
Pekerjaan Paling Bergengsi Yang Mungkin Kamu Kejar
Banyak hal berharga yang kalau dipandang salah menjadi kurang berharga. Baru-baru ini saya belajar tentang betapa berharganya hubungan dengan Allah, Bapa Sorgawi itu. Namun karena begitu mudahnya didapatkan, kapan saja kita bisa datang kepada Allah, maka kerap kita memandangnya biasa saja, bahkan cenderung menundanya.
Kita menaruh hubungan dengan Allah dalam waiting list, bukan prioritas, yang lain rasanya lebih mendesak dan lebih penting. Inilah bagian yang memilukan hati saya, bagaimana mungkin saya menomorsekiankan apa yang paling berharga di muka bumi ini.
Hari ini saya pun sangat dikuatkan lagi, saya menemukan padangan baru tentang pelayanan saya. Setelah belasan tahun melayani, tak jarang saya jatuh ke dalam jalan rutinitas. Saya melakukan apa yang memang harus saya lakukan untuk Tuhanku dan kerajaanNya. Namun keyakinan Paulus mengubahkanku:
“Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu, 26 yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya. – Kolose 1:25-26.”
Sangat hebat apa yang sedang saya kerjakan, saya sedang mengungkapkan rahasia yang telah tertutup bagi generasi ke generasi selama berabad-abad.
Saya sudah melayani full time, sebagai pendeta, sejak usia 23 tahun, hampir satu setengah tahun setelah saya membuat komitmen menjadi murid Yesus. Itu sudah 20 tahun yang lalu. Saya merasakan banyak perubahan dan pertumbuhan. Tetapi saya juga menghadapi tak sedikit tantangan dan pergumulan.
Sungguh, apa yang saya baca hari ini sangat meneguhkan saya. Tugas saya dalam Kerajaan Allah ini sangat berharga, sangat penting dan sangat bergengsi. Saya mesti mengajak para pemimpin rohani yang lain untuk mensyukurinya secara demikian.
Demikian juga terhadap mereka yang kami layani, mereka mesti merasakan betapa indah dan berharganya rahasia ini yang diungkapkan kepada hidup mereka.
Saya sedang melayani Allah, bukan yang lain
Kadang saya merasa saya sedang melayani seseorang atau sesuatu. Saya kerap begitu tunduk pada pemimpin saya tetapi di kesempatan lain menjadi tunduk berlebihan pada perasaan saya. Ahh, saya membutuhkan pengampunan Tuhan untuk hati itu. Saya tidak bisa bertahan dengan hati seperti itu, dalam jangka panjang pasti saya akan terjerembab.
Saya mau terus latih hati ini untuk hanya tertuju pada hati sang Bapa Kekal. Melayani Dia dan hanya Dia saja yang penting bagi saya. Apa yang orang lain katakan, saya tak perduli, selama saya tahu benar di hadapan Allah saya.
Pekerjaan saya adalah mengungkap rahasia yang sudah berabad-abad terkubur
Inilah bagian kebanggaaan saya, pelayanan saya ini tidak sembarangan, sangat mahal dan bernilai kekal. Banyak orang yang tidak mengerti rahasia ini dan mereka hidup dalam kesusahan dan kemalangan meskipun mereka memiliki semua yang dunia ini banggakan.
Manusia terus mencari apa yang dunia gembar-gemborkan padahal semuanya nyaris tidak berfaedah apa-apa bagi hidup mereka. Injil ini adalah apa yang manusia perlukan, namun saya perlu bertumbuh dalam membuatnya dimengerti oleh penerimanya.
Pelayan Tuhan adalah status tertinggi yang bisa saya kejar dalam hidup ini
Saya tak mau menukarkan apapun dengan semangat melayani Allah. Meski saya sadar bahwa pelayanan saya bukan tentang posisi sebagai full time, tetapi tentang bahwa saya sedang melayani Allah, Bapa kekal. Hanya itu yang saya ingin capai dalam hidup ini.
Saya tak akan membeli tawaran menggiurkan dari si Iblis, semuanya adalah dusta, bohong yang parah. Saya hanya akan melayani Allah dan terus melayani Dia saja.
Tetapi melayani Allah itu bukan perihal status atau posisi, tetapi hidup kita. Mereka yang dibayar full time atau yang support sendiri pelayanannya melalui usaha atau pekerjaan mereka sama saja semuanya. Perbedaannya adalah pada jumlah waktu saja, sehingga kecepatan bertumbuh dan ukuran porsi yang bisa dilakukan jadi berbeda, tetapi standar dan prinsip pelayanan tetap sama.
Bapa, ampunilah bila saya kurang menghargai apa yang harusnya sangat saya hargai. Tidak ada yang lebih mahal dan lebih berharga dari pada melayani Engkau dan kehendakMu. Amen.
togarsianturi
30 Jan 2026
Banyak orang percaya bergumul dengan pertanyaan yang sangat menyakitkan: “Mengapa Tuhan tidak menjawab doa saya?” Kita sudah berdoa dengan sungguh-sungguh, berpuasa, bahkan mungkin menangis di hadapan-Nya, namun jawaban yang dinanti tak kunjung tiba. Rasa kecewa, ragu, bahkan marah bisa menyelinap masuk dan mengikis iman kita. Apakah Tuhan tidak mendengar? Apakah Ia tidak peduli? Atau adakah …
togarsianturi
29 Jan 2026
Ada momen dalam hidup di mana kata-kata “aku tidak sanggup lagi” bukan sekadar keluhan, melainkan jeritan jujur dari jiwa yang sudah melampaui batas kekuatannya. Kelelahan batin sering kali mendistorsi cara kita melihat diri sendiri, masa depan, dan bahkan cara kita memandang kasih Tuhan. Kita merasa kosong, hampa, dan kehilangan identitas, persis seperti yang dialami oleh …
togarsianturi
28 Jan 2026
Banyak orang Kristen menyimpan rahasia kecil di dalam hati mereka: mereka sering membuka Alkitab dengan harapan besar, namun menutupnya kembali dengan rasa bingung dan kecewa. Masalahnya bukan karena Anda kurang pintar atau kurang rohani, melainkan karena kebanyakan dari kita tidak pernah diajarkan “cetak biru” cara mempelajarinya dengan benar. Alkitab bukanlah buku yang sekadar untuk dibaca …
togarsianturi
27 Jan 2026
Banyak orang Kristen berdoa meminta perubahan hidup tetapi tetap melakukan rutinitas yang sama setiap harinya tanpa ada kemajuan. Kita sering kali menunggu “tongkat ajaib” Tuhan bekerja sementara kita sendiri terjebak dalam keluhan dan keputusasaan yang melelahkan. Padahal, Tuhan sering kali bekerja melalui ketaatan kita untuk mengambil langkah-langkah kecil yang konsisten di dalam iman. Mari kita …
togarsianturi
26 Jan 2026
Banyak pria Kristen mengawali minggu dengan semangat membara untuk lebih dekat dengan Tuhan, namun sering kali layu di tengah jalan karena kesibukan. Rasa bersalah muncul saat kita melewatkan satu hari, dan akhirnya kita menyerah sama sekali karena merasa tidak akan pernah bisa konsisten. Masalah utamanya bukanlah kurangnya kasih kita kepada Tuhan, melainkan kurangnya sistem yang …
togarsianturi
25 Jan 2026
Kita semua memulai perjalanan iman sebagai bayi rohani yang hanya fokus pada kebutuhan dan kenyamanan diri sendiri. Namun, tujuan Tuhan bagi setiap kita adalah untuk bertumbuh, matang, dan menjadi pribadi yang semakin serupa dengan Kristus. Kedewasaan rohani bukanlah tentang berapa lama Anda sudah menjadi Kristen, melainkan tentang transformasi hati yang menghasilkan buah-buah Roh yang …
31 Oct 2018 1.421 views
Kita memiliki empat Injil dalam Perjanjian Baru, Allah dengan sengaja memasukkannya ke dalam Kitab kanonik kita, yakni: 1. Matius 2. Markus 3. Lukas 4. Yohanes Injil Sinoptik Tiga dari empat Injil itu disebut sinoptik: Matius, Markus, Lukas. Sinoptik berasal dari dua kata, sin = sama, optic = cara pandang. Artinya ketiga Injil ini melihat …
29 Mar 2019 1.205 views
Inilah damai sejahtera yang sejati itu, yakni bahwa sang Raja Damai datang mendamaikan manusia berdosa, yang dulu adalah seteru Allah sehingga kini menjadi sekutu. Jadi damai sejahtera terutama kaitannya bukan dengan suasana atau perasaan, melainkan dengan penebusan dan pemulihan hubungan (rekonsiliasi). Dengan dosa, kita memberontak dan memusuhi Allah, kita hidup jauh dariNya. Maka satu-satunya …
19 Oct 2018 1.104 views
Tidak akan ada damai di antara negara, jika tidak ada damai di negara, tidak ada damai dalam negara jika tidak ada damai dalam orang-orangnya, tidak ada damai dalam orang-orang jika orang-orang tidak menyerahkan hidupnya ke tangan si Raja Damai. Benar sekali apa yang Heyden Robinson, penulis buku Salt And Light, ungkapkan dalam kutipan di atas. …
27 Jun 2019 1.010 views
Amsal banyak membantu orang percaya mengerti sifat alami dari godaan dan tipu muslihat dosa. Termasuk bagaimana sang Penulis mempersonifikasikan godaan dunia ini sebagai seorang perempuan jalang. Karena bibir perempuan jalang menitikkan tetesan madu dan langit-langit mulutnya lebih licin dari pada minyak, 4 tetapi kemudian ia pahit seperti empedu, dan tajam seperti pedang bermata dua. …
24 Jul 2019 994 views
Seorang teman yang berdagang di pasar pernah berkata begini kepada saya, “Saya mana bisa untung kalau jujur-jujur!” Benar-benar kalimat yang membuat saya tercenung. Sebegitu kelam-kah sistem perdagangan sehingga cara untuk sukses adalah dengan berbuat dosa? Tidakkah kita bisa saling menguntungkan dengan cara yang jujur? Begitu juga pembeli berbuat munafik ketika menawar barang, ia menekan …
17 Jul 2019 946 views
Menurut tradisi rabinik Yahudi (Babylonian Talmud) Amos, ayah Yesaya, adalah anak dari raja Yoas dan saudara dari raja Amazia. Sedangkan dalam Alkitab jelas raja Uzia adalah anak Amazia dan cucu dari raja Yoas. Jika benar demikian maka Yesaya adalah sepupu raja Uzia, hal ini menjelaskan mengapa Yesaya bebas berada di istana raja dan sangat fasih …
28 Nov 2020 911 views
Usai pembicaraan poin sebelumnya dengan oppung, saya memastikan lagi apakah oppung dapat memahami pembicaraan kami atau ada yang hendak ditanyakan. Oppung menceritakan perasaan sukacitanya dengan pemahaman itu dan tidak ada pertanyaan. Lalu saya bertanya siapakah Yesus itu dalam iman oppung sekarang. Oppung yakin bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat baginya. Karena itu saya tuntun …
Comments are not available at the moment.