3 HAL MENGENAI PRIBADI YANG BERKUASA

Dan setelah Yesus mengakhiri perkataan ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka. – Matius 7:28-29
Tuhan Yesus telah menyelesaikan khotbah di Bukit dengan luar biasa dan orang banyak pun takjub. Mereka heran dan kagum melihat bagaimana Tuhan Yesus mengajar dan mengungkapkan fakta-fakta kebenaran secara mendalam dan mendasar.
Apa yang selama ini diajarkan dan diyakini oleh banyak orang seolah ‘ditelanjangi’ oleh Tuhan Yesus dengan kebenaran yang tak terbantahkan. Sebagai contoh, orang menganggap ‘perzinahan’ hanyalah melakukan hubungan seksual dengan orang yang bukan pasangannya, tetapi Tuhan Yesus menegaskan bahwa perzinahan hubungan hanya perbuatan tetapi juga pikiran sehingga berpikir cabul, pronografi, onani sudah merupakan perzinahan. Demikian juga, ketika Tuhan Yesus berbicara tentang ‘jangan membunuh’ itu bukan hanya menghilangkan nyawa, tetapi memfitnah dan menghina sesama merupakan dosa pembunuhan.
Tuhan Yesus tentu adala pribadi yang berkuasa sebab Dia adalah Tuhan. Segala yang namanya kuasa berasal dari Dia. Seperti Tuhan Yesus mengatakan kepada Pilatus bahwa tidak ada kuasa yang dimilikinya kecuali apa yang telah berikan kepadanya dari atas. Poin ini memberikan kita beberapa pelajaran penting untuk menjadi pribadi yang bekuasa dengan baik.
-
SEMUA KUASA BERASAL DARI TUHAN
Seharusnya kita sadar bahwa jikalaupun kita mampu memiliki sesuatu atau memerintah pada tingkat apapun maka kita menyadari bahwa semua itu adalah dari Tuhan sendiri, bukan karena gagah dan kuat kita. Sehingga setiap orang yang ingin menjadi pribadi yang berkuasa, jika ingin yang sejati, haruslah datang dan memintanya dari Tuhan, bukan dari manusia atau dari harta benda.
Mereka yang berusaha menggunakan kuasa duniawi di dalam hidup mereka sudah pasti tidak kekal dan sudah pasti tidak benar dihadapan Tuhan. Tak dapat disangkal bahwa kuasa itu sungguh-sungguh ada di tengah-tengah dunia ini, dan banyak yang berusaha mendapatkannya sebab biasanya lebih mudah dan tak terlalu banyak syarat moral-nya. Sebab dunia memang tidak bermoral, selalu hanya ingin kemuliaan sendiri dan sangat individualistis.
Kita akan menerima kuasa dari Tuhan jika kita mau belajar kebenaranNya dan benar-benar meyakiniNya, lalu kemudian kita benar-benar mau melakukan apa yang kita pelajari itu. Jika seseorang yang pengetahuannya jauh lebih banyak daripada perbuatannya maka sungguh tidak ada kuasa dalam diri orang itu. Itu hanya ibarat kata pepatah ‘tong kosong nyaring bunyinya.’
-
GUNAKAN KUASA SEBAIK-BAIKNYA
Jangan sampai kuasa disalah gunakan, Tuhan pasti akan mencabut semuanya dari yang tidak dapat dipercayai. Kuasa tidak pernah diberikan oleh Tuhan untuk dipamerkan atau untuk mendapat kredit bagi diri sendiri, meski sudah pasti kepemilikan kuasa itu sendiri merupakan kredit bagi kita. Tuhan mau kita menggunakan kuasa untuk kemuliaanNya dan menjadi manfaat bagi manusia. Kita adalah alat yang dipakai Tuhan untuk memberitakan kebesaranNya dan menegakkan keadilanNya di muka bumi ini.
Tuhan sangat serius dengan apapun yang sudah dipercayakanNya kepada kita, Dia pasti akan memertanyakan semua kuasa yang telah diberikanNya kepada kita. Dan kita tidak akan bisa berdalih, kita tidak akan bisa menyembunyikan apapun dari Dia. Maka, pergunakanlah segala kuasa yang diberikan kepada kita itu untuk membangun umat manusia dan membuat perkara besar bagi kemuliaan Tuhan sendiri.
-
MENGEMBANGKAN KUASA
Kuasa dapat kita kembangkan dan Tuhan pun akan terus menambahkan apa yang sudah diberikanNya kepada kita jika kita dapat dipercayai. Itu luar biasanya Tuhan, setiap yang dipercaya diberi lebih dan dari yang tak dapat dipercayai, diambil semuanya. Sembari kita menggunakan kuasa, sebenarnya kita mengembangkan kuasa. Semisal orang yang sudah mendapat ajaran dalam Tuhan, kemudian dia melakukannya, lalul ia mengajarkannya pada orang lain – orang seperti ini akan menjadi semakin tajam sebab belajar-melakukan-mengajarkan adalah sebuah siklus. Kita akan belajar hal-hal baru lagi sembari kita mengajar dan dengan demikian kita bisa lakukan lagi dan ajarkan lagi dan seterusnya. Kuasa pun menjadi semakin bertambah-tambah dalam hidup kita.
togarsianturi
18 Apr 2019
Saya masih terus berjuang untuk lebih memahami kehebatan dan keindahan Kristus Yesus, Tuhan saya. Di dunia ini ada banyak filsuf dari berbagai tingkatan yang membangun filsafat dan prinsip-prinsip yang terlihat sangat canggih. Bahkan tak sedikit prinsip-prinsip itu yang disertai dengan penelitian yang mendalam. Dan di titik itu tidak jarang pengikut Kristus menjadi terseret arus, sebab …
togarsianturi
17 Apr 2019
Manusia mengusahakan pendewasaan anak-anaknya dengan berbagai cara; mereka mengajar, melatih, memberi tanggungjawab, menyekolahkan, dan lain-lain. Jika manusia menginginkan anak-anaknya menjadi dewasa, tidakkah terlebih lagi Allah akan mendambakan kedewasaan anak-anakNya juga? Alkitab secara konsisten menggambarkan kehidupan rohani itu mirip dengan kehidupan jasmani. Mirip mulai dari kelahiran dan akan mengalami pertumbuhan dari masa bayi hingga menjadi dewasa. …
togarsianturi
16 Apr 2019
Banyak hal berharga yang kalau dipandang salah menjadi kurang berharga. Baru-baru ini saya belajar tentang betapa berharganya hubungan dengan Allah, Bapa Sorgawi itu. Namun karena begitu mudahnya didapatkan, kapan saja kita bisa datang kepada Allah, maka kerap kita memandangnya biasa saja, bahkan cenderung menundanya. Kita menaruh hubungan dengan Allah dalam waiting list, bukan prioritas, yang …
togarsianturi
14 Oct 2018
Sebagian orang terlalu naif dalam hidup mereka. Mereka pikir hidup se-idealis kepolosan mereka. Mereka tidak rela mengakui bahwa ada satu oknum yang mengharapkan kehancuran mereka, menghalangi kesejahteraan mereka. Memang hanya satu oknum tetapi pasukan dan sekutunya itu yang tidak terbilang jumlahnya. Maaf, Tidak Ada Gerakan Non Blok Dalam Hal Ini Lebih parah lagi, sebagian …
togarsianturi
14 May 2017
Ikuti link berikut untuk bergabung dengan group “Bang Togar on WhatsApp”: https://chat.whatsapp.com/KylWrwKDGFU972sZqkY5Ws
togarsianturi
18 Apr 2017
Setelah Yesus turun dari bukit, orang banyak berbondong- bondong mengikuti Dia. Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada- Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: ” Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.” – Matius 8:1-2 Orang ini boleh mengalami penyakit yang parah dan hina sekali, tetapi imannya tidak sakit sama sekali – …
31 Oct 2018 1.421 views
Kita memiliki empat Injil dalam Perjanjian Baru, Allah dengan sengaja memasukkannya ke dalam Kitab kanonik kita, yakni: 1. Matius 2. Markus 3. Lukas 4. Yohanes Injil Sinoptik Tiga dari empat Injil itu disebut sinoptik: Matius, Markus, Lukas. Sinoptik berasal dari dua kata, sin = sama, optic = cara pandang. Artinya ketiga Injil ini melihat …
29 Mar 2019 1.205 views
Inilah damai sejahtera yang sejati itu, yakni bahwa sang Raja Damai datang mendamaikan manusia berdosa, yang dulu adalah seteru Allah sehingga kini menjadi sekutu. Jadi damai sejahtera terutama kaitannya bukan dengan suasana atau perasaan, melainkan dengan penebusan dan pemulihan hubungan (rekonsiliasi). Dengan dosa, kita memberontak dan memusuhi Allah, kita hidup jauh dariNya. Maka satu-satunya …
19 Oct 2018 1.104 views
Tidak akan ada damai di antara negara, jika tidak ada damai di negara, tidak ada damai dalam negara jika tidak ada damai dalam orang-orangnya, tidak ada damai dalam orang-orang jika orang-orang tidak menyerahkan hidupnya ke tangan si Raja Damai. Benar sekali apa yang Heyden Robinson, penulis buku Salt And Light, ungkapkan dalam kutipan di atas. …
27 Jun 2019 1.010 views
Amsal banyak membantu orang percaya mengerti sifat alami dari godaan dan tipu muslihat dosa. Termasuk bagaimana sang Penulis mempersonifikasikan godaan dunia ini sebagai seorang perempuan jalang. Karena bibir perempuan jalang menitikkan tetesan madu dan langit-langit mulutnya lebih licin dari pada minyak, 4 tetapi kemudian ia pahit seperti empedu, dan tajam seperti pedang bermata dua. …
24 Jul 2019 994 views
Seorang teman yang berdagang di pasar pernah berkata begini kepada saya, “Saya mana bisa untung kalau jujur-jujur!” Benar-benar kalimat yang membuat saya tercenung. Sebegitu kelam-kah sistem perdagangan sehingga cara untuk sukses adalah dengan berbuat dosa? Tidakkah kita bisa saling menguntungkan dengan cara yang jujur? Begitu juga pembeli berbuat munafik ketika menawar barang, ia menekan …
17 Jul 2019 946 views
Menurut tradisi rabinik Yahudi (Babylonian Talmud) Amos, ayah Yesaya, adalah anak dari raja Yoas dan saudara dari raja Amazia. Sedangkan dalam Alkitab jelas raja Uzia adalah anak Amazia dan cucu dari raja Yoas. Jika benar demikian maka Yesaya adalah sepupu raja Uzia, hal ini menjelaskan mengapa Yesaya bebas berada di istana raja dan sangat fasih …
28 Nov 2020 911 views
Usai pembicaraan poin sebelumnya dengan oppung, saya memastikan lagi apakah oppung dapat memahami pembicaraan kami atau ada yang hendak ditanyakan. Oppung menceritakan perasaan sukacitanya dengan pemahaman itu dan tidak ada pertanyaan. Lalu saya bertanya siapakah Yesus itu dalam iman oppung sekarang. Oppung yakin bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat baginya. Karena itu saya tuntun …
Comments are not available at the moment.