Home » Parenting » Orangtua Good Enough

Orangtua Good Enough

togarsianturi 26 Oct 2018 495

Kebanyakan artikel dan judul buku adalah tentang menjadi orangtua yang terbaik, orangtua yang ekselens, orangtua yang sempurna, dan seterusnya. Tetapi saya merasa sangat nyaman dengan judul yang John Louis pilih untuk model parenting-nya.

Model itu ia sebut dengan Good Enough Parenting. Menjadi orangtua yang cukup baik dalam memenuhi kebutuhan emosional inti anak-anak mereka.

 

Argumentasinya sangat mendalam. Seperti tanaman, untuk bertumbuh dengan baik, memerlukan pupuk (nutrisi tanah), matahari, udara, dan air. Dan empat unsur itu dibutuhkan dalam jumlah yang cukup, jangan kebanyakan dan jangan kekurangan.

Misalnya kalau sinar matahari berlebih maka tanaman menjadi kering dan mati. Tetapi kalau kurang juga menyebabkan tanaman kurus dan pucat. Kalau air kurang, tanaman menjadi kering. Sedangkan kalau air berlebihan, tanaman menjadi busuk.

Good Enough berarti seimbang

Seperti itu juga dalam parenting. Orangtua menjadi good enough dalam mengasuh anak mereka adalah cara paling masuk akal untuk mengharapkan pertumbuhan anak yang sehat.

Orangtua yang kurang disiplin tentu menjadi persoalan, tetapi orangtua yang terlalu disiplin juga menyebabkan kerusakan yang lain.

Jadi menjaga keseimbangan semua kebutuhan emosional inti anak adalah perawatan terbaik. Dalam pemikiran seperti itu, saya kira bisa dikatakan bahwa orangtua terbaik adalah orangtua yang good enough, mereka yang dapat memenuhi kebutuhan anak mereka secara berimbang.

Four Plus One

Kebutuhan emosional inti anak itu sendiri dikenal dengan istilah Four Plus One (4 + 1). Satu per satu adalah sebagai berikut, kebutuhan akan: Hubungan dan Penerimaan, Otonomi dan Performa yang Sehat, Batasan yang Wajar, Pengharapan yang Realistis, dan Nilai-nilai dan Komunitas Rohani. Ketika anak menerima kebutuhan emosional intinya terpenuhi secara seimbang, ia akan bertumbuh menjadi anak yang sehat serta tidak melukai diri sendiri dan orang lain.

Berikut adalah apa yang membuat sesuatu menjadi Kebutuhan Emosional Inti:

1. Ketidakhadiran dari satu kebutuhan emosioanl inti akan mengurangi kesejahteraan seseorang.
2. Kebutuhan emosional inti berdiri sendiri, tidak bisa menjadi bagian dari konsep yang lain.
3. Kebutuhan emosional inti mesti universal.

Banyak model parenting yang beredar sekarang ini. Rasanya mayoritas fokus pada ‘behavior modification’ dan memang banyak yang bisa berhasil juga. Tetapi model Good Enough Parenting adalah ‘relationship-centered parenting’ (pola asuh yang berpusat pada hubungan). Hubungan itulah yang diyakini akan akan mengubahkan perilaku anak.

Jadi kebutuhan emosional inti tersebut disediakan orangtua kepada anak-anak mereka dalam kerangka hubungan. Artinya kebutuhan emosional inti tersebut bukan daftar periksa yang kemudian orangtua lakukan sebagai kewajiban.

Pengaruh Hubungan Orangtua-Anak

Penelitian pada tahun 2007 di King’s College London oleh Josephh Rowntree Foundation bahwa hubungan orangtua-anak memengaruhi hal-hal berikut secara signifikan:
1. Perilaku agresif anak,
2. Depresi, kecemasan dan berbagai masalah menarik diri secara sosial,
3. Hasil kognitif atau akademik secara mendasar,
4. Kualitas hubungan sesama dan hubungan romantik, yang diteliti bertahun-tahun kemudian,
5. Hubungan orangtua-anak penting di setiap tahapan hidup.

Poin ke-empat di atas menegaskan bahwa tugas parenting orangtua tidak usai hanya dengan memastikan anak berprestasi secara akademis, menjadi juara olimpiade dunia atau lulus dengan summa cumlaude. Tetapi ukuran terutama kesuksesan parenting adalah bagaimanakah pernikahan dan keluarga anak mereka nantinya.

Perintah firman Tuhan

Berikut adalah perintah firman Tuhan bagi orangtua dalam parenting mereka:
Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan. Efesus 6:4

Dalam nats tersebut sebenarnya ada larangan dan perintah untuk orangtua dalam parenting mereka. Larangannya adalah jangan membangkitkan amarah anak dan perintahnya adalah untuk mendidik anak dalam ajaran dan nasehat Tuhan.

Mari kita ambil dalam dua terjemahan Bahasa Inggeris yang berbeda, supaya lebih jelas interaksi seperti apa yang orangtua mesti jauhkan dan yang mesti lakukan tehadap anak mereka:

Fathers, do not exasperate your children; instead, bring them up in the training and instruction of the Lord. New International Version

And, ye fathers, provoke not your children to wrath: but nurture them in the chastening and admonition of the Lord. American Standard Version

Sehingga dapat dirumuskan apa yang jangan dilakukan (don’t) dan apa yang mesti dilakukan (do) oleh orangtua sebagai berikut:
DON’T: Exasperating Interactions(Interaksi-interaksi yang menjengkelkan anak)
DO: Nurturing Interactions (Interaksi-interaksi yang membina)

Dan orangtua perlu mengetahui bahwa tidak melakukan apa yang don’t tidak berarti sudah otomatis sudah melakukan yang do. Orangtua benar-benar mesti sengaja menjauhkan yang don’t dan tekun memenuhi apa yang do.

Teori Loss Aversion

Satu hal lagi, orangtua jangan mengira perihal don’t dan do itu seolah seperti angka matematika. Maksudnya, ketika orangtua melanggar hal yang don’t satu kali, lalu mereka dapat menggantikannya dengan satu bagian do. Tidak bisa! Tidak demikian caranya manusia beroperasi.

Bang Togar Parenting

Jumlah poin kebahagiaan yang hilang karena satu interaksi yang menjengkelkan itu lebih besar dari jumlah poin kebahagiaan yang didapat ketika menerima satu interaksi yang membina. Teori Loss Aversion menegaskan prinsip itu.

Misalnya, jumlah poin kebahagiaan yang hilang dari seseorang ketika kehilangan uang satu juta rupiah adalah lebih besar daripada jumlah poin kebahagiaan yang ia dapat ketika ia mendapat uang satu juta rupiah.

Karena itu, tugas parenting ini sangat erat kaitannya dengan kesehatan emosional, kesehatan pernikahan dan kesehatan sosial para orangtua. Namun yang membentuk anak-anak bukanlah kesalahan yang orangtua mungkin lakukan sekali, tetapi apa yang bersifat pola yang terus berulang.

Mengapa Mesti GEP?

Berikut adalah beberapa argumentasi mengapa Model Good Enough Parenting ini menjadi pilihan kami dalam mengasuh anak-anak kami:

  1. Berdasarkan prinsip Alkitabiah dan schema therapy (therapy yang ditemukan oleh Jeffrey Young tentang schema atau lifetrap dalam diri manusia yang dibentuk dalam usia sepuluh tahun pertama).
  2. Didukung oleh riset yang dapat dipercaya – oleh keluarga Louis dan yang lain.
  3. Sependapat dengan pengalaman parenting para pendidik parenting lainnya.
  4. Sesuai dengan pengalaman klinis dari banyak konselor profesional.

Sampai ketemu di pembahasan selanjutnya..

Sumber: Good Enough Parenting by John and Karen Louis

 

Photo: 
pixabay.com
canva.com

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Maybe you will like
Kapan Tuhan Tidak Menjawab Doa? Inilah 3 Alasan Paling Umum Yang Perlu Anda Tahu!

togarsianturi

30 Jan 2026

Banyak orang percaya bergumul dengan pertanyaan yang sangat menyakitkan: “Mengapa Tuhan tidak menjawab doa saya?” Kita sudah berdoa dengan sungguh-sungguh, berpuasa, bahkan mungkin menangis di hadapan-Nya, namun jawaban yang dinanti tak kunjung tiba. Rasa kecewa, ragu, bahkan marah bisa menyelinap masuk dan mengikis iman kita. Apakah Tuhan tidak mendengar? Apakah Ia tidak peduli? Atau adakah …

Lelah & Ingin Menyerah? Simak Pesan Tuhan untuk Pulihkan Anda

togarsianturi

29 Jan 2026

Ada momen dalam hidup di mana kata-kata “aku tidak sanggup lagi” bukan sekadar keluhan, melainkan jeritan jujur dari jiwa yang sudah melampaui batas kekuatannya. Kelelahan batin sering kali mendistorsi cara kita melihat diri sendiri, masa depan, dan bahkan cara kita memandang kasih Tuhan. Kita merasa kosong, hampa, dan kehilangan identitas, persis seperti yang dialami oleh …

Baca Alkitab Tapi Gak Ngerti? Ini Rahasia Cara Belajarnya

togarsianturi

28 Jan 2026

Banyak orang Kristen menyimpan rahasia kecil di dalam hati mereka: mereka sering membuka Alkitab dengan harapan besar, namun menutupnya kembali dengan rasa bingung dan kecewa. Masalahnya bukan karena Anda kurang pintar atau kurang rohani, melainkan karena kebanyakan dari kita tidak pernah diajarkan “cetak biru” cara mempelajarinya dengan benar. Alkitab bukanlah buku yang sekadar untuk dibaca …

Stop Mengeluh! Ini Cara Alkitabiah Ubah Nasib 90 Hari

togarsianturi

27 Jan 2026

Banyak orang Kristen berdoa meminta perubahan hidup tetapi tetap melakukan rutinitas yang sama setiap harinya tanpa ada kemajuan. Kita sering kali menunggu “tongkat ajaib” Tuhan bekerja sementara kita sendiri terjebak dalam keluhan dan keputusasaan yang melelahkan. Padahal, Tuhan sering kali bekerja melalui ketaatan kita untuk mengambil langkah-langkah kecil yang konsisten di dalam iman. Mari kita …

3 Rahasia Tetap Konsisten Saat Teduh di Tengah Kesibukan

togarsianturi

26 Jan 2026

Banyak pria Kristen mengawali minggu dengan semangat membara untuk lebih dekat dengan Tuhan, namun sering kali layu di tengah jalan karena kesibukan. Rasa bersalah muncul saat kita melewatkan satu hari, dan akhirnya kita menyerah sama sekali karena merasa tidak akan pernah bisa konsisten. Masalah utamanya bukanlah kurangnya kasih kita kepada Tuhan, melainkan kurangnya sistem yang …

Cek Imanmu! 4 Tanda Anda Sudah Dewasa Secara Rohani

togarsianturi

25 Jan 2026

  Kita semua memulai perjalanan iman sebagai bayi rohani yang hanya fokus pada kebutuhan dan kenyamanan diri sendiri. Namun, tujuan Tuhan bagi setiap kita adalah untuk bertumbuh, matang, dan menjadi pribadi yang semakin serupa dengan Kristus. Kedewasaan rohani bukanlah tentang berapa lama Anda sudah menjadi Kristen, melainkan tentang transformasi hati yang menghasilkan buah-buah Roh yang …