Amsal, Togar Sianturi
Home » Bible » Devotionals » Memelihara Firman, Memelihara Jiwa

Memelihara Firman, Memelihara Jiwa

togarsianturi 18 Jul 2019 457

Manusia melakukan apa saja demi mempertahankan nyawa mereka. Lihat saja orang-orang yang menderita penyakit kritis, mereka atau keluarga mereka akan melakukan apa saja untuk sehat kembali. Mereka menjual semua harta, bahkan mencari pinjaman. Pada dasarnya semua yang manusia kerjakan juga adalah demi memelihara kehidupan mereka.

Sayangnya, firman Allah punya prinsip yang manusia cenderung tidak indahkan. Firman konsisten menghubungkan ketaatan melakukan firman pada kelangsungan hidup manusia hingga kekekalan.
Siapa berpegang pada perintah, memelihara nyawanya, tetapi siapa menghina firman, akan mati. (Amsal 19:16)
Allah memelihara hidup orang yang memelihara firmanNya. Begitulah cara kerjanya. Sedangkan orang yang merendahkan firman akan direndahkan hingga dunia orang mati. Ayat di atas dalam terjemahan bahasa Inggris, A Conservative Version, berbunyi seperti berikut:
He who keeps the commandment keeps his soul. He who is careless of his ways shall die. (ACV)
Ternyata usaha manusia mengamankan jiwanya dengan cara sendiri adalah sia-sia. Perihal kehilangan nyawa ini tidak bisa dicoba-coba sebab ini hanya berlaku untuk satu jalan saja, tidak bisa diputar kembali. Jadi tidak ada waktu untuk mengalaminya dulu baru membuat keputusan. Kita perlu memercayai sang Perancang kehidupan itu sendiri untuk hal ini.
Sekiranya kita bisa mengintip ke akhir hidup kita, mungkin kita akan membuat keputusan yang berbeda untuk hidup sekarang ini. Tetapi karena pada kita ada firman dari Dia yang menciptakan segala yang ada, ke sanalah kita berharap. Berikut adalah beberapa cara untuk menyelamatkan jiwa kita:

1. Setia mengerjakan firman Allah

Ini adalah apa yang nats di atas ajarkan. Karenanya perlu setiap orang percaya terus menyelidiki hidupnya sendiri, apakah masih setia melakukan firman Allah. Menaati firman dengan radikal sepuluh atau beberapa tahun lalu adalah satu hal, sedang menaatinya hari ini adalah hal yang lain.
Kita tidak diselamatkan oleh iman dan kesetiaan kita tahun lalu, tetapi oleh iman dan kesetiaan kita hari ini. Kesetiaan kita di waktu silam adalah hal indah dan inspirasi, tetapi yang menentukan bagi kita adalah keadaan kita sekarang ini dan terus hingga kita dipanggilNya. Kerjakanlah lagi apa yang kita tahu firman mau kita kerjakan.

2. Merelakannya demi Yesus dan Injil

Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya. (Markus 8:35)
Ini satu prinsip lagi yang cenderung bertolak belakang dengan keyakinan alami manusia. Memang ini hanya dapat dicerna manusia rohani. Tetapi sangat benar! Dengan cara bagaimana semua orang juga akan kehilangan nyawanya, mereka pasti meninggal. Tetapi bertapa berbahagia orang yang menyerahkan nyawanya untuk Tuhan Yesus dan InjilNya sebab ketika mereka kehilangan nyawa mereka maka mereka akan menerimanya kembali.
Hanya Tuhan Yesus dan InjilNya yang menjadi asuransi jiwa di kekekalan. Perusahaan asuransi hanya menggangi rugi kepada ahli waris apabila si tertanggung meninggal, tetapi si tertanggung tidak mendapat benefit apa-apa. Relakanlah nyawa kita demi panggilan Tuhan Yesus dan pemberitaan injilNya, itulah asuransi jiwa kita.

3. Mematikan dosa dalam tubuh kita

Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus. 12 Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya. (Roma 6:11-12)
Dosa adalah penyebab kematian dan penghukuman. Darah Yesus menghidupkan kita dari kematian oleh dosa itu. Sehingga dosa mesti benar-benar kita seriusi. Dengan akal sehat saja, kita tidak mungkin pergi lagi ke penyakit pembawa kematian itu yang darinya kita sudah dihidupkan.
Perkuat hidup rohani kita, terus semangat melayani Tuhan dan melayani sesama. Jangan beri kesempatan pada dosa untuk bertumbuh dalam diri kita lagi. Kita terlalu berharga untuk kembali ke kubangan dosa itu lagi!
Bapa, terimakasih telah menyelamatkan jiwa kami, kami mau terus hidup dalam penyelamatan yang dariMu hingga pada akhirnya ketika keselamatan kami final di Sorga kelak. Amen.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Related post
Anda Bukan Gagal—Anda Baru Mulai

togarsianturi

17 Jan 2026

Anda Bukan Gagal—Anda Baru Mulai Ketika Timeline Orang Lain Terlihat Lebih Cerah Akhir tahun sering terasa kejam bagi banyak orang. Media sosial mendadak dipenuhi parade pencapaian dan perayaan. Ada yang naik jabatan, membeli rumah, atau liburan ke luar negeri. Semua tampak bergerak maju dengan cepat. Sementara Anda mungkin masih di titik yang sama. Tabungan tidak …

Simpan Dendam Itu Seperti Minum Racun

togarsianturi

16 Jan 2026

Simpan Dendam Itu Seperti Minum Racun Racun yang Kita Teguk Setiap Hari Ada sebuah kutipan terkenal yang sering dikaitkan dengan Nelson Mandela. “Resentment is like drinking poison and then hoping it will kill your enemies.” Ungkapan ini terdengar konyol, tetapi sangat realistis. Setiap hari, jutaan orang meneguk racun yang sama. Mereka marah pada mantan pasangan, …

Gak Enakan Sama Teman Kantor? Ini Cara Bilang “Tidak”

togarsianturi

15 Jan 2026

    Gak Enakan Sama Teman Kantor? Ini Cara Bilang “Tidak”   Pendahuluan: Ketika Kebaikan Berubah Menjadi Beban Di hampir setiap kantor, selalu ada satu sosok yang dikenal sebagai “Yes Man”. Orang ini paling sulit mengucapkan kata tidak kepada siapa pun. Diminta lembur menggantikan rekan, ia mengangguk. Diminta mengerjakan tugas di luar tanggung jawabnya, ia …

Lelah Mental? Coba Detoks Digital 24 Jam

togarsianturi

14 Jan 2026

Lelah Mental? Coba Detoks Digital 24 Jam   Ketika Pagi Hari Tidak Lagi Dimulai dengan Kesadaran Jujur saja, apa hal pertama yang Anda sentuh saat membuka mata setiap pagi. Apakah tangan pasangan, atau justru layar smartphone yang selalu setia menunggu. Banyak orang memulai hari bukan dengan doa atau kesadaran, melainkan notifikasi. Tanpa disadari, hari sudah …

Jangan Masuk Tahun Baru dengan Hidup yang Sama

togarsianturi

13 Jan 2026

Jangan Masuk Tahun Baru dengan Hidup yang Sama Akhir Tahun Adalah Cermin, Bukan Sekadar Perayaan Rasanya baru kemarin kita menyambut tahun baru dengan penuh harapan dan target besar. Kini Desember kembali hadir tanpa aba-aba, membawa kesadaran bahwa waktu bergerak sangat cepat. Kesibukan kerja dan tuntutan hidup sering membuat kita lupa berhenti sejenak. Padahal, hidup yang …

Keuangan Diberkati! Terapkan 8 Kebiasaan Alkitabiah Ini Sekarang

togarsianturi

11 Jan 2026

       Ingin merdeka secara finansial? Simak prinsip Alkitabiah dalam mengelola uang sebagai alat dan ujian iman. Uang sering kali menjadi subjek yang sangat sensitif bagi banyak pria karena ia sangat berkaitan erat dengan rasa aman dan harga diri kita. Namun, Alkitab secara konsisten mengajarkan bahwa uang bukanlah tujuan akhir, melainkan alat untuk melayani …