi di dalamnya, kita hanya menemukan agenda Allah dan menjadikannya agenda pribadi kita. Jadi saya mesti sangat jelas setiap hari apa kehendak Allah, barulah saya bisa memimpin dengan benar dan efektif.
Pemimpin selesai tugasnya ketika umat tiba di tujuan akhir
Sebelum umat itu tiba di Sorga atau saya sebagai pemimpin mendahului mereka ke sana, maka tugas kepemimpinan saya belum berakhir. Selalu mesti ada dan akan selalu ada yang mesti dibimbing dan diarahkan kepada mereka, harus ada. Apa yang sudah baik, bisa diperbaiki lagi, apa yang belum ada mesti diadakan dan seterusnya dan seterusnya hingga tiba di Sorga permai. Jadi tidak bisa tidak ada yang perlu dibimbing lagi, selalu harus ada.
Bapa, terima kasih untuk pelajaran ini, sangat penting bagi saya sebagai pemimpin, bantu saya mengubahkan kecenderungan saya supaya menjadi sama seperti kehendakMu. Amen.
togarsianturi
30 Jan 2026
Banyak orang percaya bergumul dengan pertanyaan yang sangat menyakitkan: “Mengapa Tuhan tidak menjawab doa saya?” Kita sudah berdoa dengan sungguh-sungguh, berpuasa, bahkan mungkin menangis di hadapan-Nya, namun jawaban yang dinanti tak kunjung tiba. Rasa kecewa, ragu, bahkan marah bisa menyelinap masuk dan mengikis iman kita. Apakah Tuhan tidak mendengar? Apakah Ia tidak peduli? Atau adakah …
togarsianturi
29 Jan 2026
Ada momen dalam hidup di mana kata-kata “aku tidak sanggup lagi” bukan sekadar keluhan, melainkan jeritan jujur dari jiwa yang sudah melampaui batas kekuatannya. Kelelahan batin sering kali mendistorsi cara kita melihat diri sendiri, masa depan, dan bahkan cara kita memandang kasih Tuhan. Kita merasa kosong, hampa, dan kehilangan identitas, persis seperti yang dialami oleh …
togarsianturi
28 Jan 2026
Banyak orang Kristen menyimpan rahasia kecil di dalam hati mereka: mereka sering membuka Alkitab dengan harapan besar, namun menutupnya kembali dengan rasa bingung dan kecewa. Masalahnya bukan karena Anda kurang pintar atau kurang rohani, melainkan karena kebanyakan dari kita tidak pernah diajarkan “cetak biru” cara mempelajarinya dengan benar. Alkitab bukanlah buku yang sekadar untuk dibaca …
togarsianturi
27 Jan 2026
Banyak orang Kristen berdoa meminta perubahan hidup tetapi tetap melakukan rutinitas yang sama setiap harinya tanpa ada kemajuan. Kita sering kali menunggu “tongkat ajaib” Tuhan bekerja sementara kita sendiri terjebak dalam keluhan dan keputusasaan yang melelahkan. Padahal, Tuhan sering kali bekerja melalui ketaatan kita untuk mengambil langkah-langkah kecil yang konsisten di dalam iman. Mari kita …
togarsianturi
26 Jan 2026
Banyak pria Kristen mengawali minggu dengan semangat membara untuk lebih dekat dengan Tuhan, namun sering kali layu di tengah jalan karena kesibukan. Rasa bersalah muncul saat kita melewatkan satu hari, dan akhirnya kita menyerah sama sekali karena merasa tidak akan pernah bisa konsisten. Masalah utamanya bukanlah kurangnya kasih kita kepada Tuhan, melainkan kurangnya sistem yang …
togarsianturi
25 Jan 2026
Kita semua memulai perjalanan iman sebagai bayi rohani yang hanya fokus pada kebutuhan dan kenyamanan diri sendiri. Namun, tujuan Tuhan bagi setiap kita adalah untuk bertumbuh, matang, dan menjadi pribadi yang semakin serupa dengan Kristus. Kedewasaan rohani bukanlah tentang berapa lama Anda sudah menjadi Kristen, melainkan tentang transformasi hati yang menghasilkan buah-buah Roh yang …
31 Oct 2018 1.421 views
Kita memiliki empat Injil dalam Perjanjian Baru, Allah dengan sengaja memasukkannya ke dalam Kitab kanonik kita, yakni: 1. Matius 2. Markus 3. Lukas 4. Yohanes Injil Sinoptik Tiga dari empat Injil itu disebut sinoptik: Matius, Markus, Lukas. Sinoptik berasal dari dua kata, sin = sama, optic = cara pandang. Artinya ketiga Injil ini melihat …
29 Mar 2019 1.205 views
Inilah damai sejahtera yang sejati itu, yakni bahwa sang Raja Damai datang mendamaikan manusia berdosa, yang dulu adalah seteru Allah sehingga kini menjadi sekutu. Jadi damai sejahtera terutama kaitannya bukan dengan suasana atau perasaan, melainkan dengan penebusan dan pemulihan hubungan (rekonsiliasi). Dengan dosa, kita memberontak dan memusuhi Allah, kita hidup jauh dariNya. Maka satu-satunya …
19 Oct 2018 1.104 views
Tidak akan ada damai di antara negara, jika tidak ada damai di negara, tidak ada damai dalam negara jika tidak ada damai dalam orang-orangnya, tidak ada damai dalam orang-orang jika orang-orang tidak menyerahkan hidupnya ke tangan si Raja Damai. Benar sekali apa yang Heyden Robinson, penulis buku Salt And Light, ungkapkan dalam kutipan di atas. …
27 Jun 2019 1.010 views
Amsal banyak membantu orang percaya mengerti sifat alami dari godaan dan tipu muslihat dosa. Termasuk bagaimana sang Penulis mempersonifikasikan godaan dunia ini sebagai seorang perempuan jalang. Karena bibir perempuan jalang menitikkan tetesan madu dan langit-langit mulutnya lebih licin dari pada minyak, 4 tetapi kemudian ia pahit seperti empedu, dan tajam seperti pedang bermata dua. …
24 Jul 2019 994 views
Seorang teman yang berdagang di pasar pernah berkata begini kepada saya, “Saya mana bisa untung kalau jujur-jujur!” Benar-benar kalimat yang membuat saya tercenung. Sebegitu kelam-kah sistem perdagangan sehingga cara untuk sukses adalah dengan berbuat dosa? Tidakkah kita bisa saling menguntungkan dengan cara yang jujur? Begitu juga pembeli berbuat munafik ketika menawar barang, ia menekan …
17 Jul 2019 946 views
Menurut tradisi rabinik Yahudi (Babylonian Talmud) Amos, ayah Yesaya, adalah anak dari raja Yoas dan saudara dari raja Amazia. Sedangkan dalam Alkitab jelas raja Uzia adalah anak Amazia dan cucu dari raja Yoas. Jika benar demikian maka Yesaya adalah sepupu raja Uzia, hal ini menjelaskan mengapa Yesaya bebas berada di istana raja dan sangat fasih …
28 Nov 2020 911 views
Usai pembicaraan poin sebelumnya dengan oppung, saya memastikan lagi apakah oppung dapat memahami pembicaraan kami atau ada yang hendak ditanyakan. Oppung menceritakan perasaan sukacitanya dengan pemahaman itu dan tidak ada pertanyaan. Lalu saya bertanya siapakah Yesus itu dalam iman oppung sekarang. Oppung yakin bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat baginya. Karena itu saya tuntun …
Comments are not available at the moment.