Home » Bible » Devotionals » Menimba Isi Hati

Menimba Isi Hati

togarsianturi 21 Jul 2019 644

 

Hubungan dan kerjasama menjadi sangat efektif apabila setiap orang dapat mengeluarkan isi hati masing-masing secara sehat dan bersahabat. Kebanyakan orang menolak untuk membukakan isi hati mereka karena mereka pernah memiliki pengalaman buruk atau mungkin menyaksikan pengalaman buruk menimpa orang yang terbuka. Tetapi ada juga orang yang memang tidak mengetahui apa yang ada dalam hati mereka sendiri.

Tuhan Yesus super efektif dalam pelayananNya sebab Dia tahu isi hati manusia dan Dia ahli dalam menyatakan isi hati setiap orang. Bayangkan berapa banyak kata-kata yang akan kita tarik atau kita ganti sekiranya kita tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi dalam hati manusia yang sedang kita hadapi.

Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya. (Amsal 20:5)

Betapa bijaksananya kita dan betapa indahnya hidup kita jika kita bebas dari salah mengerti satu dengan yang lain. Memberi label kepada orang lain akan menghentikan penggalian hati mereka, tetapi setiap kali kita berhasil menimba hati orang umumnya kita akan merasa empati yang mendalam akan mereka. Kemudian kita pun menjadi efektif menolong mereka.

Inilah barangkali alasan mengapa Tuhan Yesus sangat berbelas kasihan atas manusia sebab Tuhan melihat jauh melampaui perkataan dan perbuatan seseorang, Dia melihat hati mereka. Kita juga bisa bertumbuh ke arah sana jika kita terus mau belajar menggali isi hati orang sesama dan hati kita sendiri.

1. Menimba isi hati orang dengan mengajukan pertanyaan yang bagus

Pertama, intinya di sini adalah jangan sok tahu. Merasa sudah tahu orang terlalu dini membuat kita gagal mengerti mereka yang sebenarnya. Asumsi adalah musuh besar di sini. Tentu saja kita bisa belajar pola dan manusia punya kecenderungan-kecenderungan yang dapat diprediksi, tetapi selalu harus ingat bahwa Allah menciptakan setiap individu unik.

Sedangkan yang kedua adalah belajar menanyakan pertanyaan yang bagus. Ini adalah keterampilan yang tidak mudah, khususnya karena sikap sok tahu kita itu. Kita perlu untuk sangat perduli dan sangat rendah hati untuk mulai belajar teknik mengajukan pertanyaan yang baik ini. Pertanyaan itu akan muncul dari motivasi hati yang benar, meski kita bisa mulai belajar beberapa pertanyaan berseri untuk menimba hati manusia.

2. Mengerti isi hati orang dengan memerhatikan bahasa tubuh mereka

Perasaan dibalik kata-kata adalah apa yang kita perlu tangkap ketika berinteraksi dengan seseorang. Sehingga dalam komunikasi kita perlu fasih mengerti bahasa-bahasa tubuh yang tidak nyaman atau signal-signal yang lain dari bahasa tubuh mereka. Orang yang berusaha tampil dengan citra yang ia pikir bagus bisa menjadi pura-pura. Orang itu menekan perasaannya yang sesungguhnya, mungkin karena berpikir bahwa perasaan seperti itu tidak patut, terlalu kekanak-kanakan.

Ketika kita sudah menangkap hati, kata-kata menjadi tidak terlalu berarti. Meki demikian, kata-kata adalah bagian permukaan dari perasaan itu. Seperti kata para ahli manusia berkomunikasi hanya 7% dengan kata-kata, sedangkan intonasi 38%, dan 55% adalah dari bahasa tubuh. Terkadang kata-kata bisa menipu, tetapi bahasa tubuh biasanya lebih jujur.

3. Hanya orang yang sehat secara emosi yang bisa super efektif dalam hal ini

Orang yang sensitif berlebihan tidak bisa mem-proses hati sesamanya. Demikian juga orang-orang yang terlalu personal, apa-apa langsung ditarik sebagai serangan atas pribadinya. Kesehatan dan kekuatan emosional dibutuhkan untuk membangun keahlian ini.

Terus belajar untuk melihat diri kita secara utuh dalam pandangan Allah, sang Pencipta kita, itulah jalan kepada kesehatan emosi. Kesehatan emosi itu adalah keutuhan. Orang yang melihat dirinya dengan gambar terdistorsi sukar untuk sehat secara spiritual emosional. Jika kita melihat apa yang Allah lihat dalam diri kita, kita akan sangat bangga dengan diri kita, kita menerima kekurangan kita, kita bisa memiliki kekuatan untuk terus menumbuhkan diri kita dan juga membantu sesama kita.

Bapa, jadikanlah kami bijaksana dalam memahami hati kami dan hati sesama kami.
Bantu kami untuk membantu sesama kami menimba hati mereka. Amen.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Related post
Anda Bukan Gagal—Anda Baru Mulai

togarsianturi

17 Jan 2026

Anda Bukan Gagal—Anda Baru Mulai Ketika Timeline Orang Lain Terlihat Lebih Cerah Akhir tahun sering terasa kejam bagi banyak orang. Media sosial mendadak dipenuhi parade pencapaian dan perayaan. Ada yang naik jabatan, membeli rumah, atau liburan ke luar negeri. Semua tampak bergerak maju dengan cepat. Sementara Anda mungkin masih di titik yang sama. Tabungan tidak …

Simpan Dendam Itu Seperti Minum Racun

togarsianturi

16 Jan 2026

Simpan Dendam Itu Seperti Minum Racun Racun yang Kita Teguk Setiap Hari Ada sebuah kutipan terkenal yang sering dikaitkan dengan Nelson Mandela. “Resentment is like drinking poison and then hoping it will kill your enemies.” Ungkapan ini terdengar konyol, tetapi sangat realistis. Setiap hari, jutaan orang meneguk racun yang sama. Mereka marah pada mantan pasangan, …

Gak Enakan Sama Teman Kantor? Ini Cara Bilang “Tidak”

togarsianturi

15 Jan 2026

    Gak Enakan Sama Teman Kantor? Ini Cara Bilang “Tidak”   Pendahuluan: Ketika Kebaikan Berubah Menjadi Beban Di hampir setiap kantor, selalu ada satu sosok yang dikenal sebagai “Yes Man”. Orang ini paling sulit mengucapkan kata tidak kepada siapa pun. Diminta lembur menggantikan rekan, ia mengangguk. Diminta mengerjakan tugas di luar tanggung jawabnya, ia …

Lelah Mental? Coba Detoks Digital 24 Jam

togarsianturi

14 Jan 2026

Lelah Mental? Coba Detoks Digital 24 Jam   Ketika Pagi Hari Tidak Lagi Dimulai dengan Kesadaran Jujur saja, apa hal pertama yang Anda sentuh saat membuka mata setiap pagi. Apakah tangan pasangan, atau justru layar smartphone yang selalu setia menunggu. Banyak orang memulai hari bukan dengan doa atau kesadaran, melainkan notifikasi. Tanpa disadari, hari sudah …

Jangan Masuk Tahun Baru dengan Hidup yang Sama

togarsianturi

13 Jan 2026

Jangan Masuk Tahun Baru dengan Hidup yang Sama Akhir Tahun Adalah Cermin, Bukan Sekadar Perayaan Rasanya baru kemarin kita menyambut tahun baru dengan penuh harapan dan target besar. Kini Desember kembali hadir tanpa aba-aba, membawa kesadaran bahwa waktu bergerak sangat cepat. Kesibukan kerja dan tuntutan hidup sering membuat kita lupa berhenti sejenak. Padahal, hidup yang …

Keuangan Diberkati! Terapkan 8 Kebiasaan Alkitabiah Ini Sekarang

togarsianturi

11 Jan 2026

       Ingin merdeka secara finansial? Simak prinsip Alkitabiah dalam mengelola uang sebagai alat dan ujian iman. Uang sering kali menjadi subjek yang sangat sensitif bagi banyak pria karena ia sangat berkaitan erat dengan rasa aman dan harga diri kita. Namun, Alkitab secara konsisten mengajarkan bahwa uang bukanlah tujuan akhir, melainkan alat untuk melayani …