Menimba Isi Hati

Hubungan dan kerjasama menjadi sangat efektif apabila setiap orang dapat mengeluarkan isi hati masing-masing secara sehat dan bersahabat. Kebanyakan orang menolak untuk membukakan isi hati mereka karena mereka pernah memiliki pengalaman buruk atau mungkin menyaksikan pengalaman buruk menimpa orang yang terbuka. Tetapi ada juga orang yang memang tidak mengetahui apa yang ada dalam hati mereka sendiri.
Tuhan Yesus super efektif dalam pelayananNya sebab Dia tahu isi hati manusia dan Dia ahli dalam menyatakan isi hati setiap orang. Bayangkan berapa banyak kata-kata yang akan kita tarik atau kita ganti sekiranya kita tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi dalam hati manusia yang sedang kita hadapi.
Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya. (Amsal 20:5)
Betapa bijaksananya kita dan betapa indahnya hidup kita jika kita bebas dari salah mengerti satu dengan yang lain. Memberi label kepada orang lain akan menghentikan penggalian hati mereka, tetapi setiap kali kita berhasil menimba hati orang umumnya kita akan merasa empati yang mendalam akan mereka. Kemudian kita pun menjadi efektif menolong mereka.
Inilah barangkali alasan mengapa Tuhan Yesus sangat berbelas kasihan atas manusia sebab Tuhan melihat jauh melampaui perkataan dan perbuatan seseorang, Dia melihat hati mereka. Kita juga bisa bertumbuh ke arah sana jika kita terus mau belajar menggali isi hati orang sesama dan hati kita sendiri.
1. Menimba isi hati orang dengan mengajukan pertanyaan yang bagus
Pertama, intinya di sini adalah jangan sok tahu. Merasa sudah tahu orang terlalu dini membuat kita gagal mengerti mereka yang sebenarnya. Asumsi adalah musuh besar di sini. Tentu saja kita bisa belajar pola dan manusia punya kecenderungan-kecenderungan yang dapat diprediksi, tetapi selalu harus ingat bahwa Allah menciptakan setiap individu unik.
Sedangkan yang kedua adalah belajar menanyakan pertanyaan yang bagus. Ini adalah keterampilan yang tidak mudah, khususnya karena sikap sok tahu kita itu. Kita perlu untuk sangat perduli dan sangat rendah hati untuk mulai belajar teknik mengajukan pertanyaan yang baik ini. Pertanyaan itu akan muncul dari motivasi hati yang benar, meski kita bisa mulai belajar beberapa pertanyaan berseri untuk menimba hati manusia.
2. Mengerti isi hati orang dengan memerhatikan bahasa tubuh mereka
Perasaan dibalik kata-kata adalah apa yang kita perlu tangkap ketika berinteraksi dengan seseorang. Sehingga dalam komunikasi kita perlu fasih mengerti bahasa-bahasa tubuh yang tidak nyaman atau signal-signal yang lain dari bahasa tubuh mereka. Orang yang berusaha tampil dengan citra yang ia pikir bagus bisa menjadi pura-pura. Orang itu menekan perasaannya yang sesungguhnya, mungkin karena berpikir bahwa perasaan seperti itu tidak patut, terlalu kekanak-kanakan.
Ketika kita sudah menangkap hati, kata-kata menjadi tidak terlalu berarti. Meki demikian, kata-kata adalah bagian permukaan dari perasaan itu. Seperti kata para ahli manusia berkomunikasi hanya 7% dengan kata-kata, sedangkan intonasi 38%, dan 55% adalah dari bahasa tubuh. Terkadang kata-kata bisa menipu, tetapi bahasa tubuh biasanya lebih jujur.
3. Hanya orang yang sehat secara emosi yang bisa super efektif dalam hal ini
Orang yang sensitif berlebihan tidak bisa mem-proses hati sesamanya. Demikian juga orang-orang yang terlalu personal, apa-apa langsung ditarik sebagai serangan atas pribadinya. Kesehatan dan kekuatan emosional dibutuhkan untuk membangun keahlian ini.
Terus belajar untuk melihat diri kita secara utuh dalam pandangan Allah, sang Pencipta kita, itulah jalan kepada kesehatan emosi. Kesehatan emosi itu adalah keutuhan. Orang yang melihat dirinya dengan gambar terdistorsi sukar untuk sehat secara spiritual emosional. Jika kita melihat apa yang Allah lihat dalam diri kita, kita akan sangat bangga dengan diri kita, kita menerima kekurangan kita, kita bisa memiliki kekuatan untuk terus menumbuhkan diri kita dan juga membantu sesama kita.
Bapa, jadikanlah kami bijaksana dalam memahami hati kami dan hati sesama kami. Bantu kami untuk membantu sesama kami menimba hati mereka. Amen.
togarsianturi
17 Jan 2026
Anda Bukan Gagal—Anda Baru Mulai Ketika Timeline Orang Lain Terlihat Lebih Cerah Akhir tahun sering terasa kejam bagi banyak orang. Media sosial mendadak dipenuhi parade pencapaian dan perayaan. Ada yang naik jabatan, membeli rumah, atau liburan ke luar negeri. Semua tampak bergerak maju dengan cepat. Sementara Anda mungkin masih di titik yang sama. Tabungan tidak …
togarsianturi
16 Jan 2026
Simpan Dendam Itu Seperti Minum Racun Racun yang Kita Teguk Setiap Hari Ada sebuah kutipan terkenal yang sering dikaitkan dengan Nelson Mandela. “Resentment is like drinking poison and then hoping it will kill your enemies.” Ungkapan ini terdengar konyol, tetapi sangat realistis. Setiap hari, jutaan orang meneguk racun yang sama. Mereka marah pada mantan pasangan, …
togarsianturi
15 Jan 2026
Gak Enakan Sama Teman Kantor? Ini Cara Bilang “Tidak” Pendahuluan: Ketika Kebaikan Berubah Menjadi Beban Di hampir setiap kantor, selalu ada satu sosok yang dikenal sebagai “Yes Man”. Orang ini paling sulit mengucapkan kata tidak kepada siapa pun. Diminta lembur menggantikan rekan, ia mengangguk. Diminta mengerjakan tugas di luar tanggung jawabnya, ia …
togarsianturi
14 Jan 2026
Lelah Mental? Coba Detoks Digital 24 Jam Ketika Pagi Hari Tidak Lagi Dimulai dengan Kesadaran Jujur saja, apa hal pertama yang Anda sentuh saat membuka mata setiap pagi. Apakah tangan pasangan, atau justru layar smartphone yang selalu setia menunggu. Banyak orang memulai hari bukan dengan doa atau kesadaran, melainkan notifikasi. Tanpa disadari, hari sudah …
togarsianturi
13 Jan 2026
Jangan Masuk Tahun Baru dengan Hidup yang Sama Akhir Tahun Adalah Cermin, Bukan Sekadar Perayaan Rasanya baru kemarin kita menyambut tahun baru dengan penuh harapan dan target besar. Kini Desember kembali hadir tanpa aba-aba, membawa kesadaran bahwa waktu bergerak sangat cepat. Kesibukan kerja dan tuntutan hidup sering membuat kita lupa berhenti sejenak. Padahal, hidup yang …
togarsianturi
11 Jan 2026
Ingin merdeka secara finansial? Simak prinsip Alkitabiah dalam mengelola uang sebagai alat dan ujian iman. Uang sering kali menjadi subjek yang sangat sensitif bagi banyak pria karena ia sangat berkaitan erat dengan rasa aman dan harga diri kita. Namun, Alkitab secara konsisten mengajarkan bahwa uang bukanlah tujuan akhir, melainkan alat untuk melayani …
31 Oct 2018 1.330 views
Kita memiliki empat Injil dalam Perjanjian Baru, Allah dengan sengaja memasukkannya ke dalam Kitab kanonik kita, yakni: 1. Matius 2. Markus 3. Lukas 4. Yohanes Injil Sinoptik Tiga dari empat Injil itu disebut sinoptik: Matius, Markus, Lukas. Sinoptik berasal dari dua kata, sin = sama, optic = cara pandang. Artinya ketiga Injil ini melihat …
29 Mar 2019 1.099 views
Inilah damai sejahtera yang sejati itu, yakni bahwa sang Raja Damai datang mendamaikan manusia berdosa, yang dulu adalah seteru Allah sehingga kini menjadi sekutu. Jadi damai sejahtera terutama kaitannya bukan dengan suasana atau perasaan, melainkan dengan penebusan dan pemulihan hubungan (rekonsiliasi). Dengan dosa, kita memberontak dan memusuhi Allah, kita hidup jauh dariNya. Maka satu-satunya …
19 Oct 2018 1.004 views
Tidak akan ada damai di antara negara, jika tidak ada damai di negara, tidak ada damai dalam negara jika tidak ada damai dalam orang-orangnya, tidak ada damai dalam orang-orang jika orang-orang tidak menyerahkan hidupnya ke tangan si Raja Damai. Benar sekali apa yang Heyden Robinson, penulis buku Salt And Light, ungkapkan dalam kutipan di atas. …
27 Jun 2019 972 views
Amsal banyak membantu orang percaya mengerti sifat alami dari godaan dan tipu muslihat dosa. Termasuk bagaimana sang Penulis mempersonifikasikan godaan dunia ini sebagai seorang perempuan jalang. Karena bibir perempuan jalang menitikkan tetesan madu dan langit-langit mulutnya lebih licin dari pada minyak, 4 tetapi kemudian ia pahit seperti empedu, dan tajam seperti pedang bermata dua. …
24 Jul 2019 927 views
Seorang teman yang berdagang di pasar pernah berkata begini kepada saya, “Saya mana bisa untung kalau jujur-jujur!” Benar-benar kalimat yang membuat saya tercenung. Sebegitu kelam-kah sistem perdagangan sehingga cara untuk sukses adalah dengan berbuat dosa? Tidakkah kita bisa saling menguntungkan dengan cara yang jujur? Begitu juga pembeli berbuat munafik ketika menawar barang, ia menekan …
17 Jul 2019 845 views
Menurut tradisi rabinik Yahudi (Babylonian Talmud) Amos, ayah Yesaya, adalah anak dari raja Yoas dan saudara dari raja Amazia. Sedangkan dalam Alkitab jelas raja Uzia adalah anak Amazia dan cucu dari raja Yoas. Jika benar demikian maka Yesaya adalah sepupu raja Uzia, hal ini menjelaskan mengapa Yesaya bebas berada di istana raja dan sangat fasih …
28 Nov 2020 824 views
Usai pembicaraan poin sebelumnya dengan oppung, saya memastikan lagi apakah oppung dapat memahami pembicaraan kami atau ada yang hendak ditanyakan. Oppung menceritakan perasaan sukacitanya dengan pemahaman itu dan tidak ada pertanyaan. Lalu saya bertanya siapakah Yesus itu dalam iman oppung sekarang. Oppung yakin bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat baginya. Karena itu saya tuntun …
Comments are not available at the moment.