Home » Bible » Devotionals » Memberitakan Damai

Memberitakan Damai

togarsianturi 18 Jan 2019 273

“Damai Itu Indah”

Banyak slogan di sekitar kita yang menggunakan kata “damai”, seperti “damai itu indah”, bahkan ada nama daerah “sukadamai”, tetapi itu tidak berarti bahwa benar-benar mereka memiliki damai. Jargon seringkali jauh dari kenyataan. Dan memang perkara damai itu bukanlah soal yang mudah.

Damai yang sejati hanya ada di dalam Tuhan Yesus, semua tawaran damai yang lain adalah palsu, terbatas, dan sementara. Damai yang Tuhan Yesus bawa terbuka untuk semua orang tanpa terkecuali.

Orang yang merasa diri paling “jauh” serta tidak layak untuk damai itu memiliki peluang yang sama merengkuhnya dengan mereka yang terkenal paling “dekat”.

Tuhan Yesus adalah damai sejahtera (14), Dia mengadakan damai sejahtera atau memperdamaikan (16), kemudian dalam teks berikut ini Dia memberitakan damai sejahtera itu.

“Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang “jauh” dan damai sejahtera kepada mereka yang “dekat”, karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa. Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, Efesus 2:17-19.”

Bagian terindah dari damai ini adalah bahwa orang yang menerimanya akan menjadi satu keluarga, kawan sewarga dari Kerajaan Allah.

Penyebab Kegagalan Menggapai Damai

Barangkali kegagalan orang-orang Kristen mengenal dan memiliki damai itu adalah penyebab minimnya damai praktis di dalam gereja atau keluarga Kristen hari ini. Tuhan Yesus menyediakan dalam jumlah tak terbatas, tetapi ukuran bejana dalam hati kitalah yang menentukan besar kecilnya damai yang dapat kita miliki dan praktekkan.

Rancangan Tuhan Yesus bagi seluruh warga kerajaanNya adalah agar mereka menjadi pribadi-pribadi penuh damai, yang kemudian mengadakan damai di lingkaran-lingkaran terdekatnya lalu memberitakan damai itu kepada semua orang.

Menembus Perintang Damai

Temperamen saya yang melankolik cenderung membuat saya negatif dan menganalisa segala sesuatu, terus berusaha membuat segala sesuatu di jalur yang benar alias Perfeksiniostik. Bisa bayangkan betapa sukarnya orang seperti itu memiliki damai, kan? Bahkan tak jarang jadinya mencuri damai dari orang-orang sekelilingnya.

Saya belajar untuk lebih relaks dan meningkatkan toleransi serta dapat berada dalam suasana yang sedang berlangsung sekarang dan menikmatinya. Saya terus mesti berusaha untuk melihat sisi positif dari segala sesuatu. Menerima kekurangan, baik yang ada pada orang lain, maupun pada diri saya sendiri.

Saya bersyukur bahwa Tuhan menuntun saya pada damaiNya yang sekarang sedang memerintah hidup dan keluarga serta pelayanan saya. Kerap kecenderungan saya masih nongol di permukaan, tapi kekuatan dari Tuhan kiranya terus menopang saya. Amen.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Related post
Kapan Tuhan Tidak Menjawab Doa? Inilah 3 Alasan Paling Umum Yang Perlu Anda Tahu!

togarsianturi

30 Jan 2026

Banyak orang percaya bergumul dengan pertanyaan yang sangat menyakitkan: “Mengapa Tuhan tidak menjawab doa saya?” Kita sudah berdoa dengan sungguh-sungguh, berpuasa, bahkan mungkin menangis di hadapan-Nya, namun jawaban yang dinanti tak kunjung tiba. Rasa kecewa, ragu, bahkan marah bisa menyelinap masuk dan mengikis iman kita. Apakah Tuhan tidak mendengar? Apakah Ia tidak peduli? Atau adakah …

Lelah & Ingin Menyerah? Simak Pesan Tuhan untuk Pulihkan Anda

togarsianturi

29 Jan 2026

Ada momen dalam hidup di mana kata-kata “aku tidak sanggup lagi” bukan sekadar keluhan, melainkan jeritan jujur dari jiwa yang sudah melampaui batas kekuatannya. Kelelahan batin sering kali mendistorsi cara kita melihat diri sendiri, masa depan, dan bahkan cara kita memandang kasih Tuhan. Kita merasa kosong, hampa, dan kehilangan identitas, persis seperti yang dialami oleh …

Baca Alkitab Tapi Gak Ngerti? Ini Rahasia Cara Belajarnya

togarsianturi

28 Jan 2026

Banyak orang Kristen menyimpan rahasia kecil di dalam hati mereka: mereka sering membuka Alkitab dengan harapan besar, namun menutupnya kembali dengan rasa bingung dan kecewa. Masalahnya bukan karena Anda kurang pintar atau kurang rohani, melainkan karena kebanyakan dari kita tidak pernah diajarkan “cetak biru” cara mempelajarinya dengan benar. Alkitab bukanlah buku yang sekadar untuk dibaca …

Stop Mengeluh! Ini Cara Alkitabiah Ubah Nasib 90 Hari

togarsianturi

27 Jan 2026

Banyak orang Kristen berdoa meminta perubahan hidup tetapi tetap melakukan rutinitas yang sama setiap harinya tanpa ada kemajuan. Kita sering kali menunggu “tongkat ajaib” Tuhan bekerja sementara kita sendiri terjebak dalam keluhan dan keputusasaan yang melelahkan. Padahal, Tuhan sering kali bekerja melalui ketaatan kita untuk mengambil langkah-langkah kecil yang konsisten di dalam iman. Mari kita …

3 Rahasia Tetap Konsisten Saat Teduh di Tengah Kesibukan

togarsianturi

26 Jan 2026

Banyak pria Kristen mengawali minggu dengan semangat membara untuk lebih dekat dengan Tuhan, namun sering kali layu di tengah jalan karena kesibukan. Rasa bersalah muncul saat kita melewatkan satu hari, dan akhirnya kita menyerah sama sekali karena merasa tidak akan pernah bisa konsisten. Masalah utamanya bukanlah kurangnya kasih kita kepada Tuhan, melainkan kurangnya sistem yang …

Cek Imanmu! 4 Tanda Anda Sudah Dewasa Secara Rohani

togarsianturi

25 Jan 2026

  Kita semua memulai perjalanan iman sebagai bayi rohani yang hanya fokus pada kebutuhan dan kenyamanan diri sendiri. Namun, tujuan Tuhan bagi setiap kita adalah untuk bertumbuh, matang, dan menjadi pribadi yang semakin serupa dengan Kristus. Kedewasaan rohani bukanlah tentang berapa lama Anda sudah menjadi Kristen, melainkan tentang transformasi hati yang menghasilkan buah-buah Roh yang …