3 CIRI LUMPUH ROHANI

Dua perkara utama manusia yakni jikalau tidak perkara jasmani, ya perkara rohani. Satu dengan yang lainnya selalu dapat dianalogikan, tetapi perkara rohani jelas lebih utama daripada perkara jasmani. Meski demikian, kebanyakan manusia lebih fokus pada perkara jasmani, lebih parah lagi adalah bahwa seringkali hal ini benar bahkan diantara orang-orang yang disebut rohaniawan.Tuhan Yesus suatu kali menyembuhkan orang yang sudah lumpuh sekian lama, tetapi dalam kisah itu terselip kelumpuhan rohani yang ternyata jauh lebih parah yang justru dialami oleh para pemuka agama dan rohaniawan masa itu. Yang sakit jasmaninya disembuhkan oleh Tuhan Yesus bersamaan dengan kesembuhan rohaninya, tetapi ahli Taurat tetap lumpuh secara rohani.
Mungkin kita bukan orang lumpuh fisik itu, tetapi mungkinkah kita yang lumpuh rohani itu?
Matius 9:5 Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah? 6 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa”– lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu–: “Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” 7 Dan orang itupun bangun lalu pulang.
Sebenarnya Tuhan Yesus mengadakan 3 mujizat dalam peristiwa ini, yakni: 1. Pengampunan dosa orang miskin, 2. Pengungkapan pikiran-pikiran tersembunyi. 3. Penyembuhan seorang lumpuh secara instan dan total. Tetapi dasar orang yang lumpuh rohani, tak satupun dari mujizat itu yang menyentuh hati dan hidup mereka. Mujizat yang membuat mata orang lain terarah kepada Tuhan, tetapi mereka justru menampakkan kelumpuhan mereka dari hal berikut:
-
TAK MAMPU MELIHAT YANG BAIK
Mereka yang selalu melihat hal-hal buruk sedang mengundang hal buruk juga terjadi atas hidup mereka adalah orang-orang yang lumpuh rohani. Dan murka Tuhan sangat jelas atas mereka yang memilih bersikap demikian.
Dalam kebersamaan kita dengan orang lain, baik dalam keluarga, di gereja atau di kantor, pertanyaannya adalah apakah yang menjadi fokus perhatian dan pembicaraan kita dengan atau tentang orang lain – hal buruk atau hal baikkah? Semakin mampu kita melihat hal baik tentang orang lain, tentang Tuhan dan tentang hidup serta menceritakannya kepada orang lain maka kita semakin sembuh dari lumpuh rohani.
-
TIDAK MAMPU MENGATAKAN YANG SEBENARNYA
Tuhan Yesus tahu perkataanNya akan memicu respon sedemikian di dalam hati orang-orang yang beragama ini, tetapi Tuhan Yesus dengan sengaja memperkatakannya sebab Dia mau menyatakan apa yang benar apapun resikonya. Sekiranya tidak ada yang menyatakan kebenaran maka yang dirugikan jelas adalah Tuhan sendiri. Dia yang adalah kebenaran tidak boleh didiamkan begitu saja, harus dibicarakan dan dinyatakan dengan sungguh-sungguh.
Itu sebabnya, kita yang percaya padaNya harus berbicara tentang kebenaranNya itu sehingga orang lain mengerti apa yang benar dan memilih kebenaran itu bagi hidup mereka. Tuhan tidak akan tinggal diam bila kita mengatakan kebenaran, pasti Dia akan membela kita. Tetapi mereka yang rohaninya lumpuh, jangankan mengatakan apa yang benar, mendengar kebenaran sajapun mereka tersinggung dan bereaksi tidak baik.
-
TIDAK MAMPU BANGKIT
Jika orang lumpuh itu segera bangkit setelah Yesus mengampuni dosanya, tetapi orang yang lumpuh secara rohani ini tidak punya pengharapan untuk bangkit kembali. Tuhan Yesus menunjukkan betapa jauh lebih celakanya menjadi orang yang lumpuh rohani daripada mereka yang lumpuh secara jasmani.
Tuhan luar biasa dan teramat mengasihi semua orang dengan sangat baik, kita perlu belajar hati yang sama, bangkitlah dan semangatlah untuk menjadi pemberita kebenaran yang dari Allah sendiri.
togarsianturi
18 Apr 2019
Saya masih terus berjuang untuk lebih memahami kehebatan dan keindahan Kristus Yesus, Tuhan saya. Di dunia ini ada banyak filsuf dari berbagai tingkatan yang membangun filsafat dan prinsip-prinsip yang terlihat sangat canggih. Bahkan tak sedikit prinsip-prinsip itu yang disertai dengan penelitian yang mendalam. Dan di titik itu tidak jarang pengikut Kristus menjadi terseret arus, sebab …
togarsianturi
17 Apr 2019
Manusia mengusahakan pendewasaan anak-anaknya dengan berbagai cara; mereka mengajar, melatih, memberi tanggungjawab, menyekolahkan, dan lain-lain. Jika manusia menginginkan anak-anaknya menjadi dewasa, tidakkah terlebih lagi Allah akan mendambakan kedewasaan anak-anakNya juga? Alkitab secara konsisten menggambarkan kehidupan rohani itu mirip dengan kehidupan jasmani. Mirip mulai dari kelahiran dan akan mengalami pertumbuhan dari masa bayi hingga menjadi dewasa. …
togarsianturi
16 Apr 2019
Banyak hal berharga yang kalau dipandang salah menjadi kurang berharga. Baru-baru ini saya belajar tentang betapa berharganya hubungan dengan Allah, Bapa Sorgawi itu. Namun karena begitu mudahnya didapatkan, kapan saja kita bisa datang kepada Allah, maka kerap kita memandangnya biasa saja, bahkan cenderung menundanya. Kita menaruh hubungan dengan Allah dalam waiting list, bukan prioritas, yang …
togarsianturi
14 Oct 2018
Sebagian orang terlalu naif dalam hidup mereka. Mereka pikir hidup se-idealis kepolosan mereka. Mereka tidak rela mengakui bahwa ada satu oknum yang mengharapkan kehancuran mereka, menghalangi kesejahteraan mereka. Memang hanya satu oknum tetapi pasukan dan sekutunya itu yang tidak terbilang jumlahnya. Maaf, Tidak Ada Gerakan Non Blok Dalam Hal Ini Lebih parah lagi, sebagian …
togarsianturi
14 May 2017
Ikuti link berikut untuk bergabung dengan group “Bang Togar on WhatsApp”: https://chat.whatsapp.com/KylWrwKDGFU972sZqkY5Ws
togarsianturi
18 Apr 2017
Setelah Yesus turun dari bukit, orang banyak berbondong- bondong mengikuti Dia. Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada- Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: ” Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.” – Matius 8:1-2 Orang ini boleh mengalami penyakit yang parah dan hina sekali, tetapi imannya tidak sakit sama sekali – …
31 Oct 2018 1.723 views
Kita memiliki empat Injil dalam Perjanjian Baru, Allah dengan sengaja memasukkannya ke dalam Kitab kanonik kita, yakni: 1. Matius 2. Markus 3. Lukas 4. Yohanes Injil Sinoptik Tiga dari empat Injil itu disebut sinoptik: Matius, Markus, Lukas. Sinoptik berasal dari dua kata, sin = sama, optic = cara pandang. Artinya ketiga Injil ini melihat …
29 Mar 2019 1.562 views
Inilah damai sejahtera yang sejati itu, yakni bahwa sang Raja Damai datang mendamaikan manusia berdosa, yang dulu adalah seteru Allah sehingga kini menjadi sekutu. Jadi damai sejahtera terutama kaitannya bukan dengan suasana atau perasaan, melainkan dengan penebusan dan pemulihan hubungan (rekonsiliasi). Dengan dosa, kita memberontak dan memusuhi Allah, kita hidup jauh dariNya. Maka satu-satunya …
19 Oct 2018 1.465 views
Tidak akan ada damai di antara negara, jika tidak ada damai di negara, tidak ada damai dalam negara jika tidak ada damai dalam orang-orangnya, tidak ada damai dalam orang-orang jika orang-orang tidak menyerahkan hidupnya ke tangan si Raja Damai. Benar sekali apa yang Heyden Robinson, penulis buku Salt And Light, ungkapkan dalam kutipan di atas. …
24 Jul 2019 1.362 views
Seorang teman yang berdagang di pasar pernah berkata begini kepada saya, “Saya mana bisa untung kalau jujur-jujur!” Benar-benar kalimat yang membuat saya tercenung. Sebegitu kelam-kah sistem perdagangan sehingga cara untuk sukses adalah dengan berbuat dosa? Tidakkah kita bisa saling menguntungkan dengan cara yang jujur? Begitu juga pembeli berbuat munafik ketika menawar barang, ia menekan …
17 Jul 2019 1.303 views
Menurut tradisi rabinik Yahudi (Babylonian Talmud) Amos, ayah Yesaya, adalah anak dari raja Yoas dan saudara dari raja Amazia. Sedangkan dalam Alkitab jelas raja Uzia adalah anak Amazia dan cucu dari raja Yoas. Jika benar demikian maka Yesaya adalah sepupu raja Uzia, hal ini menjelaskan mengapa Yesaya bebas berada di istana raja dan sangat fasih …
27 Jun 2019 1.254 views
Amsal banyak membantu orang percaya mengerti sifat alami dari godaan dan tipu muslihat dosa. Termasuk bagaimana sang Penulis mempersonifikasikan godaan dunia ini sebagai seorang perempuan jalang. Karena bibir perempuan jalang menitikkan tetesan madu dan langit-langit mulutnya lebih licin dari pada minyak, 4 tetapi kemudian ia pahit seperti empedu, dan tajam seperti pedang bermata dua. …
28 Nov 2020 1.173 views
Usai pembicaraan poin sebelumnya dengan oppung, saya memastikan lagi apakah oppung dapat memahami pembicaraan kami atau ada yang hendak ditanyakan. Oppung menceritakan perasaan sukacitanya dengan pemahaman itu dan tidak ada pertanyaan. Lalu saya bertanya siapakah Yesus itu dalam iman oppung sekarang. Oppung yakin bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat baginya. Karena itu saya tuntun …
Comments are not available at the moment.