Amsal, Togar Sianturi
Home » Bible » Devotionals » Mulutmu (dan Jempolmu) adalah Harimaumu

Mulutmu (dan Jempolmu) adalah Harimaumu

togarsianturi 07 Jul 2019 687

Memang sangat luar biasa bagaimana Allah memberi manusia dua mata supaya bisa melihat banyak, dua telinga supaya bisa mendengar banyak, tetapi hanya satu lidah dan itupun dipagari dengan rentetan gigi serta sepasang bibir agar setiap orang hati-hati dalam berbicara.

Lebih lagi di zaman media sosial ini, tidak cukup untuk mengatakan mulut adalah harimau seseorang, sebab sama dahsyatnya sekarang adalah jempol yang dipakai untuk mengetik postingan atau komentar di dunia maya.

Siapa menjaga mulutnya, memelihara nyawanya, siapa yang lebar bibir,  akan ditimpa kebinasaan. (Amsal 13:3)

Ada orang yang mencari identitas dan pengakuan dari seberapa cepat mereka menceritakan berita-berita terkini. Mereka suka menguak aib orang lain, mereka sibuk mencaritahu  urusan orang lain, tetapi sayangnya mereka lupa merawat hidup mereka sendiri. Pasalnya orang-orang begini pasti binasa, itu sudah diamati oleh penulis Amsal sejak tiga ribu tahun lalu.

1. Menjaga perkataan, menjaga kehidupan

Berapa banyak orang, karena perkataan, telah jatuh ke dalam pertengkaran bahkan pembunuhan? Karena perkataan, hubungan menjadi retak, bahkan ada yang terpaksa bersarang di balik terali besi karena mulutnya. Tetapi, sebaliknya, banyak juga kisah sukses yang terjadi karena satu perkataan baik yang seseorang pernah terima sehingga itu menjadi motivasi yang kuat bagi perjuangannya.

Jadi dengan perkataan dan jempolnya seseorang bisa membangun atau menghancurkan orang lain dan hidupnya sendiri. Karena itu orang bijak dan orang berdampak menjaga perkataannya dengan baik.

2. Menarik kembali Kata-kata tidak menghilangkan akibatnya

Kata-kata yang terlanjur dikeluarkan ibarat anak panah yang sudah melesat ke sasaran. Anak panah itu bisa saja dicabut kembali dari kayu sasarannya, tetapi bekas berupa lubang akan tersisa di sana. Orang bisa saja minta maaf atas perkataannya, dan pihak lain memaafkannya, namun bukan berarti sama sekali tidak ada bekas tersisa.

Konsekuensi perkataan terhadap kredibilitas kita dan kepercayaan orang lain terhadap kita tidak dapat dihindarkan. Menumbuhkan kepercayaan itu butuh waktu seperti menumbuhkan pohon besar, tetapi hanya butuh sekejap untuk menebangnya.

3. Memikirkan kembali sebelum mengutarakan adalah bijaksana

Filter kata-kata dengan baik. Pikirkan lagi sebelum mengucapkannya. Apakah berguna, apakah benar, apakah sudah di-rechek, apakah itu perlu untuk diucapkan, apakah itu membangun, apakah itu memuliakan Allah? Orang yang menyaring kata-katanya sebelum mengeluarkannya adalah orang bijaksana yang disukai sesamanya.

Bapa, bantu kami menjadikan kata-kata kami menjadi perkataan yang berkuasa dan berguna. Amen.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Related post
Kapan Tuhan Tidak Menjawab Doa? Inilah 3 Alasan Paling Umum Yang Perlu Anda Tahu!

togarsianturi

30 Jan 2026

Banyak orang percaya bergumul dengan pertanyaan yang sangat menyakitkan: “Mengapa Tuhan tidak menjawab doa saya?” Kita sudah berdoa dengan sungguh-sungguh, berpuasa, bahkan mungkin menangis di hadapan-Nya, namun jawaban yang dinanti tak kunjung tiba. Rasa kecewa, ragu, bahkan marah bisa menyelinap masuk dan mengikis iman kita. Apakah Tuhan tidak mendengar? Apakah Ia tidak peduli? Atau adakah …

Lelah & Ingin Menyerah? Simak Pesan Tuhan untuk Pulihkan Anda

togarsianturi

29 Jan 2026

Ada momen dalam hidup di mana kata-kata “aku tidak sanggup lagi” bukan sekadar keluhan, melainkan jeritan jujur dari jiwa yang sudah melampaui batas kekuatannya. Kelelahan batin sering kali mendistorsi cara kita melihat diri sendiri, masa depan, dan bahkan cara kita memandang kasih Tuhan. Kita merasa kosong, hampa, dan kehilangan identitas, persis seperti yang dialami oleh …

Baca Alkitab Tapi Gak Ngerti? Ini Rahasia Cara Belajarnya

togarsianturi

28 Jan 2026

Banyak orang Kristen menyimpan rahasia kecil di dalam hati mereka: mereka sering membuka Alkitab dengan harapan besar, namun menutupnya kembali dengan rasa bingung dan kecewa. Masalahnya bukan karena Anda kurang pintar atau kurang rohani, melainkan karena kebanyakan dari kita tidak pernah diajarkan “cetak biru” cara mempelajarinya dengan benar. Alkitab bukanlah buku yang sekadar untuk dibaca …

Stop Mengeluh! Ini Cara Alkitabiah Ubah Nasib 90 Hari

togarsianturi

27 Jan 2026

Banyak orang Kristen berdoa meminta perubahan hidup tetapi tetap melakukan rutinitas yang sama setiap harinya tanpa ada kemajuan. Kita sering kali menunggu “tongkat ajaib” Tuhan bekerja sementara kita sendiri terjebak dalam keluhan dan keputusasaan yang melelahkan. Padahal, Tuhan sering kali bekerja melalui ketaatan kita untuk mengambil langkah-langkah kecil yang konsisten di dalam iman. Mari kita …

3 Rahasia Tetap Konsisten Saat Teduh di Tengah Kesibukan

togarsianturi

26 Jan 2026

Banyak pria Kristen mengawali minggu dengan semangat membara untuk lebih dekat dengan Tuhan, namun sering kali layu di tengah jalan karena kesibukan. Rasa bersalah muncul saat kita melewatkan satu hari, dan akhirnya kita menyerah sama sekali karena merasa tidak akan pernah bisa konsisten. Masalah utamanya bukanlah kurangnya kasih kita kepada Tuhan, melainkan kurangnya sistem yang …

Cek Imanmu! 4 Tanda Anda Sudah Dewasa Secara Rohani

togarsianturi

25 Jan 2026

  Kita semua memulai perjalanan iman sebagai bayi rohani yang hanya fokus pada kebutuhan dan kenyamanan diri sendiri. Namun, tujuan Tuhan bagi setiap kita adalah untuk bertumbuh, matang, dan menjadi pribadi yang semakin serupa dengan Kristus. Kedewasaan rohani bukanlah tentang berapa lama Anda sudah menjadi Kristen, melainkan tentang transformasi hati yang menghasilkan buah-buah Roh yang …