Home » Bible » Belajarlah Dari Sengsaraku

Belajarlah Dari Sengsaraku

togarsianturi 12 Apr 2017 14

Bacaan: Ratapan 1
Saya mengutip tulisan Wayne Jackson dari christiancourier.com mengenai Ratapan pasal pertama ini, “Penting sekali kita memerhatikan prinsip berharga di sini: tak perduli seberapa hebat seseorang di masa lalu, status tersebut dapat berubah karena perubahan perilaku hidupnya. Reputasi besar bisa hancur dalam seketika karena kemurtadan. Juga, kepedihan kerap kali mengikuti pemberontakan. Setiap dosa memiliki label harga!” Alkitab memuat segudang contohan orang-orang yang sengsara karena perbuatannya sendiri. Mengapa kita tak belajar dari pengalaman mereka? Mengapa harus mengalami sendiri lagi?

Tapi Tuhanlah yang benar, sebab perintah-Nya telah kulanggar. Dengarlah aku, hai bangsa-bangsa, lihatlah aku dalam derita. Para pemuda dan pemudiku ditawan, dan diangkut ke pembuangan. Ratapan 1:18 BIS

Kitab Ratapan ini sungguh memilukan, imbangnya barangkali adalah kisah Ayub. Bedanya Ayub adalah penderitaan pirbadi, sedangkan Ratapan adalah kepedihan satu bangsa. Hendaknya seperti orang Yehuda ini, kita bisa menyatakan kebenaran Allah dalam penderitaan kita. Namun Iblis menghasut orang agar semakin sengsara dalam kesengsaraan mereka.

1. Belajarlah dari sengsara mereka, hiduplah lebih baik dari mereka.
2. Seperti pengakuan orang Yehuda, kesimpulan akhir kita pasti: “Tuhanlah yang benar.”
3. Lebih bagus kita meratap sekarang, daripada meratap kemudian.

Bapa, kuatkan aku agar terus menaatiMu sehingga terhindar dari kesengsaraan yang tak perlu. Amen.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Maha Besar dan Dahsyat

togarsianturi

18 Oct 2018

Tidakkah kita akan merasa bangga bila memiliki kenalan seorang jenderal, pengusaha besar atau pejabat tinggi? Tidakkah kita menghargai hubungan dengan seorang tenar atau yang punya kuasa besar? Sewajarnya demikian. Tetapi bagaimana kalau yang kita kenal bukan hanya atasan orang-orang hebat itu, melainkan Pencipta mereka yang memberi semua yang ada pada mereka? Logikanya pasti kita akan …

Hidup Efektif Melalui Doa

togarsianturi

18 Oct 2018

Jangan salahkan masalah atas reaksi kita. Bukan masalah yang menciptakan reaksi kita, masalah hanya menyatakan siapa kita sebenarnya. Siapa kita sebenarnya sering terungkap ketika kita sedang berhadapan dengan persoalan. Demikian juga seorang pemimpin yang baik dapat kita bedakan dari yang tidak baik ketika mereka mengadapi masalah. Nehemia menjadi contohan yang luar biasa bagi kita tentang cara …

Terbeban Bagi Tuhan

togarsianturi

17 Oct 2018

Seorang stand up comedian pernah berkelakar kira-kira begini, “Di Indonesia gampang koq, solusi kalau banjir melanda ya salahkan pemerintah saja!” Lelucon itu rasanya sangat dekat dengan kenyataan hidup kita berbangsa. Bahkan dalam unit kehidupan yang lebih kecil seperti dunia kerja atau bahkan keluarga. Bila berhadapan dengan suatu persoalan, sepertinya reaksi refleks adalah mencari siapa yang …

Cara Tuhan Menghibur

togarsianturi

16 Oct 2018

Salah satu ayat yang sangat familiar dengan orang-orang Kristen, menurut saya, adalah dari Yesaya 55:8 “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu , dan jalanmu bukanlah jalan-Ku.” Kita Bisa Merancang, Tetapi Allah yang Menetapkan Kita paham bahwa cara Allah menjawab doa kita kerap tidak seperti cara yang kita harapkan. Kita merancang A dan B, tetapi Allah mau kita …

Kepo Rohani

togarsianturi

15 Oct 2018

Sadarkah anda bahwa ada banyak hikmat dunia ini yang bertentangan prinsip Kerajaan Allah? Dari sekian banyak, yang lagi trend melanda Nusantara adalah istilah gaul Jakarta, yakni “kepo”. Kepo memiliki konotasi yang negatif, yakni menggambarkan orang-orang yang ingin tahu segala sesuatu, terutama yang dianggap bukan urusannya. Hati-hati Dengan Hikmat Duniawi Istilah itu merambah ke dalam dunia …

Clarity Is Power

togarsianturi

27 Sep 2018

Dua orang pekerja di pinggir jalan tampak melakukan hal yang agak ganjil. Orang pertama memakai pacul untuk menggali lubang, lalu tidak berapa lama orang kedua datang dari belakangnya, menutup kembali lubang itu. Karena seorang pelintas merasa aneh dengan kegiatan dua orang yang tampaknya sudah bekerja keras sepanjang hari itu, ia mendekati mereka. Pelintas itu kemudian …