Amsal, Togar Sianturi
Home » Bible » Devotionals » Memelihara Firman, Memelihara Jiwa

Memelihara Firman, Memelihara Jiwa

togarsianturi 18 Jul 2019 571

Manusia melakukan apa saja demi mempertahankan nyawa mereka. Lihat saja orang-orang yang menderita penyakit kritis, mereka atau keluarga mereka akan melakukan apa saja untuk sehat kembali. Mereka menjual semua harta, bahkan mencari pinjaman. Pada dasarnya semua yang manusia kerjakan juga adalah demi memelihara kehidupan mereka.

Sayangnya, firman Allah punya prinsip yang manusia cenderung tidak indahkan. Firman konsisten menghubungkan ketaatan melakukan firman pada kelangsungan hidup manusia hingga kekekalan.
Siapa berpegang pada perintah, memelihara nyawanya, tetapi siapa menghina firman, akan mati. (Amsal 19:16)
Allah memelihara hidup orang yang memelihara firmanNya. Begitulah cara kerjanya. Sedangkan orang yang merendahkan firman akan direndahkan hingga dunia orang mati. Ayat di atas dalam terjemahan bahasa Inggris, A Conservative Version, berbunyi seperti berikut:
He who keeps the commandment keeps his soul. He who is careless of his ways shall die. (ACV)
Ternyata usaha manusia mengamankan jiwanya dengan cara sendiri adalah sia-sia. Perihal kehilangan nyawa ini tidak bisa dicoba-coba sebab ini hanya berlaku untuk satu jalan saja, tidak bisa diputar kembali. Jadi tidak ada waktu untuk mengalaminya dulu baru membuat keputusan. Kita perlu memercayai sang Perancang kehidupan itu sendiri untuk hal ini.
Sekiranya kita bisa mengintip ke akhir hidup kita, mungkin kita akan membuat keputusan yang berbeda untuk hidup sekarang ini. Tetapi karena pada kita ada firman dari Dia yang menciptakan segala yang ada, ke sanalah kita berharap. Berikut adalah beberapa cara untuk menyelamatkan jiwa kita:

1. Setia mengerjakan firman Allah

Ini adalah apa yang nats di atas ajarkan. Karenanya perlu setiap orang percaya terus menyelidiki hidupnya sendiri, apakah masih setia melakukan firman Allah. Menaati firman dengan radikal sepuluh atau beberapa tahun lalu adalah satu hal, sedang menaatinya hari ini adalah hal yang lain.
Kita tidak diselamatkan oleh iman dan kesetiaan kita tahun lalu, tetapi oleh iman dan kesetiaan kita hari ini. Kesetiaan kita di waktu silam adalah hal indah dan inspirasi, tetapi yang menentukan bagi kita adalah keadaan kita sekarang ini dan terus hingga kita dipanggilNya. Kerjakanlah lagi apa yang kita tahu firman mau kita kerjakan.

2. Merelakannya demi Yesus dan Injil

Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya. (Markus 8:35)
Ini satu prinsip lagi yang cenderung bertolak belakang dengan keyakinan alami manusia. Memang ini hanya dapat dicerna manusia rohani. Tetapi sangat benar! Dengan cara bagaimana semua orang juga akan kehilangan nyawanya, mereka pasti meninggal. Tetapi bertapa berbahagia orang yang menyerahkan nyawanya untuk Tuhan Yesus dan InjilNya sebab ketika mereka kehilangan nyawa mereka maka mereka akan menerimanya kembali.
Hanya Tuhan Yesus dan InjilNya yang menjadi asuransi jiwa di kekekalan. Perusahaan asuransi hanya menggangi rugi kepada ahli waris apabila si tertanggung meninggal, tetapi si tertanggung tidak mendapat benefit apa-apa. Relakanlah nyawa kita demi panggilan Tuhan Yesus dan pemberitaan injilNya, itulah asuransi jiwa kita.

3. Mematikan dosa dalam tubuh kita

Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus. 12 Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya. (Roma 6:11-12)
Dosa adalah penyebab kematian dan penghukuman. Darah Yesus menghidupkan kita dari kematian oleh dosa itu. Sehingga dosa mesti benar-benar kita seriusi. Dengan akal sehat saja, kita tidak mungkin pergi lagi ke penyakit pembawa kematian itu yang darinya kita sudah dihidupkan.
Perkuat hidup rohani kita, terus semangat melayani Tuhan dan melayani sesama. Jangan beri kesempatan pada dosa untuk bertumbuh dalam diri kita lagi. Kita terlalu berharga untuk kembali ke kubangan dosa itu lagi!
Bapa, terimakasih telah menyelamatkan jiwa kami, kami mau terus hidup dalam penyelamatan yang dariMu hingga pada akhirnya ketika keselamatan kami final di Sorga kelak. Amen.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Related post
Kapan Tuhan Tidak Menjawab Doa? Inilah 3 Alasan Paling Umum Yang Perlu Anda Tahu!

togarsianturi

30 Jan 2026

Banyak orang percaya bergumul dengan pertanyaan yang sangat menyakitkan: “Mengapa Tuhan tidak menjawab doa saya?” Kita sudah berdoa dengan sungguh-sungguh, berpuasa, bahkan mungkin menangis di hadapan-Nya, namun jawaban yang dinanti tak kunjung tiba. Rasa kecewa, ragu, bahkan marah bisa menyelinap masuk dan mengikis iman kita. Apakah Tuhan tidak mendengar? Apakah Ia tidak peduli? Atau adakah …

Lelah & Ingin Menyerah? Simak Pesan Tuhan untuk Pulihkan Anda

togarsianturi

29 Jan 2026

Ada momen dalam hidup di mana kata-kata “aku tidak sanggup lagi” bukan sekadar keluhan, melainkan jeritan jujur dari jiwa yang sudah melampaui batas kekuatannya. Kelelahan batin sering kali mendistorsi cara kita melihat diri sendiri, masa depan, dan bahkan cara kita memandang kasih Tuhan. Kita merasa kosong, hampa, dan kehilangan identitas, persis seperti yang dialami oleh …

Baca Alkitab Tapi Gak Ngerti? Ini Rahasia Cara Belajarnya

togarsianturi

28 Jan 2026

Banyak orang Kristen menyimpan rahasia kecil di dalam hati mereka: mereka sering membuka Alkitab dengan harapan besar, namun menutupnya kembali dengan rasa bingung dan kecewa. Masalahnya bukan karena Anda kurang pintar atau kurang rohani, melainkan karena kebanyakan dari kita tidak pernah diajarkan “cetak biru” cara mempelajarinya dengan benar. Alkitab bukanlah buku yang sekadar untuk dibaca …

Stop Mengeluh! Ini Cara Alkitabiah Ubah Nasib 90 Hari

togarsianturi

27 Jan 2026

Banyak orang Kristen berdoa meminta perubahan hidup tetapi tetap melakukan rutinitas yang sama setiap harinya tanpa ada kemajuan. Kita sering kali menunggu “tongkat ajaib” Tuhan bekerja sementara kita sendiri terjebak dalam keluhan dan keputusasaan yang melelahkan. Padahal, Tuhan sering kali bekerja melalui ketaatan kita untuk mengambil langkah-langkah kecil yang konsisten di dalam iman. Mari kita …

3 Rahasia Tetap Konsisten Saat Teduh di Tengah Kesibukan

togarsianturi

26 Jan 2026

Banyak pria Kristen mengawali minggu dengan semangat membara untuk lebih dekat dengan Tuhan, namun sering kali layu di tengah jalan karena kesibukan. Rasa bersalah muncul saat kita melewatkan satu hari, dan akhirnya kita menyerah sama sekali karena merasa tidak akan pernah bisa konsisten. Masalah utamanya bukanlah kurangnya kasih kita kepada Tuhan, melainkan kurangnya sistem yang …

Cek Imanmu! 4 Tanda Anda Sudah Dewasa Secara Rohani

togarsianturi

25 Jan 2026

  Kita semua memulai perjalanan iman sebagai bayi rohani yang hanya fokus pada kebutuhan dan kenyamanan diri sendiri. Namun, tujuan Tuhan bagi setiap kita adalah untuk bertumbuh, matang, dan menjadi pribadi yang semakin serupa dengan Kristus. Kedewasaan rohani bukanlah tentang berapa lama Anda sudah menjadi Kristen, melainkan tentang transformasi hati yang menghasilkan buah-buah Roh yang …