Sukses Meninggalkan Jejak

Para pembelajar kesuksesan pasti familiar dengan ungkapan ini, “Sukses meninggalkan jejak.” Dan itu pula yang menjadi alasan kita perlu belajar dari mereka yang telah meraih puncak sukses mereka. Kita bisa belajar dari jejak yang mereka telah tempuh.
Antara Sukses, Visi, Rencana, Team, dan Rute Kita yang Unik
Meski rute setiap orang menuju sukses mereka berbeda-beda sebab makna sukses juga berbeda buat setiap orang. Selain itu, setiap orang berada di tempat yang berbeda dalam perjalanan sukses mereka. Belum lagi karena perbedaan pengalaman dan kepribadian, sehingga pasti jalan sukses satu sama lain tidak sama.
Rute Unik Tapi Prinsip Sama
Akan tetapi banyak sekali prinsip sukses yang dapat kita belajar dari mereka yang telah menggapainya. Nehemia adalah salah satu contohan sukses paling agung untuk kita pelajari. Dengan sumber daya yang terbatas, di tengah ancaman dari pihak musuh, warisan masalah dari rezim sebelumnya, menghadapi musuh selimut dalam pihaknya sendiri. Tapi ia menuntaskan tembok yang sudah terbiar 93 tahun itu hanya dalam periode 52 hari.
Mengikut Model Sukses Nehemia
Maka tibalah aku di Yerusalem. Sesudah tiga hari aku di sana, bangunlah aku pada malam hari bersama-sama beberapa orang saja yang menyertai aku. Aku tidak beritahukan kepada siapapun rencana yang akan kulakukan untuk Yerusalem, yang diberikan Allahku dalam hatiku. Juga tak ada lain binatang kepadaku kecuali yang kutunggangi. Nehemia 2:11-12
Nehemia merahasiakan rencana yang Allah berikan di hatinya untuk tembok Yerusalem kepada umum dan, menariknya, juga kepada orang-orang Yahudi dan para pemimpin mereka. Sebab kemudian kita tahu ternyata banyak pemuka itu yang diam-diam bersekutu erat dengan musuh.
Beri Manfaat Bagi Orang Lain, Jangan Sibuk Membangun Citra Diri Sendiri
Nehemia sangat cerdik dan berpengalaman, ia pasti telah belajar banyak langkah dan trik politik selama di istana. Dan ia menggunakan pengalaman itu untuk menyejahterakan umat Allah. Ia sama sekali tidak fokus pada dirinya sendiri, ia hanya ingin memberi faedah bagi orang lain.
Jangan Sembarangan Mengumbar Rencana
Jika rencana Nehemia diumumkan di awal, maka musuh akan selangkah lebih maju menghambat pekerjaan itu. Mengetahui Nehemia datang saja sudah membuat Sanbalat dan Tobia kebakaran jenggot. Mereka ingin Yerusalem tetap menjadi reruntuhan puing.
Dalam “zaman now” salah satu hal yang kental manusia lakukan adalah “update status” di media sosial. Jadi seseorang baru berencana sudah sesumbar di akun-nya. Baru anak tangga pertama, status mereka sudah memberi kesan bahwa mereka sudah jadi. Dan itulah jalan kegagalan. Fokus kerjakan dulu, jangan buru-buru bercerita.
Tangkap Beban Hati Allah
Musuh ingin hidup kita tetap menjadi reruntuhan dan puing, tetapi Allah selalu menggerakkan pembangunan kembali dan pemulihan. Jika kita tidak mau menangkap beban hati Allah maka Dia pasti akan membangkitkan pembangun lainnya.
Anda akan berhasil jika anda sungguh-sungguh menangkap apa yang menjadi beban hati Allah bagi anda. Itu spesifik dinyatakan Nehemia. Kedatangannya ke Yerusalem bukan karena ambisi pribadi tapi Allah yang mendorongnya.
Visi Tanpa Rencana Adalah Angan-angan
Nehemia punya rencana yang jelas, ia tidak hanya berkoar-koar akan visinya, seperti dibiasakan oleh generasi sekarang. Justru ia diam dan persiapkan rencana yang matang. Visi tanpa rencana yang terencana adalah angan-angan.
Memiliki Team Orang-orang Kepercayaan
Meski demikian, Nehemia tetap memiliki orang-orang kepercayaan yang membantunya pada malam untuk mengumpulkan data, ia tidak bekerja sendirian. Kita mesti tulus dalam bekerja, tetapi pada saat yang bersamaan juga, mesti cerdik.
Thomas Alva Edison, ketika ditanya mengapa ia memiliki team asisten yang terdiri dari 21 orang, menjawab dengan santai, “Jika saya dapat mengerjakan segala sesuatu sendirian, saya akan melakukannya.” Untuk mendapat sukses, anda membutuhkan team.
Nehemia memiliki orang-orang kepercayaannya yang siap membantu dia kapan saja, termasuk tengah malam. Apakah anda punya orang-orang seperti itu? Orang-orang seperti itu diusahakan, tidak datang otomatis. Langkah pertama untuk itu adalah dengan menjadi sahabat yang terpercaya bagi orang lain.
Memahami dan Memakai Waktu yang Tepat
Ketika tiba saatnya, yakni ketika rencana sudah matang, barulah Nehemia memberitahukan beban, visi, dan rencananya, serta resources yang ada kepada orang banyak. Kemudiam semua itu membawa Nehemia kepada sukses besar.
Cara Memiliki Team Orang Kepercayaan
Pertama, anda tidak selalu harus menceritakan semua rencana anda kepada semua orang. Tetapi apakah anda punya orang terpercaya yang dapat mendorong dan menajamakan anda? Ceritalah kepada mereka dan dapatkan support mereka.
Pekerjaan Anda Bercerita Lebih Banyak Dari Pada Perkataan Anda
Kedua, jauhkan kebiasaan bergosip. Apakah anda menceritakan masalah seseorang kepada yang bukan bagian dari masalah atau bagian dari solusi? Itulah definisi gosip! Bekerjalah lebih banyak, biarkan pekerjaan anda yang lebih banyak berbicara, bukan perkataan anda.
Kata-kata, Karakter, Karya, Kuasa Allah
Ketiga, kata-kata sangat berkuasa. Sudah bijaksanakah anda dalam berkata-kata? Nehemia sangat sukses, belajarlah dari dia, terutama tentang sikap dan karakternya. Kata-kata Nehemia berkuasa menggerakkan bangsa itu sebab kata-kata-nya dipercaya karena Allah, pribadi-nya dan karya-nya
SIAPA YANG BELAJAR DARI ORANG SUKSES AKAN MENGGAPAI KESUKSESAN
Photo: Pexels.com
togarsianturi
18 Oct 2018
Tidakkah kita akan merasa bangga bila memiliki kenalan seorang jenderal, pengusaha besar atau pejabat tinggi? Tidakkah kita menghargai hubungan dengan seorang tenar atau yang punya kuasa besar? Sewajarnya demikian. Tetapi bagaimana kalau yang kita kenal bukan hanya atasan orang-orang hebat itu, melainkan Pencipta mereka yang memberi semua yang ada pada mereka? Logikanya pasti kita akan …
togarsianturi
18 Oct 2018
Jangan salahkan masalah atas reaksi kita. Bukan masalah yang menciptakan reaksi kita, masalah hanya menyatakan siapa kita sebenarnya. Siapa kita sebenarnya sering terungkap ketika kita sedang berhadapan dengan persoalan. Demikian juga seorang pemimpin yang baik dapat kita bedakan dari yang tidak baik ketika mereka mengadapi masalah. Nehemia menjadi contohan yang luar biasa bagi kita …
togarsianturi
17 Oct 2018
Seorang stand up comedian pernah berkelakar kira-kira begini, “Di Indonesia gampang koq, solusi kalau banjir melanda ya salahkan pemerintah saja!” Lelucon itu rasanya sangat dekat dengan kenyataan hidup kita berbangsa. Bahkan dalam unit kehidupan yang lebih kecil seperti dunia kerja atau bahkan keluarga. Bila berhadapan dengan suatu persoalan, sepertinya reaksi refleks adalah mencari siapa yang …
togarsianturi
16 Oct 2018
Salah satu ayat yang sangat familiar dengan orang-orang Kristen, menurut saya, adalah dari Yesaya 55:8 “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu , dan jalanmu bukanlah jalan-Ku.” Kita Bisa Merancang, Tetapi Allah yang Menetapkan Kita paham bahwa cara Allah menjawab doa kita kerap tidak seperti cara yang kita harapkan. Kita merancang A dan B, tetapi Allah mau kita …
togarsianturi
15 Oct 2018
Sadarkah anda bahwa ada banyak hikmat dunia ini yang bertentangan prinsip Kerajaan Allah? Dari sekian banyak, yang lagi trend melanda Nusantara adalah istilah gaul Jakarta, yakni “kepo”. Kepo memiliki konotasi yang negatif, yakni menggambarkan orang-orang yang ingin tahu segala sesuatu, terutama yang dianggap bukan urusannya. Hati-hati Dengan Hikmat Duniawi Istilah itu merambah ke dalam …
togarsianturi
27 Sep 2018
Dua orang pekerja di pinggir jalan tampak melakukan hal yang agak ganjil. Orang pertama memakai pacul untuk menggali lubang, lalu tidak berapa lama orang kedua datang dari belakangnya, menutup kembali lubang itu. Karena seorang pelintas merasa aneh dengan kegiatan dua orang yang tampaknya sudah bekerja keras sepanjang hari itu, ia mendekati mereka. Pelintas itu …
31 Oct 2018 1.698 views
Kita memiliki empat Injil dalam Perjanjian Baru, Allah dengan sengaja memasukkannya ke dalam Kitab kanonik kita, yakni: 1. Matius 2. Markus 3. Lukas 4. Yohanes Injil Sinoptik Tiga dari empat Injil itu disebut sinoptik: Matius, Markus, Lukas. Sinoptik berasal dari dua kata, sin = sama, optic = cara pandang. Artinya ketiga Injil ini melihat …
29 Mar 2019 1.531 views
Inilah damai sejahtera yang sejati itu, yakni bahwa sang Raja Damai datang mendamaikan manusia berdosa, yang dulu adalah seteru Allah sehingga kini menjadi sekutu. Jadi damai sejahtera terutama kaitannya bukan dengan suasana atau perasaan, melainkan dengan penebusan dan pemulihan hubungan (rekonsiliasi). Dengan dosa, kita memberontak dan memusuhi Allah, kita hidup jauh dariNya. Maka satu-satunya …
19 Oct 2018 1.442 views
Tidak akan ada damai di antara negara, jika tidak ada damai di negara, tidak ada damai dalam negara jika tidak ada damai dalam orang-orangnya, tidak ada damai dalam orang-orang jika orang-orang tidak menyerahkan hidupnya ke tangan si Raja Damai. Benar sekali apa yang Heyden Robinson, penulis buku Salt And Light, ungkapkan dalam kutipan di atas. …
24 Jul 2019 1.323 views
Seorang teman yang berdagang di pasar pernah berkata begini kepada saya, “Saya mana bisa untung kalau jujur-jujur!” Benar-benar kalimat yang membuat saya tercenung. Sebegitu kelam-kah sistem perdagangan sehingga cara untuk sukses adalah dengan berbuat dosa? Tidakkah kita bisa saling menguntungkan dengan cara yang jujur? Begitu juga pembeli berbuat munafik ketika menawar barang, ia menekan …
17 Jul 2019 1.272 views
Menurut tradisi rabinik Yahudi (Babylonian Talmud) Amos, ayah Yesaya, adalah anak dari raja Yoas dan saudara dari raja Amazia. Sedangkan dalam Alkitab jelas raja Uzia adalah anak Amazia dan cucu dari raja Yoas. Jika benar demikian maka Yesaya adalah sepupu raja Uzia, hal ini menjelaskan mengapa Yesaya bebas berada di istana raja dan sangat fasih …
27 Jun 2019 1.235 views
Amsal banyak membantu orang percaya mengerti sifat alami dari godaan dan tipu muslihat dosa. Termasuk bagaimana sang Penulis mempersonifikasikan godaan dunia ini sebagai seorang perempuan jalang. Karena bibir perempuan jalang menitikkan tetesan madu dan langit-langit mulutnya lebih licin dari pada minyak, 4 tetapi kemudian ia pahit seperti empedu, dan tajam seperti pedang bermata dua. …
28 Nov 2020 1.151 views
Usai pembicaraan poin sebelumnya dengan oppung, saya memastikan lagi apakah oppung dapat memahami pembicaraan kami atau ada yang hendak ditanyakan. Oppung menceritakan perasaan sukacitanya dengan pemahaman itu dan tidak ada pertanyaan. Lalu saya bertanya siapakah Yesus itu dalam iman oppung sekarang. Oppung yakin bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat baginya. Karena itu saya tuntun …
Comments are not available at the moment.